alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Remaja Sekarang Rentan Hipertensi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penyakit hipertensi tak boleh dipandang sebelah mata. Penyakit yang sering dikenal dengan tensi darah tinggi ini berpotensi memicu beragam penyakit lain seperti struk hingga jantung.

Di Ponorogo, pravelensi hipertensi mencapai 42 persen. Dari total itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mendeteksi 15 persen. Hasil deteksi dini itu kemudian mendapat treatmen rutin sebagai langkah penanganan. ‘’Hipertensi ini penyakit generatif, tidak menular tapi harus diwaspadai,’’ kata Kadinkes Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti.

Butuh percepatan agar deteksi dini menyentuh angka pravelansi. Sebanyak 27 persen masih belum terdeteksi. Artinya luput dari pengobatan. Sementara 15 persen saat ini telah rutin menjalani pengobatan. ‘’Percepatan dibutuhkan agar seluruh orang yang terjangkit penyakit ini terdeteksi. Tentu dibutuhkan kesadaran masyarakat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  DBD Terkam Tiga Nyawa Pasien di Ponorogo

Penanganan terhadap penyakit ini bersifat kontinyu. Pasien harus menjalani pengobatan rutin dan mengikuti setiap fase penyembuhan. Dulu, penyakit ini identik dengan lanjut usia (lansia). Namun rumus itu tak berlaku lagi seiring pergeseran pola hidup. Hipertensi turut menjangkit remaja berusia 15 tahun ke atas. ‘’Jadi tak hanya menyerang lansia,’’ lanjutnya.

Dyah menganjurkan warga mengecek tekanan darah secara rutin. Serta menerapkan pola makan dan hidup sehat. Melalui cara itu, capaian deteksi dini dapat menjaring angka pravelensi hipertensi di kabupaten ini. ‘’Segera deteksi dini hipertensi, karena ada faktor risiko dari penyakit ini,’’ pungkasnya. (kid/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penyakit hipertensi tak boleh dipandang sebelah mata. Penyakit yang sering dikenal dengan tensi darah tinggi ini berpotensi memicu beragam penyakit lain seperti struk hingga jantung.

Di Ponorogo, pravelensi hipertensi mencapai 42 persen. Dari total itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mendeteksi 15 persen. Hasil deteksi dini itu kemudian mendapat treatmen rutin sebagai langkah penanganan. ‘’Hipertensi ini penyakit generatif, tidak menular tapi harus diwaspadai,’’ kata Kadinkes Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti.

Butuh percepatan agar deteksi dini menyentuh angka pravelansi. Sebanyak 27 persen masih belum terdeteksi. Artinya luput dari pengobatan. Sementara 15 persen saat ini telah rutin menjalani pengobatan. ‘’Percepatan dibutuhkan agar seluruh orang yang terjangkit penyakit ini terdeteksi. Tentu dibutuhkan kesadaran masyarakat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  DBD Terkam Tiga Nyawa Pasien di Ponorogo

Penanganan terhadap penyakit ini bersifat kontinyu. Pasien harus menjalani pengobatan rutin dan mengikuti setiap fase penyembuhan. Dulu, penyakit ini identik dengan lanjut usia (lansia). Namun rumus itu tak berlaku lagi seiring pergeseran pola hidup. Hipertensi turut menjangkit remaja berusia 15 tahun ke atas. ‘’Jadi tak hanya menyerang lansia,’’ lanjutnya.

Dyah menganjurkan warga mengecek tekanan darah secara rutin. Serta menerapkan pola makan dan hidup sehat. Melalui cara itu, capaian deteksi dini dapat menjaring angka pravelensi hipertensi di kabupaten ini. ‘’Segera deteksi dini hipertensi, karena ada faktor risiko dari penyakit ini,’’ pungkasnya. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/