alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Mantan Pegawai Kepergok Maling Beras

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Seperti aksi maling beras satu ini yang terbilang lihai. S, 27, warga asli Pacitan yang berdomisili di Wonoketro, Jetis, melakukan aksi panjang tangan di tempat yang sama hingga sepuluh kali. Target sasarannya gudang beras di Tegalsari, Jetis.

Pencurian itu dia lakukan dalam kurun tiga bulan belakangan. Aksinya baru terbongkar usai melancarkan pencurian kesepuluh pada 11 April lalu. Tiap melancarkan aksinya, S selalu meninggalkan jejak dengan membiarkan atap terbuka. Sebagian genting yang sengaja dibuka itu untuk jalan pelaku masuk ke gudang. ‘’Modus operandinya memanjat tembok, menjebol genting, dan merayap masuk,’’ kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo Ipda Guling Sunaka.

Baca Juga :  Ngaku Mau Melamar, Pria Ini Kemudian Embat HP Ibu Ceweknya

S kemudian mengambil beras dan dikeluarkan melalui salah satu pintu yang terkunci dari dalam. S paham betul detail lokasi lantaran dia merupakan mantan pekerja di gudang tersebut. Usai beras dikeluarkan, S menyelinap masuk gudang dan mengunci pintu dari dalam kembali. ‘’Jadi, memang ada pintu yang kuncinya di dalam, tidak pernah dicabut. Terduga pelaku tahu pintu itu ada di mana, karena dia mantan pekerja di gudang tersebut,’’ jelasnya.

S berhasil menggondol beras seberat 900 kilogram. Pelaku berhasil dibekuk polisi pukul 02.30 Senin (18/4) lalu. Di hadapan polisi, pelaku mengaku kepepet mencuri karena tuntutan kebutuhan hidup. Kini, S diancam hukuman tujuh tahun penjara. ‘’Kami juga amankan sepeda motor pelaku dan barang bukti lain,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Seperti aksi maling beras satu ini yang terbilang lihai. S, 27, warga asli Pacitan yang berdomisili di Wonoketro, Jetis, melakukan aksi panjang tangan di tempat yang sama hingga sepuluh kali. Target sasarannya gudang beras di Tegalsari, Jetis.

Pencurian itu dia lakukan dalam kurun tiga bulan belakangan. Aksinya baru terbongkar usai melancarkan pencurian kesepuluh pada 11 April lalu. Tiap melancarkan aksinya, S selalu meninggalkan jejak dengan membiarkan atap terbuka. Sebagian genting yang sengaja dibuka itu untuk jalan pelaku masuk ke gudang. ‘’Modus operandinya memanjat tembok, menjebol genting, dan merayap masuk,’’ kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo Ipda Guling Sunaka.

Baca Juga :  Tiga Proyek Kesandung Korupsi, Polres Ponorogo Gandeng Auditor BPKP

S kemudian mengambil beras dan dikeluarkan melalui salah satu pintu yang terkunci dari dalam. S paham betul detail lokasi lantaran dia merupakan mantan pekerja di gudang tersebut. Usai beras dikeluarkan, S menyelinap masuk gudang dan mengunci pintu dari dalam kembali. ‘’Jadi, memang ada pintu yang kuncinya di dalam, tidak pernah dicabut. Terduga pelaku tahu pintu itu ada di mana, karena dia mantan pekerja di gudang tersebut,’’ jelasnya.

S berhasil menggondol beras seberat 900 kilogram. Pelaku berhasil dibekuk polisi pukul 02.30 Senin (18/4) lalu. Di hadapan polisi, pelaku mengaku kepepet mencuri karena tuntutan kebutuhan hidup. Kini, S diancam hukuman tujuh tahun penjara. ‘’Kami juga amankan sepeda motor pelaku dan barang bukti lain,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/