alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Dindik Ponorogo Coba Hapus Stigma Sekolah Favorit

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022-2023 untuk jenjang SD-SMP di Ponorogo dipersiapkan matang. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Nurhadi Hanuri menegaskan, pihaknya merasa perlu evaluasi menyeluruh.

Dindik bakal menganalisa potensi SMP yang belum terpenuhi pagunya. Beberapa opsi solusi bakal disiapkan. Salah satunya, perampingan atau pengurangan pagu. ‘’Sehingga bisa memberikan kesempat agar terpenuhi pagunya,’’ katanya, Senin (23/5).

Nurhadi menegaskan PPDB dirancang untuk menghilangkan stigma favorit. Dia mengklaim seluruh satuan pendidikan di kabupaten ini merupakan sekolah favorit. Artinya, sekolah yang diminati masyarakat. ‘’Tidak harus sekolah itu di kota,’’ tegasnya.

Persoalan sekolah pilihan itu baru diketahui saat momentum PPDB. Nurhadi merencanakan ada kompetisi positif untuk menstimulus seluruh sekolah memiliki inovasi. Tiap sekolah wajib memiliki layanan unggulan yang berbeda. ‘’Termasuk pembentukan karakter pendidikan, masing-masing sekolah kami rencanakan memiliki keunggulan yang berbeda,’’ ujarnya. (kid/her)

Baca Juga :  Bayaran Seret, Selektif Terima Order Peserta Pemilu

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022-2023 untuk jenjang SD-SMP di Ponorogo dipersiapkan matang. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Nurhadi Hanuri menegaskan, pihaknya merasa perlu evaluasi menyeluruh.

Dindik bakal menganalisa potensi SMP yang belum terpenuhi pagunya. Beberapa opsi solusi bakal disiapkan. Salah satunya, perampingan atau pengurangan pagu. ‘’Sehingga bisa memberikan kesempat agar terpenuhi pagunya,’’ katanya, Senin (23/5).

Nurhadi menegaskan PPDB dirancang untuk menghilangkan stigma favorit. Dia mengklaim seluruh satuan pendidikan di kabupaten ini merupakan sekolah favorit. Artinya, sekolah yang diminati masyarakat. ‘’Tidak harus sekolah itu di kota,’’ tegasnya.

Persoalan sekolah pilihan itu baru diketahui saat momentum PPDB. Nurhadi merencanakan ada kompetisi positif untuk menstimulus seluruh sekolah memiliki inovasi. Tiap sekolah wajib memiliki layanan unggulan yang berbeda. ‘’Termasuk pembentukan karakter pendidikan, masing-masing sekolah kami rencanakan memiliki keunggulan yang berbeda,’’ ujarnya. (kid/her)

Baca Juga :  SMPN 1 Ponorogo Start Lockdown Seminggu

Most Read

Artikel Terbaru

/