alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Mutu Susu Perah Jenangan-Ponorogo Ranking Atas

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Peternakan sapi perah ternyata juga ada di Desa Jenangan, Sampung, Ponorogo. Produk susunya tak kalah dengan peternakan sapi di dataran tinggi lainnya. Bahkan, Kades Jenangan Irianto mengklaim hasil susu sapi dari desanya berada di ranking atas. ‘’Ini penilaian perusahaan minuman asal Swiss lho,’’ kata Irianto, Selasa (23/11).

Dia tunjuk bukti susu sapi perah dari Jenangan dihargai lumayan tinggi. Ada sekitar 50 sapi perah dipelihara peternak yang tersebar di sejumlah dusun. Para peternak sapi perah menjaga betul kualitas susu perahan. Setiap akan diperah, sapi selalu dimandikan. Bersamaan itu, dilakukan pembersihan kandang. ‘’Sapi berdiri di atas karpet saat susunya diperah, agar nyaman,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pandemi, Tetap Mendampingi dan Mengawasi

Irianto tidak menyangka jika sapi perah cocok diternak di Jenangan. Sebab, cuaca di desa itu cenderung panas. Seekor sapi dalam sehari mampu menghasilkan 15 liter susu. Ternak sapi perah di Jenangan berawal 2019 lalu tatkala sejumlah peternak merasa penasaran. Ternyata tumbuh berkembang dengan baik. ‘’Produksi susunya lumayan tinggi,’’ ungkapnya.

Soal pemasaran susu perah, para peternak tak perlu kebingungan. Sebab, mereka sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan minuman asal Swiss. Kontrak diteken sekitar lima bulan lalu. (tr2/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Peternakan sapi perah ternyata juga ada di Desa Jenangan, Sampung, Ponorogo. Produk susunya tak kalah dengan peternakan sapi di dataran tinggi lainnya. Bahkan, Kades Jenangan Irianto mengklaim hasil susu sapi dari desanya berada di ranking atas. ‘’Ini penilaian perusahaan minuman asal Swiss lho,’’ kata Irianto, Selasa (23/11).

Dia tunjuk bukti susu sapi perah dari Jenangan dihargai lumayan tinggi. Ada sekitar 50 sapi perah dipelihara peternak yang tersebar di sejumlah dusun. Para peternak sapi perah menjaga betul kualitas susu perahan. Setiap akan diperah, sapi selalu dimandikan. Bersamaan itu, dilakukan pembersihan kandang. ‘’Sapi berdiri di atas karpet saat susunya diperah, agar nyaman,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jalur Ponorogo-Trenggalek Dibuka, Warga Diminta Tetap Waspada

Irianto tidak menyangka jika sapi perah cocok diternak di Jenangan. Sebab, cuaca di desa itu cenderung panas. Seekor sapi dalam sehari mampu menghasilkan 15 liter susu. Ternak sapi perah di Jenangan berawal 2019 lalu tatkala sejumlah peternak merasa penasaran. Ternyata tumbuh berkembang dengan baik. ‘’Produksi susunya lumayan tinggi,’’ ungkapnya.

Soal pemasaran susu perah, para peternak tak perlu kebingungan. Sebab, mereka sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan minuman asal Swiss. Kontrak diteken sekitar lima bulan lalu. (tr2/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/