alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Jangan Keburu Nafsu Kelola Wisata Telaga Sarean dan Ngeblak

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dua pemerintah desa sama-sama ngebet mengelola potensi wisata telaga buntut pembangunan Waduk Bendo. Telaga Sarean mendadak muncul di Desa Temon, Sawoo, dan Telaga Nglebak tiba-tiba lahir di Desa Ngadirojo, Sooko. Namun, persoalan izin pengelolaan menjadi kendala. ‘’Kami masih menunggu proses perizinan,’’ kata Suwoto, kepala Desa Temon, Senin (24/1/2022).

Pihaknya semula tidak menyadari adanya potensi wisata bersamaan air Waduk Bendo menggenangi area sawah dan pemakaman umum di Temon. Pengunjung datang bergantian ingin menikmati keindahan berupa hamparan telaga. Pengamatan Jawa Pos Radar Ponorogo, Telaga Sarean lebih indah dibandingkan Telaga Nglebak. Posisi bukit dengan genangan air di bawahnya menjanjikan spot foto yang bagus. ‘’Masyarakat Dusun Mloko Legi yang mengelola kawasan itu untuk sementara waktu,’’ jelas Suwoto.

Baca Juga :  Atlet Rock Climbing Tak Kendur Latihan Selama Ramadan

Namun, akses menuju Telaga Sarean dan Telaga Nglebak sama-sama sulit. Pengunjung harus melewati jalan terjal. Area parkir memanfaatkan halaman rumah warga sekitar. Perlu berjalan kaki sejauh 500 meter untuk mendekati tepian telaga. Suwoto berencana merehabilitasi jalan menuju Telaga Sarean jika sudah memegang izin pengelolaan. ‘’Pengunjung enggan datang kalau akses jalan menuju tempat wisata buruk,’’ terangnya.

Suwoto juga mengaku waswas dengan keamanan pengunjung. Sebab, jarak antara pinggir telaga dan genangan air cukup dekat. Tidak ada pagar pembatas. Kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Desa Temon yang selama ini getol mengingatkan pengunjung agar tidak berada terlalu dekat dengan air telaga. ‘’Kami sudah punya pokdarwis karena ada objek wisata selain Telaga Sarean,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dua pemerintah desa sama-sama ngebet mengelola potensi wisata telaga buntut pembangunan Waduk Bendo. Telaga Sarean mendadak muncul di Desa Temon, Sawoo, dan Telaga Nglebak tiba-tiba lahir di Desa Ngadirojo, Sooko. Namun, persoalan izin pengelolaan menjadi kendala. ‘’Kami masih menunggu proses perizinan,’’ kata Suwoto, kepala Desa Temon, Senin (24/1/2022).

Pihaknya semula tidak menyadari adanya potensi wisata bersamaan air Waduk Bendo menggenangi area sawah dan pemakaman umum di Temon. Pengunjung datang bergantian ingin menikmati keindahan berupa hamparan telaga. Pengamatan Jawa Pos Radar Ponorogo, Telaga Sarean lebih indah dibandingkan Telaga Nglebak. Posisi bukit dengan genangan air di bawahnya menjanjikan spot foto yang bagus. ‘’Masyarakat Dusun Mloko Legi yang mengelola kawasan itu untuk sementara waktu,’’ jelas Suwoto.

Baca Juga :  Kasus DBD di Ponorogo Meningkat, Sehari Butuh Berkantong-kantong Trombosit

Namun, akses menuju Telaga Sarean dan Telaga Nglebak sama-sama sulit. Pengunjung harus melewati jalan terjal. Area parkir memanfaatkan halaman rumah warga sekitar. Perlu berjalan kaki sejauh 500 meter untuk mendekati tepian telaga. Suwoto berencana merehabilitasi jalan menuju Telaga Sarean jika sudah memegang izin pengelolaan. ‘’Pengunjung enggan datang kalau akses jalan menuju tempat wisata buruk,’’ terangnya.

Suwoto juga mengaku waswas dengan keamanan pengunjung. Sebab, jarak antara pinggir telaga dan genangan air cukup dekat. Tidak ada pagar pembatas. Kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Desa Temon yang selama ini getol mengingatkan pengunjung agar tidak berada terlalu dekat dengan air telaga. ‘’Kami sudah punya pokdarwis karena ada objek wisata selain Telaga Sarean,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/