alexametrics
25.5 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Menyaru Teman, Tipu Rp 12,5 Juta

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Rio Hadinoto seolah masih tidak rela uang tabungannya lenyap begitu saja, Sabtu lalu (21/9). Bahkan, saat warga asal Dukuh Petung, Desa Binade, Kecamatan Ngrayun, itu melaporkan kasus yang dialaminya tersebut ke polisi Senin (23/9). Rio merasa belum habis pikir kalau  dirinya menjadi korban penipuan.

Ceritanya, pada Sabtu lalu sekitar pukul 15.00 dia menerima pesan WhatsApp (WA) dari seorang temannya yang mengaku bernama M. Said. Dalam pesannya tersebut, Said mengaku butuh biaya operasi gagal ginjal untuk ayahnya. Nilainya sekitar Rp 70 juta. ‘’Pesannya itu panjang, katanya kurang Rp 12,5 juta dan harus dibayar dalam waktu satu jam lagi,’’ ujarnya.

Yang membuat Rio sedikit yakin adalah keitka Said menghubunginya. Di balik telepon terdengar suara sesenggukan. Suara pria yang dikira temannya itu bergetar sambil memohon-mohon.

Mendengar sambatan itu, Rio luluh. Dia menjanjikan untuk mentransfer sejumlah uang ke Said tetapi nomor rekening tujuannya atas nama Hasna. ‘’Saya percaya karena di foto profilnya itu benar foto teman saya. Said itu teman SMK. Saya sendiri memang jarang komunikasi tapi kami berteman di grup WA,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Suami Terlilit Utang, Istri Minta Pegatan

Kecurigaan Rio muncul ketika Said kembali meminta sejumlah uang sekitar pukul 18.00 melalui pesan WA. Dia mengaku uang yang ditransfer belum masuk. Tetapi, Rio mengaku jika prosesnya sudah beres sambil menunjukkan bukti transfer. Saat berusaha mencari kepastian itu, Rio mendapati bahwa kontaknya sudah diblokir. ‘’Dari situ saya sudah curiga,’’ ucapnya.

Dia makin yakin menjadi korban penipuan ketika melihat display picture (DP) asli Said di kontak WA berbeda dengan nomor yang sempat mengirimkan chatting kepadanya. ‘’Pagi tadi (kemarin, Red) saya langsung ke bank. Setelah dicek ternyata saldo rekening saya sudah kosong, sebelum akhirnya saya diminta untuk melapor ke polisi,’’ tutur Rio. (dil/c1/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Rio Hadinoto seolah masih tidak rela uang tabungannya lenyap begitu saja, Sabtu lalu (21/9). Bahkan, saat warga asal Dukuh Petung, Desa Binade, Kecamatan Ngrayun, itu melaporkan kasus yang dialaminya tersebut ke polisi Senin (23/9). Rio merasa belum habis pikir kalau  dirinya menjadi korban penipuan.

Ceritanya, pada Sabtu lalu sekitar pukul 15.00 dia menerima pesan WhatsApp (WA) dari seorang temannya yang mengaku bernama M. Said. Dalam pesannya tersebut, Said mengaku butuh biaya operasi gagal ginjal untuk ayahnya. Nilainya sekitar Rp 70 juta. ‘’Pesannya itu panjang, katanya kurang Rp 12,5 juta dan harus dibayar dalam waktu satu jam lagi,’’ ujarnya.

Yang membuat Rio sedikit yakin adalah keitka Said menghubunginya. Di balik telepon terdengar suara sesenggukan. Suara pria yang dikira temannya itu bergetar sambil memohon-mohon.

Mendengar sambatan itu, Rio luluh. Dia menjanjikan untuk mentransfer sejumlah uang ke Said tetapi nomor rekening tujuannya atas nama Hasna. ‘’Saya percaya karena di foto profilnya itu benar foto teman saya. Said itu teman SMK. Saya sendiri memang jarang komunikasi tapi kami berteman di grup WA,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Jangan Jadi Kota Seribu Pita Penggaduh

Kecurigaan Rio muncul ketika Said kembali meminta sejumlah uang sekitar pukul 18.00 melalui pesan WA. Dia mengaku uang yang ditransfer belum masuk. Tetapi, Rio mengaku jika prosesnya sudah beres sambil menunjukkan bukti transfer. Saat berusaha mencari kepastian itu, Rio mendapati bahwa kontaknya sudah diblokir. ‘’Dari situ saya sudah curiga,’’ ucapnya.

Dia makin yakin menjadi korban penipuan ketika melihat display picture (DP) asli Said di kontak WA berbeda dengan nomor yang sempat mengirimkan chatting kepadanya. ‘’Pagi tadi (kemarin, Red) saya langsung ke bank. Setelah dicek ternyata saldo rekening saya sudah kosong, sebelum akhirnya saya diminta untuk melapor ke polisi,’’ tutur Rio. (dil/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/