alexametrics
24.6 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Pemkab Ponorogo Akui Sulit Deteksi Penimbunan Migor

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Marak minyak goreng ditawarkan secara online lewat marketplace Facebook. Dengan mengetik kata kunci minyak goreng dan pembatasan wilayah edar Ponorogo dengan jarak terjauh tujuh kilometer, maka ramai muncul penawaran. Namun, para penjual online itu tidak menerakan harga. Keterangan yang dicantumkan sebatas minyak goreng nonsubsidi dan nomor handphone penjual.

Banyak orang penasaran. Apalagi, ada penjual online berani memasang foto minyak goreng Fortune dengan banderol harga Rp 17 ribu. Mayoritas rumah tangga kini kelimpungan akibat minyak goreng langka di pasaran.

Pantauan Jawa Pos Radar Ponorogo pada Rabu (23/2), rak lima susun tempat minyak goreng biasa dipajang di salah toko modern Jalan HOS Tjokroaminoto tanpa isi. Tertempel kertas bertuliskan minyak goreng Rp 14.000 per liter dan satu KTP satu liter di rak kosong tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Bangun Rumah Sakit Tipe D di Kauman

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo Bedianto mengakui kesulitan mengurai tali simpul kelangkaan minyak goreng. Pihaknya sudah mengecek stok di gudang-gudang distributor. Tak ditemui praktik penimbunan, apalagi monopoli. ‘’Kami sulit mendeteksi karena ini persoalan nasional dan terjadi merata di semua daerah,’’ terang Bedianto, Rabu (23/2).

Ibed –sapaan Bedianto– belum dapat menyebutkan ketersediaan stok minyak goreng di Ponorogo. Dia sebatas menyebutkan bahwa gudang milik sejumlah distributor sekarang ini dalam kondisi kosong. Pihaknya mengupayakan kembali menggelar operasi pasar lisah dalam beberapa hari ke depan. ‘’Kami upayakan menggelar operasi pasar lagi,’’ janji mantan kepala disnaker itu. (kid/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Marak minyak goreng ditawarkan secara online lewat marketplace Facebook. Dengan mengetik kata kunci minyak goreng dan pembatasan wilayah edar Ponorogo dengan jarak terjauh tujuh kilometer, maka ramai muncul penawaran. Namun, para penjual online itu tidak menerakan harga. Keterangan yang dicantumkan sebatas minyak goreng nonsubsidi dan nomor handphone penjual.

Banyak orang penasaran. Apalagi, ada penjual online berani memasang foto minyak goreng Fortune dengan banderol harga Rp 17 ribu. Mayoritas rumah tangga kini kelimpungan akibat minyak goreng langka di pasaran.

Pantauan Jawa Pos Radar Ponorogo pada Rabu (23/2), rak lima susun tempat minyak goreng biasa dipajang di salah toko modern Jalan HOS Tjokroaminoto tanpa isi. Tertempel kertas bertuliskan minyak goreng Rp 14.000 per liter dan satu KTP satu liter di rak kosong tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Bakal Pindah TPA Mrican

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo Bedianto mengakui kesulitan mengurai tali simpul kelangkaan minyak goreng. Pihaknya sudah mengecek stok di gudang-gudang distributor. Tak ditemui praktik penimbunan, apalagi monopoli. ‘’Kami sulit mendeteksi karena ini persoalan nasional dan terjadi merata di semua daerah,’’ terang Bedianto, Rabu (23/2).

Ibed –sapaan Bedianto– belum dapat menyebutkan ketersediaan stok minyak goreng di Ponorogo. Dia sebatas menyebutkan bahwa gudang milik sejumlah distributor sekarang ini dalam kondisi kosong. Pihaknya mengupayakan kembali menggelar operasi pasar lisah dalam beberapa hari ke depan. ‘’Kami upayakan menggelar operasi pasar lagi,’’ janji mantan kepala disnaker itu. (kid/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/