alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Hari Suprayitno Hadirkan Laut dalam Akuarium

Menikmati keindahan bawah laut tidak perlu snorkeling. Cukup menikmatinya di dalam rumah. Begitu cara Hari Suprayitno mengedukasi penggemar ikan hias yang menjadi konsumennya.

————-

NUR WACHID, Ponorogo

TOKO di penggal Jalan Arif Rahman Hakim, Cekok, Babadan terlihat mencolok. Toko milik Hari Suprayitno itu dipenuhi akuarium dengan berbagai ikan hias. Di ruang depan, tersaji pemandangan bawah laut yang dipajang di akuarium sepanjang dua meter. Tampak di dalamnya terumbu laut dengan berbagai warna. Tampak pula berbagai jenis ikan mulai nemo, moris, hingga dorris. Di pojok akuriam, terdapat empat bulu babi warna hitam dengan duri tajamnya. Ternyata keberadaan biota laut yang beracun itu berfungsi sebagai pembersih air di akurium. Anemon, hewan serupa tumbuhan yang termasuk spesies pemakan daging mendayu di antara batu karang. Bintang laut juga terlihat mencolok di dasar akuarium.

Dinding toko itu dipenuhi akuarium berbagai ukuran. Di sebelah utara, berderet delapan akuarium berisi ikan tanpa hiasan terumbu karang dan biota laut. Dinding bagian selatan terdapat lima akuarium yang dikhususkan menampung ikan tidak sehat. ‘’Musim seperti ini yang dapat membuat ikan sakit. Jadi harus disterilkan melalui pengaturan suhu dalam akuarium,’’ kata si pemilik toko.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Istri di Getas Anyar Tertangkap

Berawal dari hobi memelihara ikan koi sejak SMP, Hari Suprayitno sukses kembangkan bisnis ikan hias. Mancik SMA, dia semakin cinta ikan hias. Dia pun mulai melalang ke kota-kota untuk berburu ikan saat berusia 20 tahun. Sekaligus mencari mitra sebagai pemasok ikan hias yang hendak dirintisnya. Konsep reef dengan menghadirkan biota laut dalam akuarium yang diusungnya cukup diterima para penggemar ikan. Konsep itu sudah dia kenalkan sejak tiga tahun terakhir. ‘’Ikut berbagai komunitas akhirnya banyak kenalan. Akhirnya buka toko sendiri,’’ lanjutnya.

Tiga bulan pertama, konsep reef diacuhkan. Tidak dinyana, setelahnya permintaan membludak. Ikan dan air laut yang dijajakan laris manis. Khusus jenis ikan hias dan terumbu karang dia datangkan langsung dari Banyuwangi. Air laut dia pasok dari pantai utara Jawa di Jepara. ‘’Melihat ikan laut itu bisa mengusir stres. Tanpa jauh-jauh pergi snorkeling ke laut.’’ *** (fin)

Menikmati keindahan bawah laut tidak perlu snorkeling. Cukup menikmatinya di dalam rumah. Begitu cara Hari Suprayitno mengedukasi penggemar ikan hias yang menjadi konsumennya.

————-

NUR WACHID, Ponorogo

TOKO di penggal Jalan Arif Rahman Hakim, Cekok, Babadan terlihat mencolok. Toko milik Hari Suprayitno itu dipenuhi akuarium dengan berbagai ikan hias. Di ruang depan, tersaji pemandangan bawah laut yang dipajang di akuarium sepanjang dua meter. Tampak di dalamnya terumbu laut dengan berbagai warna. Tampak pula berbagai jenis ikan mulai nemo, moris, hingga dorris. Di pojok akuriam, terdapat empat bulu babi warna hitam dengan duri tajamnya. Ternyata keberadaan biota laut yang beracun itu berfungsi sebagai pembersih air di akurium. Anemon, hewan serupa tumbuhan yang termasuk spesies pemakan daging mendayu di antara batu karang. Bintang laut juga terlihat mencolok di dasar akuarium.

Dinding toko itu dipenuhi akuarium berbagai ukuran. Di sebelah utara, berderet delapan akuarium berisi ikan tanpa hiasan terumbu karang dan biota laut. Dinding bagian selatan terdapat lima akuarium yang dikhususkan menampung ikan tidak sehat. ‘’Musim seperti ini yang dapat membuat ikan sakit. Jadi harus disterilkan melalui pengaturan suhu dalam akuarium,’’ kata si pemilik toko.

Baca Juga :  Pemotor di Ponorogo Meregang Nyawa Usai Tabrak Pohon Mahoni

Berawal dari hobi memelihara ikan koi sejak SMP, Hari Suprayitno sukses kembangkan bisnis ikan hias. Mancik SMA, dia semakin cinta ikan hias. Dia pun mulai melalang ke kota-kota untuk berburu ikan saat berusia 20 tahun. Sekaligus mencari mitra sebagai pemasok ikan hias yang hendak dirintisnya. Konsep reef dengan menghadirkan biota laut dalam akuarium yang diusungnya cukup diterima para penggemar ikan. Konsep itu sudah dia kenalkan sejak tiga tahun terakhir. ‘’Ikut berbagai komunitas akhirnya banyak kenalan. Akhirnya buka toko sendiri,’’ lanjutnya.

Tiga bulan pertama, konsep reef diacuhkan. Tidak dinyana, setelahnya permintaan membludak. Ikan dan air laut yang dijajakan laris manis. Khusus jenis ikan hias dan terumbu karang dia datangkan langsung dari Banyuwangi. Air laut dia pasok dari pantai utara Jawa di Jepara. ‘’Melihat ikan laut itu bisa mengusir stres. Tanpa jauh-jauh pergi snorkeling ke laut.’’ *** (fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/