alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Tanpa Dokumen, Pemudik Diamankan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemudik ke Ponorogo dipantau ketat. Rabu lalu (20/5), misalnya. Satu unit minibus pengangkut 10 karyawan mitra Perusahaan Rokok HM Sampoerna dari Madiun diamankan saat masuk Terminal Bus Tipe A Seloaji. ‘’Tidak ada dokumen dari perusahaan serta surat keterangan sehat dari dinas setempat,’’ kata Kasatpel Terminal Bus Seloaji Eko Hadi Prasetyo Kamis (21/5).

Eko mengatakan, minibus AE 7912 US itu masuk perbatasan Ponorogo-Madiun sekitar pukul 08.30. Petugas jaga di lokasi lantas menghentikannya. Pengakuan sopir, para penumpang akan diantar ke sejumlah wilayah di Ponorogo dan Pacitan. ‘’Seluruh penumpang karyawan mitra Sampoerna di Madiun,’’ ujarnya.

Hasil pemeriksaan, sopir dan penumpang tidak membawa dokumen dari perusahaan mereka. Pun, tidak ada surat keterangan sehat dari pemerintah setempat. Tak hanya itu, perjalanan mereka juga tidak dilengkapi dokumen angkutan pariwisata. ‘’Mobil itu kemudian digiring ke pos terpadu di Terminal Bus Seloaji,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pengembangan Monumen Kresek Terimbas Covid-19

Selain menilang, polisi dan pihak terminal juga menyita STNK dan bukti uji berkala bus. Sementara, para penumpang harus menjalani pemeriksaan di terminal. Para pemudik juga harus melalui penyemprotan di bilik disinfeksi. ‘’Setelah itu, delapan orang tujuan Pacitan dan dua orang yang tujuan Ponorogo dipulangkan ke rumah masing-masing dikawal petugas kepolisian dan terminal,’’ terang Eko.

Dia minta masyarakat mematuhi anjuran pemerintah. Tidak mudik adalah pilihan terbaik dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. Namun, jika tetap ingin mudik, harus melengkapi berbagai persyaratan seperti yang telah ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini demi menekan potensi penyebaran virus korona antardaerah. ‘’Dalam situasi pandemi ini, masyarakat wajib mematuhi aturan pemerintah jika ingin melakukan perjalanan antardaerah,’’ tegasnya. (naz/c1/sat)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemudik ke Ponorogo dipantau ketat. Rabu lalu (20/5), misalnya. Satu unit minibus pengangkut 10 karyawan mitra Perusahaan Rokok HM Sampoerna dari Madiun diamankan saat masuk Terminal Bus Tipe A Seloaji. ‘’Tidak ada dokumen dari perusahaan serta surat keterangan sehat dari dinas setempat,’’ kata Kasatpel Terminal Bus Seloaji Eko Hadi Prasetyo Kamis (21/5).

Eko mengatakan, minibus AE 7912 US itu masuk perbatasan Ponorogo-Madiun sekitar pukul 08.30. Petugas jaga di lokasi lantas menghentikannya. Pengakuan sopir, para penumpang akan diantar ke sejumlah wilayah di Ponorogo dan Pacitan. ‘’Seluruh penumpang karyawan mitra Sampoerna di Madiun,’’ ujarnya.

Hasil pemeriksaan, sopir dan penumpang tidak membawa dokumen dari perusahaan mereka. Pun, tidak ada surat keterangan sehat dari pemerintah setempat. Tak hanya itu, perjalanan mereka juga tidak dilengkapi dokumen angkutan pariwisata. ‘’Mobil itu kemudian digiring ke pos terpadu di Terminal Bus Seloaji,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Empat Warung Roboh Diterjang Angin

Selain menilang, polisi dan pihak terminal juga menyita STNK dan bukti uji berkala bus. Sementara, para penumpang harus menjalani pemeriksaan di terminal. Para pemudik juga harus melalui penyemprotan di bilik disinfeksi. ‘’Setelah itu, delapan orang tujuan Pacitan dan dua orang yang tujuan Ponorogo dipulangkan ke rumah masing-masing dikawal petugas kepolisian dan terminal,’’ terang Eko.

Dia minta masyarakat mematuhi anjuran pemerintah. Tidak mudik adalah pilihan terbaik dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. Namun, jika tetap ingin mudik, harus melengkapi berbagai persyaratan seperti yang telah ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini demi menekan potensi penyebaran virus korona antardaerah. ‘’Dalam situasi pandemi ini, masyarakat wajib mematuhi aturan pemerintah jika ingin melakukan perjalanan antardaerah,’’ tegasnya. (naz/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/