alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Akses Jalan Licin, Ambulans Tak Berani Masuk

PONOROGO – Insiden pilu yang dialami Narti sampai ke telinga Bupati Ipong Muchlissoni. Hanya, dia punya penjelasan berbeda terkait kondisi perempuan 22 tahun tersebut. Menurut Ipong, anak dalam kandungan Narti meninggal bukan karena kondisi jalan yang rusak parah di Dayakan. ‘’Itu dibilang karena guncangan (penyebab meninggal, Red). Tapi kan jalan kaki tidak ada goncangan,’’ kata Ipong kepada awak media kemarin (19/2).

Dia menolak jika kondisi jalan dituding jadi penyebab meninggalnya anak dalam kandungan. Dimungkinkan ada penyebab lain. ‘’Ibu tidak sabar ke puskesmas, akhirnya jalan kaki. Tapi yang jelas, anak (dalam kandungan) itu meninggal bukan karena jalan rusak,’’ tegasnya.

Di mana ambulans? Ipong menyebut, ambulans saat kejadian itu tidak berani melalui jalan tersebut. Pasalnya, jalan dalam kondisi licin sehingga membahayakan untuk dilintasi. Pun, Ipong menampik jika pemkab tidak berupaya hadir menangani perbaikan jalan lintasdusun di Dayakan tersebut. ‘’Jalan itu sudah pernah kami aspal beberapa waktu lalu. Tapi karena cuaca, hujan, jalan curam dan licin. Makanya ambulans tidak berani lewat situ,’’ terangnya.

Baca Juga :  Bumil Negatif, 3 Lainnya Tunggu Hasil Swab

Insiden yang menimpa Narti memang menyayat hati siapa pun yang melihat unggahan kisahnya di media sosial (medsos). Perempuan hamil harus ditandu menggunakan peralatan seadanya melintasi jalan dalam kondisi rusak nan becek untuk bisa sampai ke fasilitas kesehatan. Pun, anak yang dikandung si ibu dikabarkan tak terselamatkan ketika sudah mendapat penanganan. Yang membuat orang terkejut, cerita muram dari pedalaman terjadi di Ponorogo. (naz/c1/fin)

PONOROGO – Insiden pilu yang dialami Narti sampai ke telinga Bupati Ipong Muchlissoni. Hanya, dia punya penjelasan berbeda terkait kondisi perempuan 22 tahun tersebut. Menurut Ipong, anak dalam kandungan Narti meninggal bukan karena kondisi jalan yang rusak parah di Dayakan. ‘’Itu dibilang karena guncangan (penyebab meninggal, Red). Tapi kan jalan kaki tidak ada goncangan,’’ kata Ipong kepada awak media kemarin (19/2).

Dia menolak jika kondisi jalan dituding jadi penyebab meninggalnya anak dalam kandungan. Dimungkinkan ada penyebab lain. ‘’Ibu tidak sabar ke puskesmas, akhirnya jalan kaki. Tapi yang jelas, anak (dalam kandungan) itu meninggal bukan karena jalan rusak,’’ tegasnya.

Di mana ambulans? Ipong menyebut, ambulans saat kejadian itu tidak berani melalui jalan tersebut. Pasalnya, jalan dalam kondisi licin sehingga membahayakan untuk dilintasi. Pun, Ipong menampik jika pemkab tidak berupaya hadir menangani perbaikan jalan lintasdusun di Dayakan tersebut. ‘’Jalan itu sudah pernah kami aspal beberapa waktu lalu. Tapi karena cuaca, hujan, jalan curam dan licin. Makanya ambulans tidak berani lewat situ,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sudirman, Jathil Laki-Laki yang Tersisa

Insiden yang menimpa Narti memang menyayat hati siapa pun yang melihat unggahan kisahnya di media sosial (medsos). Perempuan hamil harus ditandu menggunakan peralatan seadanya melintasi jalan dalam kondisi rusak nan becek untuk bisa sampai ke fasilitas kesehatan. Pun, anak yang dikandung si ibu dikabarkan tak terselamatkan ketika sudah mendapat penanganan. Yang membuat orang terkejut, cerita muram dari pedalaman terjadi di Ponorogo. (naz/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/