alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Krisis, 100 Kursi Kepala SD Negeri di Ponorogo Kosong

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Banyak posisi kepala sekolah dasar negeri (SDN) di Ponorogo yang lowong. Ada 243 kepala SDN yang pensiun tahun ini dan tahun depan. Padahal, Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo hanya mampu menyiapkan 143 calon kepala SDN selama dua tahun (2021-2022). Terjadi kekosongan sekitar 100 kepala sekolah.

Menurut Kabid Ketenagakerjaan di Dindik Ponorogo Sarjono, selama ini sejumlah kepala SDN harus merangkap jabatan setelah para sejawatnya pensiun. Pihaknya sengaja melakukan penilaian siapa saja kepala sekolah yang layak menjalankan double job di SDN lain itu. Mereka tetap dituntut mampu menjalankan program mutu pendidikan. ‘’Kami sedang mengalami keterbatasan tenaga,’’ kata Sarjono, Senin (20/12).

Baca Juga :  Hasil Lelang Jabatan, Sekda Ponorogo: Keputusan Mutlak di Tangan Bupati Sugiri

Ada sejumlah kendala mendapatkan pengganti kepala sekolah yang purnatugas itu. Di antaranya, motivasi para guru untuk meniti karier menjadi kepala sekolah sangat rendah. Bersamaan itu, menyiapkan calon kepala sekolah harus melalui proses seleksi dan membutuhkan anggaran lumayan besar. Dindik tahun ini sejatinya sudah menjaring 40 calon kepala SDN. ‘’Ada proses seleksi substansi dan juga diklat selama tiga bulan,’’ jelas Sarjono.

Selain itu, para calon kepala SDN itu harus punya database yang memenuhi syarat. Proses seleksinya juga tidak mudah. Sarjono menyebut bahwa pihaknya sudah menjaring 103 calon kepala sekolah yang untuk anggaran proses seleksinya diajukan tahun depan. ‘’Mereka tahun depan akan mulai bertugas,’’ terangnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Banyak posisi kepala sekolah dasar negeri (SDN) di Ponorogo yang lowong. Ada 243 kepala SDN yang pensiun tahun ini dan tahun depan. Padahal, Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo hanya mampu menyiapkan 143 calon kepala SDN selama dua tahun (2021-2022). Terjadi kekosongan sekitar 100 kepala sekolah.

Menurut Kabid Ketenagakerjaan di Dindik Ponorogo Sarjono, selama ini sejumlah kepala SDN harus merangkap jabatan setelah para sejawatnya pensiun. Pihaknya sengaja melakukan penilaian siapa saja kepala sekolah yang layak menjalankan double job di SDN lain itu. Mereka tetap dituntut mampu menjalankan program mutu pendidikan. ‘’Kami sedang mengalami keterbatasan tenaga,’’ kata Sarjono, Senin (20/12).

Baca Juga :  Hore, Tiap RT di Ponorogo Bakal Dapat Rp 2,5 Juta

Ada sejumlah kendala mendapatkan pengganti kepala sekolah yang purnatugas itu. Di antaranya, motivasi para guru untuk meniti karier menjadi kepala sekolah sangat rendah. Bersamaan itu, menyiapkan calon kepala sekolah harus melalui proses seleksi dan membutuhkan anggaran lumayan besar. Dindik tahun ini sejatinya sudah menjaring 40 calon kepala SDN. ‘’Ada proses seleksi substansi dan juga diklat selama tiga bulan,’’ jelas Sarjono.

Selain itu, para calon kepala SDN itu harus punya database yang memenuhi syarat. Proses seleksinya juga tidak mudah. Sarjono menyebut bahwa pihaknya sudah menjaring 103 calon kepala sekolah yang untuk anggaran proses seleksinya diajukan tahun depan. ‘’Mereka tahun depan akan mulai bertugas,’’ terangnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/