alexametrics
26.6 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Kasus PMK di Ponorogo Meluas, Bupati Sugiri Ngantor di Kecamatan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memindahkan “ruang kerjanya” ke kantor Kecamatan Pudak dua hari terakhir. Buntut peningkatan bereskalasi tinggi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di wilayah tersebut.

Hingga kemarin (21/6) Kecamatan Pudak mencatatkan 4.473 kasus hewan ternak terkonfirmasi PMK dengan 178 ekor di antaranya mati. Tertinggi dibandingkan 18 kecamatan lain (data lihat grafis). Angka tersebut berdasarkan data yang masuk ke dinas komunikasi, informatika, dan statistik (diskominfo).

Update harian kasus konfirmasi PMK kini satu pintu di perangkat daerah tersebut. Langkah ini mencegah terjadinya selisih data. Yakni, antara posko penanganan Kecamatan Pudak dengan dinas pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan (dispertahankan). ‘’Bupati juga menggelar berbagai rapat kerja di kantor Kecamatan Pudak,’’ kata Kepala Diskominfo Ponorogo Bambang Suhendro, Rabu (22/6).

Bambang menyampaikan bahwa bupati ingin mengetahui kondisi riil peternak terdampak PMK. Sebagai upaya mengambil kebijakan percepatan penanganan. Bahkan, Wakil Bupati Lisdyarita, Sekda Agus Pramono, dan pejabat teras lainnya diajak ikut serta. ‘’Pak Bupati kerja keras sampai malam,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pekan Depan, Pemkab Ponorogo Lelang 8 Jabatan Eselon II

Kang Giri, sapaan akrab bupati, disebut telah merumuskan tujuh langkah strategis percepatan penanganan PMK. Antara lain, isolasi ternak sakit berbasis kandang dan lockdown daerah tertular PMK berbasis desa atau kecamatan. Juga, pengobatan ternak sakit berbasis simtomatis hingga persiapan vaksinasi. ‘’Pembahasan penanganan terus berjalan,’’ ucap Bambang.

Bupati juga mengajak urun rembuk salah satu perbankan. Pembahasannya terkait program restrukturisasi kredit untuk meringankan kerugian peternak yang kehilangan ternaknya. Kebanyakan peternak mengandalkan permodalan dari kredit perbankan. ‘’Relaksasi diharapkan dapat mengurai problem peternak yang nyaris tanpa penghasilan,’’ tuturnya.

Bambang menambahkan, kehadiran Kang Giri untuk memberikan suntikan moril kepada peternak. Setidaknya membuktikan kehadiran pemkab dalam penanganan wabah. ‘’Tidak hanya di Kecamatan Pudak, kalau nanti ada problem di wilayah lain, Pak Bupati turun membantu menyelesaikan,’’ pungkasnya. (kid/c1/cor)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memindahkan “ruang kerjanya” ke kantor Kecamatan Pudak dua hari terakhir. Buntut peningkatan bereskalasi tinggi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di wilayah tersebut.

Hingga kemarin (21/6) Kecamatan Pudak mencatatkan 4.473 kasus hewan ternak terkonfirmasi PMK dengan 178 ekor di antaranya mati. Tertinggi dibandingkan 18 kecamatan lain (data lihat grafis). Angka tersebut berdasarkan data yang masuk ke dinas komunikasi, informatika, dan statistik (diskominfo).

Update harian kasus konfirmasi PMK kini satu pintu di perangkat daerah tersebut. Langkah ini mencegah terjadinya selisih data. Yakni, antara posko penanganan Kecamatan Pudak dengan dinas pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan (dispertahankan). ‘’Bupati juga menggelar berbagai rapat kerja di kantor Kecamatan Pudak,’’ kata Kepala Diskominfo Ponorogo Bambang Suhendro, Rabu (22/6).

Bambang menyampaikan bahwa bupati ingin mengetahui kondisi riil peternak terdampak PMK. Sebagai upaya mengambil kebijakan percepatan penanganan. Bahkan, Wakil Bupati Lisdyarita, Sekda Agus Pramono, dan pejabat teras lainnya diajak ikut serta. ‘’Pak Bupati kerja keras sampai malam,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Rest Area Biting-Ponorogo, Tawarkan Wisata Tematik yang Warna-warni

Kang Giri, sapaan akrab bupati, disebut telah merumuskan tujuh langkah strategis percepatan penanganan PMK. Antara lain, isolasi ternak sakit berbasis kandang dan lockdown daerah tertular PMK berbasis desa atau kecamatan. Juga, pengobatan ternak sakit berbasis simtomatis hingga persiapan vaksinasi. ‘’Pembahasan penanganan terus berjalan,’’ ucap Bambang.

Bupati juga mengajak urun rembuk salah satu perbankan. Pembahasannya terkait program restrukturisasi kredit untuk meringankan kerugian peternak yang kehilangan ternaknya. Kebanyakan peternak mengandalkan permodalan dari kredit perbankan. ‘’Relaksasi diharapkan dapat mengurai problem peternak yang nyaris tanpa penghasilan,’’ tuturnya.

Bambang menambahkan, kehadiran Kang Giri untuk memberikan suntikan moril kepada peternak. Setidaknya membuktikan kehadiran pemkab dalam penanganan wabah. ‘’Tidak hanya di Kecamatan Pudak, kalau nanti ada problem di wilayah lain, Pak Bupati turun membantu menyelesaikan,’’ pungkasnya. (kid/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/