alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Olah Residu Sampah di TPS Dulu, Cetak Briket di TPA Kemudian

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tergolong kepala daerah yang getol mengurusi sampah. Dia ingin limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar tradisional, pusat perniagaan, kantor, hingga fasilitas publik itu lebih dulu diolah di setiap tempat penampungan sementara (TPS). ‘’Sampah yang terbuang ke TPA (tempat pembuangan akhir, Red) nanti  hanya residu. Mesin RDF (refuse-derived fuel) yang akan mengolahnya menjadi briket,’’ kata Sugiri, Sabtu (22/1/2022).

Dia tampak antusias kala meresmikan tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R) di Jalan Subali, Kelurahan Surodikraman, kemarin. Di sana tersedia mesin pengolah sampah organik menjadi pupuk dan mesin pencacah. Sugiri menyebut, setiap kecamatan idealnya memiliki tempat pengolahan sampah yang memadai. ‘’Pengolahan sampah harus diawali dari hulu sebelum ke hilir,’’ ujarnya.

Sugiri menyampaikan, pihaknya membangun dua TPS3R yang satu di antaranya berada di Sambit. Pembangunan satu TPS3R menghabiskan duit sebesar Rp 500 juta bersumber dari dana alokasi khusus. Kapasitas TPS3R di Jalan Subali sekitar dua ton sampah sehari. ‘’Agar sampah tidak menjadi sumber masalah,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Lakukan Kajian Atasi Genangan di Lima Ruas Jalan Perkotaan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Henry Indrawardana menyebut bahwa luasan TPS3R di Jalan Subali sekira 600 meter persegi. Sampah yang berasal dari Kelurahan Purbosuman, Pakunden, Surodikraman, dan Patihan Wetan bakal transit di situ. ‘’Khususnya sampah di kawasan kota,’’ ungkapnya.

Kata Henry, pengelolaan TPS3R kelak diserahkan ke kelompok masyarakat. Sebab, sampah yang sudah daur ulang memiliki nilai ekonomis. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) soal pengangkutan residu sampah. ‘’Apakah termasuk limbah B3 (bahan berbahaya beracun, Red) atau bukan,’’ ujarnya. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tergolong kepala daerah yang getol mengurusi sampah. Dia ingin limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar tradisional, pusat perniagaan, kantor, hingga fasilitas publik itu lebih dulu diolah di setiap tempat penampungan sementara (TPS). ‘’Sampah yang terbuang ke TPA (tempat pembuangan akhir, Red) nanti  hanya residu. Mesin RDF (refuse-derived fuel) yang akan mengolahnya menjadi briket,’’ kata Sugiri, Sabtu (22/1/2022).

Dia tampak antusias kala meresmikan tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R) di Jalan Subali, Kelurahan Surodikraman, kemarin. Di sana tersedia mesin pengolah sampah organik menjadi pupuk dan mesin pencacah. Sugiri menyebut, setiap kecamatan idealnya memiliki tempat pengolahan sampah yang memadai. ‘’Pengolahan sampah harus diawali dari hulu sebelum ke hilir,’’ ujarnya.

Sugiri menyampaikan, pihaknya membangun dua TPS3R yang satu di antaranya berada di Sambit. Pembangunan satu TPS3R menghabiskan duit sebesar Rp 500 juta bersumber dari dana alokasi khusus. Kapasitas TPS3R di Jalan Subali sekitar dua ton sampah sehari. ‘’Agar sampah tidak menjadi sumber masalah,’’ terangnya.

Baca Juga :  Seorang Peserta Mundur, Pemkab Ponorogo Umumkan 27 Pemenang Lelang Jabatan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Henry Indrawardana menyebut bahwa luasan TPS3R di Jalan Subali sekira 600 meter persegi. Sampah yang berasal dari Kelurahan Purbosuman, Pakunden, Surodikraman, dan Patihan Wetan bakal transit di situ. ‘’Khususnya sampah di kawasan kota,’’ ungkapnya.

Kata Henry, pengelolaan TPS3R kelak diserahkan ke kelompok masyarakat. Sebab, sampah yang sudah daur ulang memiliki nilai ekonomis. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) soal pengangkutan residu sampah. ‘’Apakah termasuk limbah B3 (bahan berbahaya beracun, Red) atau bukan,’’ ujarnya. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/