alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Resah, Boyongan Pedagang Pasar Legi Molor Lagi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Boyongan ke Pasar Legi berlangsung alot hingga pedagang mulai hilang kesabaran. Janji Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo memberikan kartu pas masuk pasar tradisional yang bangunan megahnya menelan dana Rp 133 miliar itu ternyata molor lagi. ‘’Saat sosialisasi, kartu pas dan kunci tempat berjualan akan dibagikan tanggal 14 sampai 16 Juni. Sampai hari ini belum, padahal boyongan dijadwalkan mulai 21 Juni,’’ kata Sekretaris Pedagang Paguyuban Pasar Legi Shenkli Fauzi, Sabtu (19/6).

Dia menilai disperdagkum setengah hati segera mengoperasionalkan Sarlegi –sebutan Pasar Legi. Pembagian kartu identitas pedagang itu juga berkaitan dengan penempatan pedagang sesuai zonasi. Fauzi menyebut, anggota paguyubannya kebingungan bakal mendapat tempat yang mana. ‘’Sudah dijadwalkan boyongan tetapi belum jelas mana tempatnya. Prosesnya seperti apa juga belum jelas,’’ sesalnya.

Baca Juga :  Kondisi Pulih, Puluhan Santri Korban Keracunan Tinggalkan RS

Menurut Fauzi, pedagang sudah siap boyongan menempati pasar yang memiliki luas bangunan 32.605 meter persegi dengan empat lantai dan satu basemen itu. Pihaknya berharap disperdagkum segera memberi penjelasan teknis dan tahap boyongan. ‘’Kami sekarang harus menunggu dalam ketidakpastian,’’ ungkapnya. (mg4/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Boyongan ke Pasar Legi berlangsung alot hingga pedagang mulai hilang kesabaran. Janji Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo memberikan kartu pas masuk pasar tradisional yang bangunan megahnya menelan dana Rp 133 miliar itu ternyata molor lagi. ‘’Saat sosialisasi, kartu pas dan kunci tempat berjualan akan dibagikan tanggal 14 sampai 16 Juni. Sampai hari ini belum, padahal boyongan dijadwalkan mulai 21 Juni,’’ kata Sekretaris Pedagang Paguyuban Pasar Legi Shenkli Fauzi, Sabtu (19/6).

Dia menilai disperdagkum setengah hati segera mengoperasionalkan Sarlegi –sebutan Pasar Legi. Pembagian kartu identitas pedagang itu juga berkaitan dengan penempatan pedagang sesuai zonasi. Fauzi menyebut, anggota paguyubannya kebingungan bakal mendapat tempat yang mana. ‘’Sudah dijadwalkan boyongan tetapi belum jelas mana tempatnya. Prosesnya seperti apa juga belum jelas,’’ sesalnya.

Baca Juga :  Ngawi Borong Empat Penghargaan AOE 2019

Menurut Fauzi, pedagang sudah siap boyongan menempati pasar yang memiliki luas bangunan 32.605 meter persegi dengan empat lantai dan satu basemen itu. Pihaknya berharap disperdagkum segera memberi penjelasan teknis dan tahap boyongan. ‘’Kami sekarang harus menunggu dalam ketidakpastian,’’ ungkapnya. (mg4/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/