alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Banyak Sapi Mati, Bupati Ponorogo Curiga Varian Baru PMK

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Diagendakan ngantor di Pudak sejak pukul 09.00, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko baru bisa meninjau sekaligus membantu penguburan ternak jelang Senin (20/6) petang. Menurutnya, ada fenomena baru yang menjadi biang tingginya kasus ternak terjangkit dan mati. ‘’Ketika sudah proses penyembuhan, tahu-tahu mati. Harus ditemukan penyebabnya,’’ kata Sugiri.

Kang Giri, sapaan bupati, meminta dokter hewan mengambil sampel sebelum sapi dikuburkan. Dia memerintahkan dispertahankan mengirimkan hasilnya ke laboratorium. Guna memastikan penyebab wabah yang menimpa sapi perah di Pudak. ‘’Apakah ini mutasi atau varian baru, harus diuji lab dulu. Baru ditemukan jenis apa ini, kok beda dari biasanya,’’ ungkap bupati.

Kepala Dispertahankan Ponorogo Masun menyatakan, pihaknya sampai kini masih gelap informasi seputar kabar vaksinasi. Termasuk kuota yang bakal didapatkan untuk kabupaten ini. Informasi terbaru sebatas 800 ribu vaksin telah tiba di Jakarta dari Perancis. ‘’Sedangkan untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah 828 ekor. Kita kebagian berapa, masih menunggu dari provinsi,’’ katanya.

Baca Juga :  Aturan Baru Kemendagri, Pencatatan Nama Tak Boleh Satu Kata

Masun mengklaim telah melakukan pengusulan untuk 20 ribu ternak. Besaran angka itu menyesuaikan rasio populasi sapi di kabupaten ini. ‘’Tapi, semua mengikuti ketentuan dari provinsi, karena kabarnya alokasi dari pusat terbatas,’’ lanjutnya.

Hingga saat ini pihaknya terus mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah pusat terkait vaksinasi melalui virtual. Dia berjanji bakal langsung mendistribusikan vaksin ke wilayah konsentrasi penanganan ketika vaksin tiba di Ponorogo. ‘’Informasinya Ponorogo belum ada, tapi kami janji langsung diberikan kalau sudah sampai,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Diagendakan ngantor di Pudak sejak pukul 09.00, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko baru bisa meninjau sekaligus membantu penguburan ternak jelang Senin (20/6) petang. Menurutnya, ada fenomena baru yang menjadi biang tingginya kasus ternak terjangkit dan mati. ‘’Ketika sudah proses penyembuhan, tahu-tahu mati. Harus ditemukan penyebabnya,’’ kata Sugiri.

Kang Giri, sapaan bupati, meminta dokter hewan mengambil sampel sebelum sapi dikuburkan. Dia memerintahkan dispertahankan mengirimkan hasilnya ke laboratorium. Guna memastikan penyebab wabah yang menimpa sapi perah di Pudak. ‘’Apakah ini mutasi atau varian baru, harus diuji lab dulu. Baru ditemukan jenis apa ini, kok beda dari biasanya,’’ ungkap bupati.

Kepala Dispertahankan Ponorogo Masun menyatakan, pihaknya sampai kini masih gelap informasi seputar kabar vaksinasi. Termasuk kuota yang bakal didapatkan untuk kabupaten ini. Informasi terbaru sebatas 800 ribu vaksin telah tiba di Jakarta dari Perancis. ‘’Sedangkan untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah 828 ekor. Kita kebagian berapa, masih menunggu dari provinsi,’’ katanya.

Baca Juga :  Instruksi Bupati Dongkrak Identifikasi

Masun mengklaim telah melakukan pengusulan untuk 20 ribu ternak. Besaran angka itu menyesuaikan rasio populasi sapi di kabupaten ini. ‘’Tapi, semua mengikuti ketentuan dari provinsi, karena kabarnya alokasi dari pusat terbatas,’’ lanjutnya.

Hingga saat ini pihaknya terus mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah pusat terkait vaksinasi melalui virtual. Dia berjanji bakal langsung mendistribusikan vaksin ke wilayah konsentrasi penanganan ketika vaksin tiba di Ponorogo. ‘’Informasinya Ponorogo belum ada, tapi kami janji langsung diberikan kalau sudah sampai,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/