alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Pasien Isoman di Ponorogo Nol, Selter Covid-19 Malah Terisi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Rekor baru kasus Covid-19. Pasien isolasi mandiri zero alias nol. Pun, bed di rumah sakit rujukan hanya terisi delapan pasien yang tiga di antaranya berada di intensive care unit (ICU). Namun, selter di Jalan Trunojoyo, Ponorogo, malah berpenghuni tujuh pasien. ‘’Sudah tidak ada lagi pasien isoman (isolasi mandiri, Red) di rumah. Yang menghuni selter itu penularannya melalui seorang guru salah satu SD negeri di kawasan kota,’’ kata Haryono, Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Selasa (23/11).

Haryono menerangkan, awalnya ada sembilan pasien masuk selter berbarengan. Mereka berasal dari satu keluarga besar. Haryono menegaskan, hanya ada seorang siswa SD yang tertular gurunya itu. Pihaknya tidak mendatakan pasien penghuni selter sebagai kasus aktif lantaran pemeriksaan sebatas lewat rapid antigen. ‘’Ini menjadi pelajaran bahwa seseorang yang sudah divaksin tuntas sekalipun masih bisa terpapar dan menularkan virus,’’ ujarnya.
Kata Haryono, vaksinasi sebatas tameng agar tidak mudah tertular Covid-19. Namun, protokol kesehatan (prokes) tetap perlu ditegakkan. Tidak selayaknya vaksinasi menjadi acuan untuk menanggalkan prokes. Apalagi, capaian vaksinasi di Ponorogo belum genap 70 persen. ‘’Capaian lansia juga masih rendah. Belum sampai 25 persen, kami sedang mengupayakan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Prioritaskan Lansia Dapat Vaksin Sinovac

Masih ada temuan kasus kematian akibat korona dari ruang ICU. Haryono menyampaikan, pasien yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) dan berusia lanjut lebih berisiko. Tak urung, vaksinasi lansia menjadi acuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam penerapan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). ‘’Ada banyak alasan yang membuat capaian lansia sulit naik,’’ ungkapnya.

Warga senior itu merasa aman lantaran jarang bepergian. Padahal, mereka berpotensi tertular dari anak atau cucunya yang tetap aktif beraktivitas di luar rumah. Para lansia juga beranggapan bahwa vaksin itu menyeramkan. Haryono menyebut, dinkes kini mulai fokus vaksinasi lansia di lingkup terkecil. ‘’Kami masuk ke program posyandu atau pos windu lansia,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Rekor baru kasus Covid-19. Pasien isolasi mandiri zero alias nol. Pun, bed di rumah sakit rujukan hanya terisi delapan pasien yang tiga di antaranya berada di intensive care unit (ICU). Namun, selter di Jalan Trunojoyo, Ponorogo, malah berpenghuni tujuh pasien. ‘’Sudah tidak ada lagi pasien isoman (isolasi mandiri, Red) di rumah. Yang menghuni selter itu penularannya melalui seorang guru salah satu SD negeri di kawasan kota,’’ kata Haryono, Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Selasa (23/11).

Haryono menerangkan, awalnya ada sembilan pasien masuk selter berbarengan. Mereka berasal dari satu keluarga besar. Haryono menegaskan, hanya ada seorang siswa SD yang tertular gurunya itu. Pihaknya tidak mendatakan pasien penghuni selter sebagai kasus aktif lantaran pemeriksaan sebatas lewat rapid antigen. ‘’Ini menjadi pelajaran bahwa seseorang yang sudah divaksin tuntas sekalipun masih bisa terpapar dan menularkan virus,’’ ujarnya.
Kata Haryono, vaksinasi sebatas tameng agar tidak mudah tertular Covid-19. Namun, protokol kesehatan (prokes) tetap perlu ditegakkan. Tidak selayaknya vaksinasi menjadi acuan untuk menanggalkan prokes. Apalagi, capaian vaksinasi di Ponorogo belum genap 70 persen. ‘’Capaian lansia juga masih rendah. Belum sampai 25 persen, kami sedang mengupayakan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  OPD Tak Maksimal Kelola Pasar Legi

Masih ada temuan kasus kematian akibat korona dari ruang ICU. Haryono menyampaikan, pasien yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) dan berusia lanjut lebih berisiko. Tak urung, vaksinasi lansia menjadi acuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam penerapan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). ‘’Ada banyak alasan yang membuat capaian lansia sulit naik,’’ ungkapnya.

Warga senior itu merasa aman lantaran jarang bepergian. Padahal, mereka berpotensi tertular dari anak atau cucunya yang tetap aktif beraktivitas di luar rumah. Para lansia juga beranggapan bahwa vaksin itu menyeramkan. Haryono menyebut, dinkes kini mulai fokus vaksinasi lansia di lingkup terkecil. ‘’Kami masuk ke program posyandu atau pos windu lansia,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru