alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Sungai di Ponorogo Tercemar Sampah

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sungai-sungai di Ponorogo banyak tercemar limbah. Bahkan, hal itu diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Sapto Djatmiko. Dia menyatakan tak satu pun sungai di Kota Reyog steril dari sampah. Pun, aliran Sungai Tambak Kemangi di sisi utara Jalan Ir Juanda. ‘’Aliran sungai yang dekat dengan hunian atau gedung perkantoran atau aktivitas perekonomian lainnya akan lebih berisiko tercemar limbah,’’ kata Sapto, Rabu (20/10).

Dia menuding tabiat membuang sampah sembarangan sebagai biang keladi pencemaran sungai. Kerap terlihat seseorang berhenti di dekat jembatan lalu membuang bungkusan plastik berisi limbah rumah tangga. DLH sejatinya rutin dua kali dalam setahun melakukan bersih-bersih sepanjang aliran sungai. ‘’Kegiatan yang bekerja sama dengan komunitas peduli lingkungan itu sempat terhenti setahun karena pandemi Covid-19,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Terdakwa Pembunuhan Herfina Dituntut 20 Tahun Penjara

Meski demikian, Sapto memastikan tingkat pencemaran sungai itu belum mengkhawatirkan. ‘’Di sisi lain, kami juga mendorong pemdes untuk membangun tempat pembuangan akhir atau mendirikan bank sampah,’’ pungkasnya. (tr2/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sungai-sungai di Ponorogo banyak tercemar limbah. Bahkan, hal itu diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Sapto Djatmiko. Dia menyatakan tak satu pun sungai di Kota Reyog steril dari sampah. Pun, aliran Sungai Tambak Kemangi di sisi utara Jalan Ir Juanda. ‘’Aliran sungai yang dekat dengan hunian atau gedung perkantoran atau aktivitas perekonomian lainnya akan lebih berisiko tercemar limbah,’’ kata Sapto, Rabu (20/10).

Dia menuding tabiat membuang sampah sembarangan sebagai biang keladi pencemaran sungai. Kerap terlihat seseorang berhenti di dekat jembatan lalu membuang bungkusan plastik berisi limbah rumah tangga. DLH sejatinya rutin dua kali dalam setahun melakukan bersih-bersih sepanjang aliran sungai. ‘’Kegiatan yang bekerja sama dengan komunitas peduli lingkungan itu sempat terhenti setahun karena pandemi Covid-19,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Terminal Seloaji Ponorogo Tambah Sibuk

Meski demikian, Sapto memastikan tingkat pencemaran sungai itu belum mengkhawatirkan. ‘’Di sisi lain, kami juga mendorong pemdes untuk membangun tempat pembuangan akhir atau mendirikan bank sampah,’’ pungkasnya. (tr2/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/