alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Bupati Sugiri Cari Solusi Tata PKL Telaga Ngebel

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tahapan pembangunan water fountain di Telaga Ngebel dikebut. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menginginkan adanya percepatan pada proses tersebut agar bisa selesai tahun ini. ‘’Proses DED (detail engineering design), tim sudah survei ke lokasi,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati, Minggu (22/5).

Diakuinya, ada pelambatan dalam tahap perencanaan. Karena proyek water fountain bersinggungan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Pemprov Jatim dan Perhutani. Sehingga, perlu dilakukan koordinasi intens. ‘’Kenapa itulah melambat, karena itu kan irisan yang punya wilayah,’’ ujarnya.

Sambil menunggu proses itu berjalan, pemkab terus melakukan identifikasi masalah. Seperti keberadaan bangunan 70 orang PKL di bibir telaga. Dan, bangunan semi permanen milik 60 PKL di sekitar dermaga dan lapangan Ngebel.

Baca Juga :  Seorang Istri di Ponorogo Selingkuh dengan Pria Lain saat Suami Jadi TKI

Menurut Sugiri, sebetulnya pemkab telah beberapa kali menggelar dialog dengan PKL terkait persoalan penataan bangunan. Termasuk mengumpulkan para PKL itu dalam satu sentra khusus untuk berjualan. ‘’Kami ajak bicara baik-baik. Bagaimana kalau ditaruh di sini, atau ditata menjadi sentra PKL. Harus ada solusi,’’ tegasnya. (kid/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tahapan pembangunan water fountain di Telaga Ngebel dikebut. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menginginkan adanya percepatan pada proses tersebut agar bisa selesai tahun ini. ‘’Proses DED (detail engineering design), tim sudah survei ke lokasi,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati, Minggu (22/5).

Diakuinya, ada pelambatan dalam tahap perencanaan. Karena proyek water fountain bersinggungan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Pemprov Jatim dan Perhutani. Sehingga, perlu dilakukan koordinasi intens. ‘’Kenapa itulah melambat, karena itu kan irisan yang punya wilayah,’’ ujarnya.

Sambil menunggu proses itu berjalan, pemkab terus melakukan identifikasi masalah. Seperti keberadaan bangunan 70 orang PKL di bibir telaga. Dan, bangunan semi permanen milik 60 PKL di sekitar dermaga dan lapangan Ngebel.

Baca Juga :  Pasar Malam Diganti Bazar UMKM

Menurut Sugiri, sebetulnya pemkab telah beberapa kali menggelar dialog dengan PKL terkait persoalan penataan bangunan. Termasuk mengumpulkan para PKL itu dalam satu sentra khusus untuk berjualan. ‘’Kami ajak bicara baik-baik. Bagaimana kalau ditaruh di sini, atau ditata menjadi sentra PKL. Harus ada solusi,’’ tegasnya. (kid/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/