alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Manusia Silver Terjaring Razia Satpol PP Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Petugas gabungan dibuat keki saat merazia pengemis dan gelandangan. Bagaimana tidak merasa kesal, seorang pengemis perempuan bereaksi dengan mengancam buka busana saat hendak diamankan dari perempatan Terminal Seloaji, Ponorogo.

Pun, razia gabungan yang melibatkan petugas dinas sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (dinsos P3A); dinas perhubungan (dishub); dan satpol PP itu tidak berani menyentuh langsung badan manusia silver. Sebab, khawatir terkena cairan noda cat berwarna silver yang hanya dapat dihilangkan dengan tiner. ‘’Kami mengamankan 12 orang yang mayoritas gelandangan dan peminta-minta,’’ kata Dian Nurhayati, Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Pelayanan Lanjut Usia Dinsos P3A, Kamis (20/1/2022).

Belasan orang yang terjaring razia itu diboyong ke kantor satpol PP. Namun, tidak semuanya dilayar ke panti Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) Madiun. Sebagian hanya terkena sanksi pembinaan. Petugas sengaja mengundang pihak keluarga datang menjemput. ‘’Kami buatkan berita acara. Kalau nanti terjaring razia lagi, akan berbeda sanksi yang diterapkan,’’ terang Dian sembari menyebut praktik mengemis dan menggelandang termasuk penyakit masyarakat (pekat).

Baca Juga :  Jembatan Duri Dibangun Mei Mendatang

Razia gabungan kemarin berlangsung simultan mulai Somoroto, seputaran kota, hingga kawasan Terminal Seloaji. Peminta sumbangan masjid di sekitar perempatan Somoroto diminta keluar dari jalan karena izinnya sudah kedaluwarsa. Meminta sumbangan di tempat umum wajib berbekal izin dari dinsos P3A. ‘’Sebenarnya dilarang meminta di jalan karena mengganggu lalu lintas. Hanya boleh datang dari rumah ke rumah dengan wilayah terbatas,’’ jelas Dian. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Petugas gabungan dibuat keki saat merazia pengemis dan gelandangan. Bagaimana tidak merasa kesal, seorang pengemis perempuan bereaksi dengan mengancam buka busana saat hendak diamankan dari perempatan Terminal Seloaji, Ponorogo.

Pun, razia gabungan yang melibatkan petugas dinas sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (dinsos P3A); dinas perhubungan (dishub); dan satpol PP itu tidak berani menyentuh langsung badan manusia silver. Sebab, khawatir terkena cairan noda cat berwarna silver yang hanya dapat dihilangkan dengan tiner. ‘’Kami mengamankan 12 orang yang mayoritas gelandangan dan peminta-minta,’’ kata Dian Nurhayati, Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Pelayanan Lanjut Usia Dinsos P3A, Kamis (20/1/2022).

Belasan orang yang terjaring razia itu diboyong ke kantor satpol PP. Namun, tidak semuanya dilayar ke panti Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) Madiun. Sebagian hanya terkena sanksi pembinaan. Petugas sengaja mengundang pihak keluarga datang menjemput. ‘’Kami buatkan berita acara. Kalau nanti terjaring razia lagi, akan berbeda sanksi yang diterapkan,’’ terang Dian sembari menyebut praktik mengemis dan menggelandang termasuk penyakit masyarakat (pekat).

Baca Juga :  Dianggarkan Rp 2 M, Pemkab Ponorogo Bakal Bangun Sirkuit Tahun 2022

Razia gabungan kemarin berlangsung simultan mulai Somoroto, seputaran kota, hingga kawasan Terminal Seloaji. Peminta sumbangan masjid di sekitar perempatan Somoroto diminta keluar dari jalan karena izinnya sudah kedaluwarsa. Meminta sumbangan di tempat umum wajib berbekal izin dari dinsos P3A. ‘’Sebenarnya dilarang meminta di jalan karena mengganggu lalu lintas. Hanya boleh datang dari rumah ke rumah dengan wilayah terbatas,’’ jelas Dian. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/