alexametrics
29.2 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Proyek Trotoar Jalan Jenderal Sudirman Ponorogo Di-Adendum

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pekerjaan face-off pedestrian Jalan Jenderal Sudirman di Ponorogo menganut kalender karet. Gara-garanya kiriman keramik dari Bogor terlambat datang hingga terpaksa terbit adendum (perubahan perjanjian) bahwa deadline diundur dari 21 Desember menjadi 25 Desember lusa. ‘’Kami tambah waktunya karena menunggu kiriman keramik dari Bogor,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Henry Indra Wardana, Kamis (23/12).

Pekerjaan memang tinggal menyisakan pemasangan keramik di ruas trotoar sebelah barat Jalan Jensud (Jenderal Sudirman) itu. Henry mengatakan, kontraktor selama adendum tidak terkena denda. Namun, adendum hanya terbit sekali. ‘’Kalau lebih dari tenggat waktu yang tertera di adendum, maka akan dikenai denda keterlambatan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Lusa Dilelang, Pembongkaran Pasar Legi Harus Rata Nol Persen

Pengawas proyek melaporkan capaian pekerjaan face-off pedestrian Jalan Jenderal Sudirman mencapai 80 persen. Pekerja kini kerap lembur mengejar ketertinggalan 20 persen pekerjaan. Jika deadline 25 Desember terlanggar, maka kontraktor terkena denda satu hari per mil (1/1.000). Nilainya disesuaikan dengan kontrak. ‘’Ada dua CV yang mengerjakan. Nilai kontrak masing-masing di atas Rp 1 miliar,’’ jelasnya.

Tercatat dua CV yang memenangi lelang pembangunan trotoar itu. Yakni, CV Kharisma Jaya Ponorogo dengan nilai pekerjaan Rp 1,3 miliar dan CV Djayatri Tulungagung Rp 1,1 miliar. Trotoar sisi utara yang awalnya hanya selebar 1,9 meter kini melar menjadi lima meter. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pekerjaan face-off pedestrian Jalan Jenderal Sudirman di Ponorogo menganut kalender karet. Gara-garanya kiriman keramik dari Bogor terlambat datang hingga terpaksa terbit adendum (perubahan perjanjian) bahwa deadline diundur dari 21 Desember menjadi 25 Desember lusa. ‘’Kami tambah waktunya karena menunggu kiriman keramik dari Bogor,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Henry Indra Wardana, Kamis (23/12).

Pekerjaan memang tinggal menyisakan pemasangan keramik di ruas trotoar sebelah barat Jalan Jensud (Jenderal Sudirman) itu. Henry mengatakan, kontraktor selama adendum tidak terkena denda. Namun, adendum hanya terbit sekali. ‘’Kalau lebih dari tenggat waktu yang tertera di adendum, maka akan dikenai denda keterlambatan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Selidiki Jembatan Ambruk di Ponorogo, Polisi Tunggu Rekomendasi APIP

Pengawas proyek melaporkan capaian pekerjaan face-off pedestrian Jalan Jenderal Sudirman mencapai 80 persen. Pekerja kini kerap lembur mengejar ketertinggalan 20 persen pekerjaan. Jika deadline 25 Desember terlanggar, maka kontraktor terkena denda satu hari per mil (1/1.000). Nilainya disesuaikan dengan kontrak. ‘’Ada dua CV yang mengerjakan. Nilai kontrak masing-masing di atas Rp 1 miliar,’’ jelasnya.

Tercatat dua CV yang memenangi lelang pembangunan trotoar itu. Yakni, CV Kharisma Jaya Ponorogo dengan nilai pekerjaan Rp 1,3 miliar dan CV Djayatri Tulungagung Rp 1,1 miliar. Trotoar sisi utara yang awalnya hanya selebar 1,9 meter kini melar menjadi lima meter. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/