alexametrics
24.8 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

DD Terbatas, Pembenahan Infrastruktur Glundung Tak Dilanjutkan

PONOROGO – Tidak dilanjutkannya pembangunan jalan menuju lingkungan Glundung, Dusun Watu Agung, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, bukan tanpa alasan. Sebab, infrastruktur di dusun lain juga masih perlu diperbaiki. Apalagi 99,95 persen wilayah desa setempat berupa perbukitan dengan lahan kering bebatuan. ‘’Ada banyak infrastruktur yang harus kami benahi,’’ kata Kepala Desa Dayakan Saroni.

Sejatinya, separo jatah dana desa (DD) sebesar Rp 1,2 miliar bakal difokuskan pembenahan infrastruktur. Namun, musyawarah desa (musdes) memutuskan pembenahan itu tidak termasuk melanjutkan pembangunan jalan lingkungan Glundung. Melainkan untuk pembangunan jalan dan fasilitas air bersih lingkungan di empat dusun. Mulai Sekar Putih, Liyur, Jurang Sempu, dan Watu Agung. ‘’Secara bertahap, (pembangunan akses lingkungan Glundung, Red) nanti akan kami lanjutkan kembali,’’ ujar Saroni.

Camat Badegan Ringga Dwi Heri Irawan membenarkan bahwa lingkungan Glundung paling tertinggal. Terutama urusan infrastruktur akses jalan dari pusat desa. ‘’Medannya memang berat. Sebenarnya kalau tidak musim hujan masih bisa dilewati mobil,’’ kata Ringga.

Baca Juga :  Pulang Magriban, Pensiunan Guru Diserempet

Ditanya terkait kelanjutan pembangunan jalan, pihaknya tidak memiliki kewenangan. Sebab, jalan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pihak desa. Dia mengungkapkan anggaran DD tahun ini dialokasikan untuk jalan lain. ‘’Tentunya mempertimbangkan asas pemerataan,’’ ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan usulan ke pihak desa untuk memperhatikan pembangunan akses jalan menuju lingkungan Glundung. ‘’Tetap kami beri usulan,’’ tuturnya.

Diketahui, akses jalan di lingkungan Glundung telah disentuh pembangunan dari DD 2018. Lebar jalan ditambah dari sebelumnya 1,5 meter menjadi 2,5 meter. Pelebaran dengan mengepras tebing sepanjang 450 meter dan talut pengaman jalan. Total anggaran yang telah dialokasikan Rp 70 juta. (mg7/c1/fin)

PONOROGO – Tidak dilanjutkannya pembangunan jalan menuju lingkungan Glundung, Dusun Watu Agung, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, bukan tanpa alasan. Sebab, infrastruktur di dusun lain juga masih perlu diperbaiki. Apalagi 99,95 persen wilayah desa setempat berupa perbukitan dengan lahan kering bebatuan. ‘’Ada banyak infrastruktur yang harus kami benahi,’’ kata Kepala Desa Dayakan Saroni.

Sejatinya, separo jatah dana desa (DD) sebesar Rp 1,2 miliar bakal difokuskan pembenahan infrastruktur. Namun, musyawarah desa (musdes) memutuskan pembenahan itu tidak termasuk melanjutkan pembangunan jalan lingkungan Glundung. Melainkan untuk pembangunan jalan dan fasilitas air bersih lingkungan di empat dusun. Mulai Sekar Putih, Liyur, Jurang Sempu, dan Watu Agung. ‘’Secara bertahap, (pembangunan akses lingkungan Glundung, Red) nanti akan kami lanjutkan kembali,’’ ujar Saroni.

Camat Badegan Ringga Dwi Heri Irawan membenarkan bahwa lingkungan Glundung paling tertinggal. Terutama urusan infrastruktur akses jalan dari pusat desa. ‘’Medannya memang berat. Sebenarnya kalau tidak musim hujan masih bisa dilewati mobil,’’ kata Ringga.

Baca Juga :  Sidang Kesimpulan Perkara Mantingan Hanya 10 Menit

Ditanya terkait kelanjutan pembangunan jalan, pihaknya tidak memiliki kewenangan. Sebab, jalan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pihak desa. Dia mengungkapkan anggaran DD tahun ini dialokasikan untuk jalan lain. ‘’Tentunya mempertimbangkan asas pemerataan,’’ ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan usulan ke pihak desa untuk memperhatikan pembangunan akses jalan menuju lingkungan Glundung. ‘’Tetap kami beri usulan,’’ tuturnya.

Diketahui, akses jalan di lingkungan Glundung telah disentuh pembangunan dari DD 2018. Lebar jalan ditambah dari sebelumnya 1,5 meter menjadi 2,5 meter. Pelebaran dengan mengepras tebing sepanjang 450 meter dan talut pengaman jalan. Total anggaran yang telah dialokasikan Rp 70 juta. (mg7/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/