alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Pembahasan 8 Raperda Ditarget Tuntas Tahun Ini

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Wakil rakyat satu suara menuntaskan pembahasan delapan raperda di pengujung tahun ini. Tiga di antaranya merupakan raperda inisiatif yang diusulkan dewan.

Kesepakatan itu didapat melalui rapat konsolidasi informal yang digelar secara tertutup antara pimpinan sementara dengan para ketua fraksi di ruang rapat paripurna Senin (23/9). ‘’Secara teknis, penyelesaiannya nanti akan dibagi dalam beberapa pansus (panitia khusus, Red),’’ kata ketua sementara DPRD Sunarto.

Rapat tertutup itu digelar mulai pukul 09.00. Di akhir pertemuan, forum menyepakati delapan raperda dalam program pembentukan perda (propemperda) harus diselesaikan tahun ini. ‘’Eksekutif juga sepakat untuk menyelesaikan delapan raperda ini dalam waktu tiga bulan tersisa,’’ bebernya.

Raperda yang dibahas kali ini antara lain terkait rancangan APBD 2020, peredaran minuman beralkohol, pemekaran wilayah, revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW), hingga terkait struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) desa.

Sementara, dua dari tiga raperda inisiatif yang akan dibahas meliputi raperda terkait corporate social responsibility (CSR) serta pengelolaan jalan dan lalu lintas. ‘’Tiga inisiatif dari DPRD, lima dari eksekutif,’’ ujar Sunarto.

Baca Juga :  Penghimpun Investasi Bodong Berkedok Bisnis Sapi Perah Dituntut 49 Tahun Bui

Khusus raperda terkait SOTK desa, kata dia, perlu diawali dengan konsultasi terlebih dahulu dengan biro hukum pemprov. Sebab, ada beberapa referensi aturan main yang berbeda. Misalnya, perbup yang mengacu pada permendagri untuk urusan terkait. ‘’Ini kami sarankan untuk dikonsultasikan terlebih dahulu,’’ sebut politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu.

Sunarto berjanji pihaknya akan bekerja cepat. Begitu pimpinan definitif dilantik serta alat kelengkapan dewan (AKD) terbentuk, dewan langsung menggelar rapat penyiapan.

Rencananya, satu pansus akan dibentuk spesifik untuk menangani rancangan APBD 2020. Sementara, tujuh raperda lainnya akan dikeroyok dua hingga tiga pansus. ‘’Pansus-pansus ini akan bekerja terpisah dan wajib menyelesaikan sampai akhir tahun ini. Di luar delapan raperda itu akan kami bahas pada 2020,’’ paparnya. (naz/c1/isd)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Wakil rakyat satu suara menuntaskan pembahasan delapan raperda di pengujung tahun ini. Tiga di antaranya merupakan raperda inisiatif yang diusulkan dewan.

Kesepakatan itu didapat melalui rapat konsolidasi informal yang digelar secara tertutup antara pimpinan sementara dengan para ketua fraksi di ruang rapat paripurna Senin (23/9). ‘’Secara teknis, penyelesaiannya nanti akan dibagi dalam beberapa pansus (panitia khusus, Red),’’ kata ketua sementara DPRD Sunarto.

Rapat tertutup itu digelar mulai pukul 09.00. Di akhir pertemuan, forum menyepakati delapan raperda dalam program pembentukan perda (propemperda) harus diselesaikan tahun ini. ‘’Eksekutif juga sepakat untuk menyelesaikan delapan raperda ini dalam waktu tiga bulan tersisa,’’ bebernya.

Raperda yang dibahas kali ini antara lain terkait rancangan APBD 2020, peredaran minuman beralkohol, pemekaran wilayah, revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW), hingga terkait struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) desa.

Sementara, dua dari tiga raperda inisiatif yang akan dibahas meliputi raperda terkait corporate social responsibility (CSR) serta pengelolaan jalan dan lalu lintas. ‘’Tiga inisiatif dari DPRD, lima dari eksekutif,’’ ujar Sunarto.

Baca Juga :  Alvin Setya Patria Gaungkan Kota Sepur lewat Miniatur

Khusus raperda terkait SOTK desa, kata dia, perlu diawali dengan konsultasi terlebih dahulu dengan biro hukum pemprov. Sebab, ada beberapa referensi aturan main yang berbeda. Misalnya, perbup yang mengacu pada permendagri untuk urusan terkait. ‘’Ini kami sarankan untuk dikonsultasikan terlebih dahulu,’’ sebut politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu.

Sunarto berjanji pihaknya akan bekerja cepat. Begitu pimpinan definitif dilantik serta alat kelengkapan dewan (AKD) terbentuk, dewan langsung menggelar rapat penyiapan.

Rencananya, satu pansus akan dibentuk spesifik untuk menangani rancangan APBD 2020. Sementara, tujuh raperda lainnya akan dikeroyok dua hingga tiga pansus. ‘’Pansus-pansus ini akan bekerja terpisah dan wajib menyelesaikan sampai akhir tahun ini. Di luar delapan raperda itu akan kami bahas pada 2020,’’ paparnya. (naz/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/