alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Bupati Ponorogo Minta Pelaku Calo PPPK 2021 Kembalikan Ijazah Korban

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bukti kuat dan identitas penyandera dokumen ijazah telah dikantongi timsus pemkab. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meminta pelaku agar mengembalikan dokumen ijazah tersebut. Ada 16 ijazah milik korban yang hingga kini disandera dan menantikan tebusan Rp 60 juta-Rp 70 juta.

‘’Tim sudah memeriksa, mendalami, sampai investigasi. Mudah-mudahan ijazah yang ditahan segera dikembalikan, yang menahan segera mengembalikan,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati.

Kang Giri memberikan toleransi waktu hingga akhir tahun. Jika lewat itu ijazah tak kunjung dikembalikan, pemkab tak segan bakal menempuh jalur hukum. Agar para korban berhak mendapatkan kembali ijazahnya. ‘’Deadline akhir tahun, kalau tidak (ijazah dikembalikan, Red) berurusan dengan penegak hukum,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Temui Pendemo, Ketua DPRD Ponorogo Janji Bedah Persoalan TPA Mrican

Kang Giri meminta sanksi yang telah dijatuhkan dapat memberikan efek jera. Sekaligus pelajaran bagi seluruh ASN agar tak bermain api dalam sekam kepegawaian. Mulai mutasi, pengangkatan PPPK, hingga rekrutmen PNS digelar transparan sesuai aturan. ‘’Jangan bermain-main di bidang SDM (sumber daya manusia),’’ ujarnya.

Bupati mengapresiasi kinerja timsus yang telah berhasil membongkar praktik culas ini. Upaya itu merupakan bukti keseriusan pemkab dalam menumpas segala praktik menyimpang. Demi mewujudkan good governance dan clean government. ‘’Tidak sekadar jadi pelajaran, hukuman, tapi jadi efek jera semua pihak,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin) 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bukti kuat dan identitas penyandera dokumen ijazah telah dikantongi timsus pemkab. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meminta pelaku agar mengembalikan dokumen ijazah tersebut. Ada 16 ijazah milik korban yang hingga kini disandera dan menantikan tebusan Rp 60 juta-Rp 70 juta.

‘’Tim sudah memeriksa, mendalami, sampai investigasi. Mudah-mudahan ijazah yang ditahan segera dikembalikan, yang menahan segera mengembalikan,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati.

Kang Giri memberikan toleransi waktu hingga akhir tahun. Jika lewat itu ijazah tak kunjung dikembalikan, pemkab tak segan bakal menempuh jalur hukum. Agar para korban berhak mendapatkan kembali ijazahnya. ‘’Deadline akhir tahun, kalau tidak (ijazah dikembalikan, Red) berurusan dengan penegak hukum,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp 12 Miliar, Bebaskan Seluruh Biaya Perawatan

Kang Giri meminta sanksi yang telah dijatuhkan dapat memberikan efek jera. Sekaligus pelajaran bagi seluruh ASN agar tak bermain api dalam sekam kepegawaian. Mulai mutasi, pengangkatan PPPK, hingga rekrutmen PNS digelar transparan sesuai aturan. ‘’Jangan bermain-main di bidang SDM (sumber daya manusia),’’ ujarnya.

Bupati mengapresiasi kinerja timsus yang telah berhasil membongkar praktik culas ini. Upaya itu merupakan bukti keseriusan pemkab dalam menumpas segala praktik menyimpang. Demi mewujudkan good governance dan clean government. ‘’Tidak sekadar jadi pelajaran, hukuman, tapi jadi efek jera semua pihak,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin) 

Most Read

Artikel Terbaru

/