alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, August 14, 2022

Pemprov Jatim Terus Upayakan Dropping Air Bersih

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Penanganan kekeringan tidak luput dari perhatian Pemprov Jatim. Pun, pemprov telah melakukan sejumlah langkah nyata. ‘’Kami sudah melakukan survei titik-titik yang masih menghasilkan air untuk membantu dropping air bersih,’’ ujar Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono di sela kunjungan ke Ponpes Al-Mawaddah, Coper, Jetis, Senin (21/10).

Pemprov juga menaruh perhatian besar terhadap permasalahan kesehatan yang berpotensi muncul akibat kekeringan. Tanpa kecukupan air bersih, sebut Heru, kerap menimbulkan penyakit seperti diare. ‘’Kabupaten atau kota yang meminta bantuan air bersih kami data,’’ tuturnya.

Sekadar diketahui, sedikitnya 21 desa di Ponorogo terdampak kekeringan tahun ini. Pun, dalam sepekan BPBD setempat menyuplai hingga 75 rit air bersih ke puluhan desa terdampak. Belakangan, beberapa desa meminta tambahan hingga empat kali pengiriman sehari. ‘’Tahun ini kemaraunya memang lebih panjang,’’ imbuh Wakil Bupati Soedjarno.

Baca Juga :  RSUD dr Hardjono Siap Tampung Caleg Stres

Pada Juli lalu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa sempat meninjau langsung sejumlah desa terdampak kekeringan di Ponorogo. Kala itu, Khofifah menyebut telah meminta pemkab mendata lokasi kekeringan yang membutuhkan bantuan air bersih.

Saat itu, Khofifah sempat menyebut sedikitnya 24 kabupaten di Jawa Timur terdampak kekeringan. Terparah Tuban, Lamongan, dan Pacitan. (dil/c1/isd)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Penanganan kekeringan tidak luput dari perhatian Pemprov Jatim. Pun, pemprov telah melakukan sejumlah langkah nyata. ‘’Kami sudah melakukan survei titik-titik yang masih menghasilkan air untuk membantu dropping air bersih,’’ ujar Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono di sela kunjungan ke Ponpes Al-Mawaddah, Coper, Jetis, Senin (21/10).

Pemprov juga menaruh perhatian besar terhadap permasalahan kesehatan yang berpotensi muncul akibat kekeringan. Tanpa kecukupan air bersih, sebut Heru, kerap menimbulkan penyakit seperti diare. ‘’Kabupaten atau kota yang meminta bantuan air bersih kami data,’’ tuturnya.

Sekadar diketahui, sedikitnya 21 desa di Ponorogo terdampak kekeringan tahun ini. Pun, dalam sepekan BPBD setempat menyuplai hingga 75 rit air bersih ke puluhan desa terdampak. Belakangan, beberapa desa meminta tambahan hingga empat kali pengiriman sehari. ‘’Tahun ini kemaraunya memang lebih panjang,’’ imbuh Wakil Bupati Soedjarno.

Baca Juga :  Dishub Ponorogo Belum Berniat Tambah Armada ACS

Pada Juli lalu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa sempat meninjau langsung sejumlah desa terdampak kekeringan di Ponorogo. Kala itu, Khofifah menyebut telah meminta pemkab mendata lokasi kekeringan yang membutuhkan bantuan air bersih.

Saat itu, Khofifah sempat menyebut sedikitnya 24 kabupaten di Jawa Timur terdampak kekeringan. Terparah Tuban, Lamongan, dan Pacitan. (dil/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/