alexametrics
26.6 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Aturan Baru Kemendagri, Pencatatan Nama Tak Boleh Satu Kata

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak akan ada lagi nama orang terdiri dari satu kata. Aturan baru itu diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 73/2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan.

Di Ponorogo, masih ada warga yang mengajukan pencatan kependudukan dengan nama yang terdiri dari satu kata. Nama-nama yang terdiri hanya satu kata itu tetap diizinkan lantaran telanjur tercetak di dokumen kependudukan. ”Banyak sekali dari saudara-saudara kita yang mencatatkan dokumennya hanya dengan nama Suyono, Misno, dan lain sebagainya. Nah, jumlahnya berapa, masih kami hitung,’’ kata Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo Heroe Purwanto, Selasa (24/5).

Aturan baru ini dimaksudkan agar pencatatan nama dalam dokumen administrasi kependudukan (adminduk) memenuhi kaidah yang telah ditentukan. Di antaranya mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak ambigu. Pula, jumlah hurufnya minimal terdiri dari dua kata dan maksimal 60 huruf. ‘’Nama yang terdiri dari satu kata sebelum periode Permendagri turun masih tetap berlaku,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Persilakan PT KAI Tempuh Jalur Hukum

Selain itu, nama dilarang menggunakan angka maupun tanda baca. Sekarang penulisan nama tak boleh disingkat. Misalnya, Abdul yang lazimnya hanya ditulis Abd atau Muhammad disingkat Muh. ‘’Setelah aturan ini turun sistem belum diperbaiki, detailnya kami masih menunggu,’’ imbuhnya.

Aturan ini mulai diberlakukan sejak diterbitkannya Permendagri, 21 April. Adapun jenis dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, kematian, KTP, kartu keluarga (KK) dan sejenisnya. ‘’Secara prinsip sejak aturan berlaku belum ada yang mengajukan nama satu kata,’’ terangnya.

Saat ini Dispendukcapil telah melanjutkan informasi ke berbagai satuan pelayanan hingga ke desa. Sejak aturan itu terbit, belum ada lagi warga yang mengajukan nama satu kata dalam adminduk. Alias nihil warga yang memberikan nama anaknya yang baru lahir hanya dengan satu kata. ‘’Kami cek di bagian pelayanan belum ada,’’ tegasnya. (kid/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak akan ada lagi nama orang terdiri dari satu kata. Aturan baru itu diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 73/2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan.

Di Ponorogo, masih ada warga yang mengajukan pencatan kependudukan dengan nama yang terdiri dari satu kata. Nama-nama yang terdiri hanya satu kata itu tetap diizinkan lantaran telanjur tercetak di dokumen kependudukan. ”Banyak sekali dari saudara-saudara kita yang mencatatkan dokumennya hanya dengan nama Suyono, Misno, dan lain sebagainya. Nah, jumlahnya berapa, masih kami hitung,’’ kata Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo Heroe Purwanto, Selasa (24/5).

Aturan baru ini dimaksudkan agar pencatatan nama dalam dokumen administrasi kependudukan (adminduk) memenuhi kaidah yang telah ditentukan. Di antaranya mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak ambigu. Pula, jumlah hurufnya minimal terdiri dari dua kata dan maksimal 60 huruf. ‘’Nama yang terdiri dari satu kata sebelum periode Permendagri turun masih tetap berlaku,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Igo Telateni Bisnis Sepatu Bekas Berkelas

Selain itu, nama dilarang menggunakan angka maupun tanda baca. Sekarang penulisan nama tak boleh disingkat. Misalnya, Abdul yang lazimnya hanya ditulis Abd atau Muhammad disingkat Muh. ‘’Setelah aturan ini turun sistem belum diperbaiki, detailnya kami masih menunggu,’’ imbuhnya.

Aturan ini mulai diberlakukan sejak diterbitkannya Permendagri, 21 April. Adapun jenis dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, kematian, KTP, kartu keluarga (KK) dan sejenisnya. ‘’Secara prinsip sejak aturan berlaku belum ada yang mengajukan nama satu kata,’’ terangnya.

Saat ini Dispendukcapil telah melanjutkan informasi ke berbagai satuan pelayanan hingga ke desa. Sejak aturan itu terbit, belum ada lagi warga yang mengajukan nama satu kata dalam adminduk. Alias nihil warga yang memberikan nama anaknya yang baru lahir hanya dengan satu kata. ‘’Kami cek di bagian pelayanan belum ada,’’ tegasnya. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/