23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Petahana-Pendatang Baru Bersaing Ketat dalam Pilkades Serentak di Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Antusiasme warga menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan kepala desa (pilkades), Selasa (22/11) cukup tinggi. Kontestasi di beberapa desa berlangsung sengit. Seperti di Desa/Kecamatan Ngebel yang diikuti tiga calon kepala desa (cakades).

Meski seluruh kandidat merupakan pendatang baru, perolehan suara kemenangan hanya terpaut tiga suara. Cakades nomor 01 memperoleh 112 suara, nomor 02 meraih 1.008 suara, dan nomor 03 mendapatkan 1.011 suara.

Hasil perolehan sementara (update hingga pukul 20.02 tadi malam) menunjukkan incumbent (cakades petahana) di lima desa tumbang. Yakni Desa Tegalombo (Kauman) dengan selisih ketat hanya terpaut 44 suara.

Pendatang baru memperoleh 1.066 suara sementara incumbent 1.022 suara. Pendatang baru di Desa Morosari meraih 815 suara, mengungguli perolehan incumbent 320 suara. Desa Ngabar (Siman) pendatang baru 1.169 suara, incumbent 389 suara.

Kemudian, Desa Gelang Kulon (Sampung) pendatang baru mendulang 1.534 suara, incumbent 813 suara, serta pendatang baru lainnya mendapat 109 suara. Bahkan, pendatang baru di Desa Bungkal yang merupakan seorang PNS berhasil meraih 1.054 suara.

Perolehan itu menumbangkan posisi incumbent dengan perolehan 783 suara. Bahkan, istri incumbent yang turut maju hanya mampu mendapatkan tiga suara. ‘’Belum semua desa selesai penghitungan suaranya,’’ kata Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ponorogo Anik Purwani, kemarin.

Baca Juga :  Penetapan DPT Pilkades Serentak 23 Desa di Ponorogo

Kendati demikian, dari total 17 desa yang incumbent-nya maju lagi, tidak semuanya dimenangkan pendatang baru. Tercatat delapan desa dimenangkan incumbent.

Tiga desa di antaranya menang atas istrinya sendiri dengan selisih suara yang lumayan jauh. Yakni di Desa Tugurejo (Slahung) incumbent memperoleh 1.701 suara sementara istrinya 494 suara. Desa Paringan (Jenangan) incumbent 3.376 suara, sedangkan istrinya hanya 38 suara. Desa Menang (Jambon) incumbent 656 suara, istrinya hanya meraup 46 suara.

Sementara desa lainnya yang dimenangkan incumbent yakni Desa Gedangan (Ngrayun), Kalisat (Bungkal), Sekaran (Siman), Cekok (Babadan). Serta Desa Wates (Slahung) dengan perolehan paling ketat sekaligus jumlah cakades paling banyak empat kandidat.

Hasilnya, incumbent menang dengan 958 suara, ditempel pendatang baru (I) dengan 850 suara, pendatang baru (II) 527 suara, dan pendatang baru (III) 57 suara.

Kendati demikian, belum diketahui nasib incumbent di empat desa lainnya. Yakni di Desa Cepoko dan Baosan Kidul (Ngrayun); Desa Ngumpul (Balong); dan Desa Krebet (Jambon). Hingga berita ini ditulis pukul 20.02, penghitungan suara belum berakhir. Desa Krebet (Jambon) dengan jumlah pemilih terbanyak dan total 12 TPS diperkirakan tuntas pukul 22.00. (kid/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Antusiasme warga menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan kepala desa (pilkades), Selasa (22/11) cukup tinggi. Kontestasi di beberapa desa berlangsung sengit. Seperti di Desa/Kecamatan Ngebel yang diikuti tiga calon kepala desa (cakades).

Meski seluruh kandidat merupakan pendatang baru, perolehan suara kemenangan hanya terpaut tiga suara. Cakades nomor 01 memperoleh 112 suara, nomor 02 meraih 1.008 suara, dan nomor 03 mendapatkan 1.011 suara.

Hasil perolehan sementara (update hingga pukul 20.02 tadi malam) menunjukkan incumbent (cakades petahana) di lima desa tumbang. Yakni Desa Tegalombo (Kauman) dengan selisih ketat hanya terpaut 44 suara.

Pendatang baru memperoleh 1.066 suara sementara incumbent 1.022 suara. Pendatang baru di Desa Morosari meraih 815 suara, mengungguli perolehan incumbent 320 suara. Desa Ngabar (Siman) pendatang baru 1.169 suara, incumbent 389 suara.

Kemudian, Desa Gelang Kulon (Sampung) pendatang baru mendulang 1.534 suara, incumbent 813 suara, serta pendatang baru lainnya mendapat 109 suara. Bahkan, pendatang baru di Desa Bungkal yang merupakan seorang PNS berhasil meraih 1.054 suara.

Perolehan itu menumbangkan posisi incumbent dengan perolehan 783 suara. Bahkan, istri incumbent yang turut maju hanya mampu mendapatkan tiga suara. ‘’Belum semua desa selesai penghitungan suaranya,’’ kata Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ponorogo Anik Purwani, kemarin.

Baca Juga :  Pakai Dana BTT Desa Tangani Pascabencana Angin Puting Beliung di Madiun

Kendati demikian, dari total 17 desa yang incumbent-nya maju lagi, tidak semuanya dimenangkan pendatang baru. Tercatat delapan desa dimenangkan incumbent.

Tiga desa di antaranya menang atas istrinya sendiri dengan selisih suara yang lumayan jauh. Yakni di Desa Tugurejo (Slahung) incumbent memperoleh 1.701 suara sementara istrinya 494 suara. Desa Paringan (Jenangan) incumbent 3.376 suara, sedangkan istrinya hanya 38 suara. Desa Menang (Jambon) incumbent 656 suara, istrinya hanya meraup 46 suara.

Sementara desa lainnya yang dimenangkan incumbent yakni Desa Gedangan (Ngrayun), Kalisat (Bungkal), Sekaran (Siman), Cekok (Babadan). Serta Desa Wates (Slahung) dengan perolehan paling ketat sekaligus jumlah cakades paling banyak empat kandidat.

Hasilnya, incumbent menang dengan 958 suara, ditempel pendatang baru (I) dengan 850 suara, pendatang baru (II) 527 suara, dan pendatang baru (III) 57 suara.

Kendati demikian, belum diketahui nasib incumbent di empat desa lainnya. Yakni di Desa Cepoko dan Baosan Kidul (Ngrayun); Desa Ngumpul (Balong); dan Desa Krebet (Jambon). Hingga berita ini ditulis pukul 20.02, penghitungan suara belum berakhir. Desa Krebet (Jambon) dengan jumlah pemilih terbanyak dan total 12 TPS diperkirakan tuntas pukul 22.00. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru