alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Dua Sekolah Tak Penuhi Pagu, Pemkab Ponorogo Evaluasi Problem PPDB 2021

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sekolah yang baik mampu mengevaluasi sekecil apa pun kekurangan dalam metode pembelajaran. Apalagi tantangan di dunia pendidikan semakin berat. Pun, jumlah regenerasi siswa cenderung menurun setiap tahunnya.

Sekretaris Panitia PPDB Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Soeran mengatakan, dua satuan pendidikan menengah pertama di kecamatan kota belum memenuhi pagu di tahun lalu. Terdampak kian menurunnya jumlah lulusan SD dari tahun ke tahun. ‘’Sekolah perlu meningkatkan inovasi dan kreativitasnya. Juga harus memiliki banyak kegiatan yang dapat menunjang prestasi,’’ ujarnya, Senin (20/6).

Di gerbang pendaftaran SMP, calon siswa diberikan banyak pilihan sekolahan. Total 56 SMPN di kabupaten ini. Pemilihan sekolah juga menyesuaikan aturan main PPDB tahun ini. ‘’Banyak pilihan sekolah. Pemilihannya biasanya mengikuti selera dari orang tua,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Pulang Kampung, Tujuh PMI Asal Ponorogo Langsung Dikarantina

Adapun jalur yang dapat dipilih yakni zonasi, prestasi, afirmasi, serta tenaga kesehatan (nakes) dan perpindahan orang tua (ortu). Ketentuan mendasar jalur zonasi mempertimbangkan jarak terdekat tempat tinggal dengan sekolah. Jalur ini memiliki kuota paling besar di antara jalur lainnya. Yakni, 50 persen dari pagu sekolah. Jalur prestasi memiliki kuota 30 persen dari pagu sekolah.

Jalur ini dibagi menjadi prestasi akademik dan nonakademik. Khusus prestasi akademik menggunakan syarat nilai rapor lima semester terakhir. Berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan syarat surat keterangan lulus (SKL). Jalur afirmasi dibuka dengan kuota 15 persen dari pagu sekolah. Sedangkan jalur nakes dan perpindahan ortu dengan kuota lima persen dari pagu sekolah. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sekolah yang baik mampu mengevaluasi sekecil apa pun kekurangan dalam metode pembelajaran. Apalagi tantangan di dunia pendidikan semakin berat. Pun, jumlah regenerasi siswa cenderung menurun setiap tahunnya.

Sekretaris Panitia PPDB Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Soeran mengatakan, dua satuan pendidikan menengah pertama di kecamatan kota belum memenuhi pagu di tahun lalu. Terdampak kian menurunnya jumlah lulusan SD dari tahun ke tahun. ‘’Sekolah perlu meningkatkan inovasi dan kreativitasnya. Juga harus memiliki banyak kegiatan yang dapat menunjang prestasi,’’ ujarnya, Senin (20/6).

Di gerbang pendaftaran SMP, calon siswa diberikan banyak pilihan sekolahan. Total 56 SMPN di kabupaten ini. Pemilihan sekolah juga menyesuaikan aturan main PPDB tahun ini. ‘’Banyak pilihan sekolah. Pemilihannya biasanya mengikuti selera dari orang tua,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Stop Konsumsi Susu dan Jeroan, Daging Sapi PMK Tetap Aman Dimasak

Adapun jalur yang dapat dipilih yakni zonasi, prestasi, afirmasi, serta tenaga kesehatan (nakes) dan perpindahan orang tua (ortu). Ketentuan mendasar jalur zonasi mempertimbangkan jarak terdekat tempat tinggal dengan sekolah. Jalur ini memiliki kuota paling besar di antara jalur lainnya. Yakni, 50 persen dari pagu sekolah. Jalur prestasi memiliki kuota 30 persen dari pagu sekolah.

Jalur ini dibagi menjadi prestasi akademik dan nonakademik. Khusus prestasi akademik menggunakan syarat nilai rapor lima semester terakhir. Berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan syarat surat keterangan lulus (SKL). Jalur afirmasi dibuka dengan kuota 15 persen dari pagu sekolah. Sedangkan jalur nakes dan perpindahan ortu dengan kuota lima persen dari pagu sekolah. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/