alexametrics
22.4 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Ratusan Guru Honorer di Ponorogo Berharap Masuk Prioritas Calon PPPK

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan guru honorer menggelar doa bersama di Masjid Agung RMAA Tjokronegoro, Selasa (21/6). Mereka adalah pendidik yang telah dinyatakan lolos passing grade dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun lalu namun belum diterima lantaran keterbatasan kuota yang diberikan pusat untuk Ponorogo.

Total ada 339 guru honorer yang dinyatakan lolos passing grade seleksi PPPK tersebut. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyempatkan ikut berdoa sebelum melawat ke Kecamatan Pudak kemarin. ‘’Kami terus mengawal agar masuk passing grade untuk mendapatkan slot,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati.

Kang Giri mendorong pemerintah pusat memberikan kuota PPPK tahun ini sesuai kebutuhan daerah. Pasalnya, jatah tahun lalu jauh di bawah jumlah yang diusulkan. Kala itu pemkab mengusulkan 2.400 formasi, namun hanya mendapat kuota 1.384.

Kuota tersebut dibagi dua tahap. Yakni, tahap I sebanyak 974 orang. Mereka telah menerima surat keputusan (SK) bulan lalu. Sedangkan tahap II ada 410 yang dijadwalkan menerima SK besok. ‘’Kami mendorong harus ada formasi. Beban kami sangat berat, termasuk beban gaji,’’ lanjut Kang Giri.

Baca Juga :  Cuaca Tak Menentu Jadi Tantangan Mloko Sewu

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Andi Susetyo menambahkan, kabar seleksi PPPK tahun ini mulai sedikit benderang. Pemerintah pusat telah menggelar rapat koordinasi (rakor) formasi PPPK 2022 di Semarang. Kemudian, berlanjut di Nusa Tenggara Timur (NTT). ‘’Mudah-mudahan segera ada informasi formasi PPPK tahun ini,’’ kata Andi.

Sementara itu, Widi Kurniawan, guru SDN 2 Ngrayun yang turut dalam doa bersama tersebut, berharap seluruh guru yang dinyatakan lolos passing grade masuk dalam prioritas seleksi PPPK tahun ini. ‘’Sesuai Permen PAN-RB 20/2022, yang lolos menjadi prioritas pertama,’’ tuturnya sembari menyebutkan bahwa dia telah mengajar selama 12 tahun lebih. (kid/c1/isd)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan guru honorer menggelar doa bersama di Masjid Agung RMAA Tjokronegoro, Selasa (21/6). Mereka adalah pendidik yang telah dinyatakan lolos passing grade dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun lalu namun belum diterima lantaran keterbatasan kuota yang diberikan pusat untuk Ponorogo.

Total ada 339 guru honorer yang dinyatakan lolos passing grade seleksi PPPK tersebut. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyempatkan ikut berdoa sebelum melawat ke Kecamatan Pudak kemarin. ‘’Kami terus mengawal agar masuk passing grade untuk mendapatkan slot,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati.

Kang Giri mendorong pemerintah pusat memberikan kuota PPPK tahun ini sesuai kebutuhan daerah. Pasalnya, jatah tahun lalu jauh di bawah jumlah yang diusulkan. Kala itu pemkab mengusulkan 2.400 formasi, namun hanya mendapat kuota 1.384.

Kuota tersebut dibagi dua tahap. Yakni, tahap I sebanyak 974 orang. Mereka telah menerima surat keputusan (SK) bulan lalu. Sedangkan tahap II ada 410 yang dijadwalkan menerima SK besok. ‘’Kami mendorong harus ada formasi. Beban kami sangat berat, termasuk beban gaji,’’ lanjut Kang Giri.

Baca Juga :  Kasus Suami Bunuh Istri, Polisi Akan Hadirkan Saksi Tambahan

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Andi Susetyo menambahkan, kabar seleksi PPPK tahun ini mulai sedikit benderang. Pemerintah pusat telah menggelar rapat koordinasi (rakor) formasi PPPK 2022 di Semarang. Kemudian, berlanjut di Nusa Tenggara Timur (NTT). ‘’Mudah-mudahan segera ada informasi formasi PPPK tahun ini,’’ kata Andi.

Sementara itu, Widi Kurniawan, guru SDN 2 Ngrayun yang turut dalam doa bersama tersebut, berharap seluruh guru yang dinyatakan lolos passing grade masuk dalam prioritas seleksi PPPK tahun ini. ‘’Sesuai Permen PAN-RB 20/2022, yang lolos menjadi prioritas pertama,’’ tuturnya sembari menyebutkan bahwa dia telah mengajar selama 12 tahun lebih. (kid/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/