alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Jelang Ramadan, Stok Minyak Goreng di Pasaran Kian Mengkhawatirkan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Mendekati Ramadan, ketersediaan minyak goreng (migor) semakin mengkhawatirkan. Jangankan pembeli eceran, pedagang kelontong ikutan pusing lantaran berkali-kali merasa di-ghosting saat ingin kulakan.

Ani, seorang dari 87 pedagang yang mendapat migor curah saat Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperdakum) Ponorogo menggelontor 6.000 ton Rabu (16/3) lalu, kini mulai kesulitan kulakan. Jatah 75 kilogram yang didapat saat itu ludes terjual kurang dari 24 jam. ‘’Sejak dapat dari operasi pasar itu kosong sampai sekarang,’’ kata pedagang Pasar Legi itu, Rabu (23/3). ‘’Pembeli saya tawari minyak kemasan, katanya kemahalan,’’ imbuhnya sembari menyebut harga minyak kemasan berkisar Rp 22 ribu-Rp 25 ribu per liter.

Mbah Rus merasakan hal sama. Kakek asal Cokromenggalan itu menyebut bahwa seluruh pedagang sembako di lantai dua tersebut tak punya stok migor curah. Saban hari dia selalu menyaksikan ekspresi pembeli yang kecewa lantaran harus balik kanan. ‘’Semua di sini kosong (migor curah, Red), adanya kemasan tapi jarang yang mau beli,’’ sebutnya.

Baca Juga :  5.570 Dosis Stok Vaksin AstraZeneca Milik Dinkes Ponorogo Kedaluwarsa

Di luar pasar, antrean mengular di salah satu distributor migor di Jalan KH Ahmad Dahlan kemarin (22/3). Warga rela berbaris sedari pagi demi mendapatkan migor curah seharga Rp 15.500 per kilogram. Jatah tiap pembeli maksimal 10 kilogram. ‘’Ini stoknya juga nggak tentu. Tadi dikabari karyawan toko kalau minyaknya datang,’’ kata Paijo, warga Desa Ronosentanan, Siman.

Sementara itu, Kepala Disperdakum Ponorogo Bedianto menyatakan telah menerjunkan timnya bersama kepolisian guna mengecek ketersediaan stok di gudang maupun distributor. Operasi itu telah berjalan dua hari belakangan. ‘’Operasi hari pertama masih ada stok. Selanjutnya segera kami rumuskan langkah antisipasi yang perlu diambil,’’ ujarnya.

Ibed -sapaan Bedianto- menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) migor curah Rp 14 ribu per liter. Satuan berat yang lazim digunakan untuk curah adalah kilogram. Dari konversi 1 kilogram itu didapatkan hasil 0,753 liter. Artinya, 1 kilogram curah itu volumenya lebih banyak 0,247 liter jika dibandingkan kemasan 1 literan. ‘’Satu kilogram lebih banyak daripada satu liter,’’ tuturnya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Mendekati Ramadan, ketersediaan minyak goreng (migor) semakin mengkhawatirkan. Jangankan pembeli eceran, pedagang kelontong ikutan pusing lantaran berkali-kali merasa di-ghosting saat ingin kulakan.

Ani, seorang dari 87 pedagang yang mendapat migor curah saat Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperdakum) Ponorogo menggelontor 6.000 ton Rabu (16/3) lalu, kini mulai kesulitan kulakan. Jatah 75 kilogram yang didapat saat itu ludes terjual kurang dari 24 jam. ‘’Sejak dapat dari operasi pasar itu kosong sampai sekarang,’’ kata pedagang Pasar Legi itu, Rabu (23/3). ‘’Pembeli saya tawari minyak kemasan, katanya kemahalan,’’ imbuhnya sembari menyebut harga minyak kemasan berkisar Rp 22 ribu-Rp 25 ribu per liter.

Mbah Rus merasakan hal sama. Kakek asal Cokromenggalan itu menyebut bahwa seluruh pedagang sembako di lantai dua tersebut tak punya stok migor curah. Saban hari dia selalu menyaksikan ekspresi pembeli yang kecewa lantaran harus balik kanan. ‘’Semua di sini kosong (migor curah, Red), adanya kemasan tapi jarang yang mau beli,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Isi Tangki Speedboat, Rumah Terbakar

Di luar pasar, antrean mengular di salah satu distributor migor di Jalan KH Ahmad Dahlan kemarin (22/3). Warga rela berbaris sedari pagi demi mendapatkan migor curah seharga Rp 15.500 per kilogram. Jatah tiap pembeli maksimal 10 kilogram. ‘’Ini stoknya juga nggak tentu. Tadi dikabari karyawan toko kalau minyaknya datang,’’ kata Paijo, warga Desa Ronosentanan, Siman.

Sementara itu, Kepala Disperdakum Ponorogo Bedianto menyatakan telah menerjunkan timnya bersama kepolisian guna mengecek ketersediaan stok di gudang maupun distributor. Operasi itu telah berjalan dua hari belakangan. ‘’Operasi hari pertama masih ada stok. Selanjutnya segera kami rumuskan langkah antisipasi yang perlu diambil,’’ ujarnya.

Ibed -sapaan Bedianto- menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) migor curah Rp 14 ribu per liter. Satuan berat yang lazim digunakan untuk curah adalah kilogram. Dari konversi 1 kilogram itu didapatkan hasil 0,753 liter. Artinya, 1 kilogram curah itu volumenya lebih banyak 0,247 liter jika dibandingkan kemasan 1 literan. ‘’Satu kilogram lebih banyak daripada satu liter,’’ tuturnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/