alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Kerumunan Tonton Lampu Hias Merak di Jalan HOS Tjokroaminoto

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Haus hiburan atau gampang gumunan (mudah kagum) melihat lampu hias? Khalayak tumplek blek ingin menonton keindahan menara berbentuk bulu merak berhiaskan lampu di Jalan HOS Tjokroaminoto Ponorogo, Sabtu malam (21/8). Sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan kawasan HOS sempat macet. Warga Ponorogo mudah berkata ora ndlomok (luar biasa) jika melihat sesuatu yang membuat mereka heran.

Pun, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menyayangkan munculnya kerumunan di kawasan HOS itu. Bertepatan malam minggu memang. Namun, Dwi menilai tidak ada langkah antisipasi agar manusia tidak bergerombol saat wabah Covid-19 masih mengancam. Apalagi, Ponorogo masuk zonasi risiko penularan tinggi. ‘’Malah mengundang kerumunan. Saya sungguh prihatin melihat rekaman videonya yang menyebar ke mana-mana,’’ kata Dwi, Senin (23/8).

Baca Juga :  Vaksinasi Guru Bereskan Dulu Baru Belajar Tatap Muka

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu akhirnya bertanya-tanya soal efektivitas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 yang sekarang ini masih berlangsung. ‘’Bagaimana kalau muncul kelompok pasien baru Covid-19 yang berasal dari kawasan HOS. Kekhawatiran yang sama juga banyak diungkapkan para nakes (tenaga kesehatan) saat menonton video kerumunan itu,’’ sesalnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Haus hiburan atau gampang gumunan (mudah kagum) melihat lampu hias? Khalayak tumplek blek ingin menonton keindahan menara berbentuk bulu merak berhiaskan lampu di Jalan HOS Tjokroaminoto Ponorogo, Sabtu malam (21/8). Sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan kawasan HOS sempat macet. Warga Ponorogo mudah berkata ora ndlomok (luar biasa) jika melihat sesuatu yang membuat mereka heran.

Pun, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menyayangkan munculnya kerumunan di kawasan HOS itu. Bertepatan malam minggu memang. Namun, Dwi menilai tidak ada langkah antisipasi agar manusia tidak bergerombol saat wabah Covid-19 masih mengancam. Apalagi, Ponorogo masuk zonasi risiko penularan tinggi. ‘’Malah mengundang kerumunan. Saya sungguh prihatin melihat rekaman videonya yang menyebar ke mana-mana,’’ kata Dwi, Senin (23/8).

Baca Juga :  Aksi Sosial Warga Ringankan Beban Sesama

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu akhirnya bertanya-tanya soal efektivitas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 yang sekarang ini masih berlangsung. ‘’Bagaimana kalau muncul kelompok pasien baru Covid-19 yang berasal dari kawasan HOS. Kekhawatiran yang sama juga banyak diungkapkan para nakes (tenaga kesehatan) saat menonton video kerumunan itu,’’ sesalnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/