alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Puluhan Hektare Sawah di Ponorogo Langganan Kebanjiran

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Persawahan seluas 33 hektare di Desa Sedarat, Balong, Ponorogo, kebanjiran. Hingga hari ini (22/1), air luapan Sungai Setono itu belum kunjung surut kendati sudah dua hari menggenangi puluhan hektare lahan pertanian padi. Kedalaman banjir setinggi paha manusia dewasa. ‘’Banjir langganan setiap tahun karena sungai tidak mampu menampung air hujan,’’ kata Kepala Desa Sedarat Sugeng Setyoso, Sabtu (22/1/2022).

Bukan hanya area sawah di Sedarat yang terendam banjir. Persawahan seluas 30 hektare di Desa Sendang, Kecamatan Jambon –berbatasan dengan Sedarat– bernasib serupa. Biang keladi banjir, kata Sugeng, tak lain adalah luapan Sungai Setono yang notabene anakan daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo. ‘’Air mengalir deras dari DAS Bengawan Solo di Desa Jonggol, Jambon,’’ terangnya.

Baca Juga :  Misimun, Perajin Kulit Sepanjang Masa

Apalagi, ketinggian Sungai Setono di atas lahan pertanian. Aliran Sungai Setono selalu meluap tatkala debit air DAS Bengawan Solo naik. Sugeng menyebut bahwa sungai yang membentang di wilayah desanya itu sempit. Warga desa setempat sejatinya rutin menormalisasi aliran Sungai Setono. ‘’Sebatas kerja bakti karena kekuatan anggaran yang tidak mendukung,’’ ujarnya.

Pihaknya berharap Pemkab Ponorogo turun tangan mengatasi banjir tahunan. Kaum tani di Sedarat terpaksa gagal panen setiap kali musim hujan datang. Upaya normalisasi aliran sungai dengan dukungan pemkab bakal lebih berdampak besar mengantisipasi ancaman banjir yang merendam persawahan itu. ‘’Selama bertahun-tahun selalu terulang, akankah banjir terus dibiarkan?,’’ tanya balik Sugeng. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Persawahan seluas 33 hektare di Desa Sedarat, Balong, Ponorogo, kebanjiran. Hingga hari ini (22/1), air luapan Sungai Setono itu belum kunjung surut kendati sudah dua hari menggenangi puluhan hektare lahan pertanian padi. Kedalaman banjir setinggi paha manusia dewasa. ‘’Banjir langganan setiap tahun karena sungai tidak mampu menampung air hujan,’’ kata Kepala Desa Sedarat Sugeng Setyoso, Sabtu (22/1/2022).

Bukan hanya area sawah di Sedarat yang terendam banjir. Persawahan seluas 30 hektare di Desa Sendang, Kecamatan Jambon –berbatasan dengan Sedarat– bernasib serupa. Biang keladi banjir, kata Sugeng, tak lain adalah luapan Sungai Setono yang notabene anakan daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo. ‘’Air mengalir deras dari DAS Bengawan Solo di Desa Jonggol, Jambon,’’ terangnya.

Baca Juga :  Khofifah Perintahkan Disperindag Jatim Turun Tangan Pantau Harga Migor

Apalagi, ketinggian Sungai Setono di atas lahan pertanian. Aliran Sungai Setono selalu meluap tatkala debit air DAS Bengawan Solo naik. Sugeng menyebut bahwa sungai yang membentang di wilayah desanya itu sempit. Warga desa setempat sejatinya rutin menormalisasi aliran Sungai Setono. ‘’Sebatas kerja bakti karena kekuatan anggaran yang tidak mendukung,’’ ujarnya.

Pihaknya berharap Pemkab Ponorogo turun tangan mengatasi banjir tahunan. Kaum tani di Sedarat terpaksa gagal panen setiap kali musim hujan datang. Upaya normalisasi aliran sungai dengan dukungan pemkab bakal lebih berdampak besar mengantisipasi ancaman banjir yang merendam persawahan itu. ‘’Selama bertahun-tahun selalu terulang, akankah banjir terus dibiarkan?,’’ tanya balik Sugeng. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/