23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

SMA Bakti Ponorogo Berharap Turnamen Futsal Dilanjutkan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pihak-pihak terkait dalam turnamen futsal antarpelajar di GOR Singodimedjo dipanggil dewan, Senin (21/11). Wakil rakyat perlu memastikan kejadian serupa tak terulang. Mengingat tujuan even ini semata demi pembibitan olahraga di kalangan pelajar.

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Pamuji meyakini jika tidak ada polisi yang mengamankan jalannya turnamen dipastikan kerusuhan meledak. Sebab suporter di luar ingin merangsek masuk ke dalam GOR. Di saat bersamaan, suporter di dalam mendesak keluar. Beruntung, kepolisian cepat mengambil tindakan.

“Kami mendukung pembibitan, namun dengan adanya kejadian kemarin itu kami minta panitia lebih berhati-hati. Mapping sekolah yang berpotensi, biar dipilah,” imbau Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Pamuji.

Pamuji berharap ada penanggung jawab atas kerusuhan tersebut. Sebab beberapa fasum di rusak. Baik di GOR maupun SMKN 1 Jenangan (STMJ). Saat ini, panitia telah bertanggung jawab dan memperbaiki kerusakan yang ada. “Panitia berharap turnamen dapat dilanjutkan sampai final,” lanjutnya.

Dewan mendukung turnamen dilanjutkan namun tanpa penonton. Itu pun jika mendapat izin dari kepolisian. Panitia juga dapat menjamin kerusuhan tidak terulang kembali.

Baca Juga :  Ratusan Santri Tahlilan Iringi Kepergian Mbah Moen

Ada beberapa fasilitas yang perlu ditambahkan. Seperti penyiagaan tim kesehatan beserta ambulans. “Kami mendukung asalkan panitia bertanggung jawab dan dari kepolisian mengizinkan,” tegasnya.

Kepala SMA Bakti Ponorogo Ikhwanul Abrori sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi. Pasalnya turnamen futsal ini telah berjalan selama 14 tahun terakhir. Dari hasil identifikasinya, ketegangan dipicu adanya suporter ‘gelap.

“Masing-masing koordinator suporter itu mesti koordinasi dengan panitia untuk menentukan kuota tempat duduk agar tidak over,” kata Abrori.

Suporter tersebut, lanjut dia, ingin merangsek masuk ke GOR. Pihaknya memutuskan untuk menutup pintu dan tidak mengizinkan mereka masuk. Namun malah merusak fasum. “Kami bertanggung jawab atas kerusakan tersebut,” tegasnya.

Pihaknya berharap even dapat dilanjutkan kendati baru menginjak babak penyisihan. Meskipun turnamen harus tanpa penonton, pihaknya siap menerima konsekuensi. “Komitmen moral kami even dapat dilanjutkan meski tanpa suporter, tiket,” pungkasnya. (kid/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pihak-pihak terkait dalam turnamen futsal antarpelajar di GOR Singodimedjo dipanggil dewan, Senin (21/11). Wakil rakyat perlu memastikan kejadian serupa tak terulang. Mengingat tujuan even ini semata demi pembibitan olahraga di kalangan pelajar.

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Pamuji meyakini jika tidak ada polisi yang mengamankan jalannya turnamen dipastikan kerusuhan meledak. Sebab suporter di luar ingin merangsek masuk ke dalam GOR. Di saat bersamaan, suporter di dalam mendesak keluar. Beruntung, kepolisian cepat mengambil tindakan.

“Kami mendukung pembibitan, namun dengan adanya kejadian kemarin itu kami minta panitia lebih berhati-hati. Mapping sekolah yang berpotensi, biar dipilah,” imbau Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Pamuji.

Pamuji berharap ada penanggung jawab atas kerusuhan tersebut. Sebab beberapa fasum di rusak. Baik di GOR maupun SMKN 1 Jenangan (STMJ). Saat ini, panitia telah bertanggung jawab dan memperbaiki kerusakan yang ada. “Panitia berharap turnamen dapat dilanjutkan sampai final,” lanjutnya.

Dewan mendukung turnamen dilanjutkan namun tanpa penonton. Itu pun jika mendapat izin dari kepolisian. Panitia juga dapat menjamin kerusuhan tidak terulang kembali.

Baca Juga :  Marak Pungutan Berdalih Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ada beberapa fasilitas yang perlu ditambahkan. Seperti penyiagaan tim kesehatan beserta ambulans. “Kami mendukung asalkan panitia bertanggung jawab dan dari kepolisian mengizinkan,” tegasnya.

Kepala SMA Bakti Ponorogo Ikhwanul Abrori sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi. Pasalnya turnamen futsal ini telah berjalan selama 14 tahun terakhir. Dari hasil identifikasinya, ketegangan dipicu adanya suporter ‘gelap.

“Masing-masing koordinator suporter itu mesti koordinasi dengan panitia untuk menentukan kuota tempat duduk agar tidak over,” kata Abrori.

Suporter tersebut, lanjut dia, ingin merangsek masuk ke GOR. Pihaknya memutuskan untuk menutup pintu dan tidak mengizinkan mereka masuk. Namun malah merusak fasum. “Kami bertanggung jawab atas kerusakan tersebut,” tegasnya.

Pihaknya berharap even dapat dilanjutkan kendati baru menginjak babak penyisihan. Meskipun turnamen harus tanpa penonton, pihaknya siap menerima konsekuensi. “Komitmen moral kami even dapat dilanjutkan meski tanpa suporter, tiket,” pungkasnya. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru