alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Aman Konsumsi Daging Sapi Positif PMK, Asal Higienis

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Daging sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dapat dikonsumsi. Asalkan mendapat rekomendasi dari pejabat otoritas veteriner (otovet) setempat.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (Dispertahankan) Ponorogo Masun menjelaskan pejabat otovet yang bakal merekomendasikan ternak terjangkit PMK itu masih layak disembelih atau harus dimusnahkan. ‘’Kalau sarannya dari otovet boleh disembelih, maka dagingnya dapat dikonsumsi,’’ katanya, Jumat (20/5).

Penyembelihan daging sapi yang terjangkit PMK tak boleh di sembarang tempat. Harus dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) dengan prosedur pengawasan ketat dari petugas. Guna mengantisipasi penyebaran virus ke ternak lain. ‘’Butuh kajian dari pejabat otovet semuanya atas saran pejabat yang berwenang,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pelayanan Adminduk Dimajukan, Akomodasi Pemudik Lebaran

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti menekankan pentingnya treatment terhadap sapi yang terjangkit PMK. Agar keberadaannya tak dijual bebas di pasaran. ‘’Kami tekankan dalam rakor kemarin (Rabu, 18/5) jangan sampai sapi sapi yang mati karena PMK itu dagingnya dijual,’’ kata Dyah.

Dia mengingatkan berbagai olahan susu maupun daging sapi wajib memenuhi kaidah laik higiene sanitasi. Jika seluruh piranti pengolahannya higienis tentu dagingnya laik untuk dikonsumsi. ‘’Sapi yang disembelih karena sakit atau tidak itu ada treatmennya. Kewenangan ada di dispertahankan,’’ tegasnya. (kid/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Daging sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dapat dikonsumsi. Asalkan mendapat rekomendasi dari pejabat otoritas veteriner (otovet) setempat.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (Dispertahankan) Ponorogo Masun menjelaskan pejabat otovet yang bakal merekomendasikan ternak terjangkit PMK itu masih layak disembelih atau harus dimusnahkan. ‘’Kalau sarannya dari otovet boleh disembelih, maka dagingnya dapat dikonsumsi,’’ katanya, Jumat (20/5).

Penyembelihan daging sapi yang terjangkit PMK tak boleh di sembarang tempat. Harus dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) dengan prosedur pengawasan ketat dari petugas. Guna mengantisipasi penyebaran virus ke ternak lain. ‘’Butuh kajian dari pejabat otovet semuanya atas saran pejabat yang berwenang,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kakek-kakek di Ponorogo Tewas Terpanggang Api

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti menekankan pentingnya treatment terhadap sapi yang terjangkit PMK. Agar keberadaannya tak dijual bebas di pasaran. ‘’Kami tekankan dalam rakor kemarin (Rabu, 18/5) jangan sampai sapi sapi yang mati karena PMK itu dagingnya dijual,’’ kata Dyah.

Dia mengingatkan berbagai olahan susu maupun daging sapi wajib memenuhi kaidah laik higiene sanitasi. Jika seluruh piranti pengolahannya higienis tentu dagingnya laik untuk dikonsumsi. ‘’Sapi yang disembelih karena sakit atau tidak itu ada treatmennya. Kewenangan ada di dispertahankan,’’ tegasnya. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/