alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

PKL Alun-Alun Ponorogo Tak Tertata Rapi dan Banyak Sampah Berserakan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penataan kawasan belum menyentuh alun-alun Ponorogo. Padahal, jaraknya hanya selemparan batu dari pendapa Pringgitan tersebut.

Bupati Sugiri Sancoko lebih memilih mendahulukan membedah wajah (face-off) pedestrian Jalan HOS Tjokroaminoto dan Jalan Jenderal Sudirman ketimbang menata alun-alun. Alasannya karena anggaran yang terbatas.

Meski demikian, tak banyak warga beranggapan alun-alun Ponorogo tak sedap dipandang. Tempatnya gersang dan dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) yang tak tertata rapi. Belum lagi di sudut panggung utama. Baunya pesing.

Koordinator Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Kamsun tak menampik kondisi alun-alun jauh dari predikat bersih. Dia menyebut bahwa asal muasal sampah dari para pedagang. Tujuh petugas kebersihan yang dikerahkan akhirnya kewalahan.

Kamsun berharap sampah seharusnya dibuang secara mandiri ke tempat pembuangan sementara (TPS) Tempuran. Namun, mayoritas pedagang meninggalkan sampah-sampah itu begitu saja. ‘’Bak sampah yang tersedia di alun-alun bukan untuk pedagang, sering kami ingatkan tapi tidak digubris,’’ ungkapnya, Selasa (22/2).

Baca Juga :  Polres Ponorogo Buka Opsi CFN di Alun-Alun

Jika ditakar, para pedagang di kawasan alun-alun menghasilkan sampah sekitar satu bak mobil pikap saban hari. Kamsun enggan berhitung berapa kubik sampah yang harus dibuang dari tanah lapang seluas 1,6 hektare itu setiap bulan. ‘’Sosialisasi sudah, lapor ke dinas terkait juga, kami tidak mungkin berjaga 24 jam nonstop,’’ kesalnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo Bedianto mengaku penataan pedagang di alun-alun perlu dilakukan. ‘’Model penataan masih akan kami bahas, intinya pembinaan berjalan,’’ terang pejabat yang akrab disapa Ibed itu. (kid/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penataan kawasan belum menyentuh alun-alun Ponorogo. Padahal, jaraknya hanya selemparan batu dari pendapa Pringgitan tersebut.

Bupati Sugiri Sancoko lebih memilih mendahulukan membedah wajah (face-off) pedestrian Jalan HOS Tjokroaminoto dan Jalan Jenderal Sudirman ketimbang menata alun-alun. Alasannya karena anggaran yang terbatas.

Meski demikian, tak banyak warga beranggapan alun-alun Ponorogo tak sedap dipandang. Tempatnya gersang dan dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) yang tak tertata rapi. Belum lagi di sudut panggung utama. Baunya pesing.

Koordinator Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Kamsun tak menampik kondisi alun-alun jauh dari predikat bersih. Dia menyebut bahwa asal muasal sampah dari para pedagang. Tujuh petugas kebersihan yang dikerahkan akhirnya kewalahan.

Kamsun berharap sampah seharusnya dibuang secara mandiri ke tempat pembuangan sementara (TPS) Tempuran. Namun, mayoritas pedagang meninggalkan sampah-sampah itu begitu saja. ‘’Bak sampah yang tersedia di alun-alun bukan untuk pedagang, sering kami ingatkan tapi tidak digubris,’’ ungkapnya, Selasa (22/2).

Baca Juga :  Lelang JPTP Pemkab Ponorogo, Wakil Ketua DPRD: Pantang Beli Kucing dalam Karung

Jika ditakar, para pedagang di kawasan alun-alun menghasilkan sampah sekitar satu bak mobil pikap saban hari. Kamsun enggan berhitung berapa kubik sampah yang harus dibuang dari tanah lapang seluas 1,6 hektare itu setiap bulan. ‘’Sosialisasi sudah, lapor ke dinas terkait juga, kami tidak mungkin berjaga 24 jam nonstop,’’ kesalnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo Bedianto mengaku penataan pedagang di alun-alun perlu dilakukan. ‘’Model penataan masih akan kami bahas, intinya pembinaan berjalan,’’ terang pejabat yang akrab disapa Ibed itu. (kid/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/