27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Penyedia Nomor Tiga Menangkan Retender Proyek Perbaikan Lift Gedung Lantai 8

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tak mudah mencari kontraktor yang berani menggarap proyek perbaikan lift di Graha Krida Praja atau Gedung Lantai 8. Setelah dilakukan retender, Unit Layanan Pengadaan (ULP) akhirnya menetapkan CV Mulia Berkahtama Abadi (MBA) sebagai pemenang.

Penyedia jasa yang berkantor di Karawaci Office Park Blok Excelis Nomor 10 Panunggangan Barat Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Jawa Barat, itu harus segera menandatangani kontrak. ULP telah menyerahkan berkas ke pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk diproses. ‘’Pemenang yang telah ditetapkan bisa diundang, tindak lanjut prakontrak seperti apa,’’ kata Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Ponorogo Budi Darmawan.

Sejatinya, CV MBA berada di peringkat tiga dengan harga penawaran Rp 1,175 miliar dari hasil evaluasi lelang. Dua penyedia lain berada di atasnya, dengan tawaran harga lebih rendah. CV Citra Sarana (CS) di peringkat kedua dengan tawaran Rp 1,173 miliar, serta PT Taros Mitra Technology (TMT) di peringkat pertama dengan penawaran Rp 1,111 miliar.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Sasar Vaksinasi 75 Ribu Warga

Namun, kedua penyedia jasa itu mangkir serta tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi dan verifikasi. ‘’Yang hadir penawar terendah ketiga,’’ ujar Budi. Tender ulang cukup diminati, diikuti 14 peserta. Namun, tidak seluruhnya mengajukan penawaran harga.

Dari total peserta tender, hanya tujuh penyedia yang mengajukan penawaran. Selanjutnya, dilakukan evaluasi serta pemeringkatan berdasarkan harga penawaran terendah. ‘’Seluruh penyedia berasal dari luar kota, tidak ada yang dari Ponorogo,’’ sebutnya.

Budi berharap pemenang yang telah ditunjuk ini berkomitmen menandatangani kontrak dan menjalankan pekerjaan. Sehingga perbaikan lift di Gedung Lantai 8 dapat direalisasikan tahun ini. Mengingat mobilitas pegawai selama ini terhambat setelah satu lift rusak. ‘’Selama ini terganggu karena hanya satu lift yang aktif. Padahal lift ini urgen untuk mobilisasi pegawai di sana,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin) 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tak mudah mencari kontraktor yang berani menggarap proyek perbaikan lift di Graha Krida Praja atau Gedung Lantai 8. Setelah dilakukan retender, Unit Layanan Pengadaan (ULP) akhirnya menetapkan CV Mulia Berkahtama Abadi (MBA) sebagai pemenang.

Penyedia jasa yang berkantor di Karawaci Office Park Blok Excelis Nomor 10 Panunggangan Barat Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Jawa Barat, itu harus segera menandatangani kontrak. ULP telah menyerahkan berkas ke pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk diproses. ‘’Pemenang yang telah ditetapkan bisa diundang, tindak lanjut prakontrak seperti apa,’’ kata Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Ponorogo Budi Darmawan.

Sejatinya, CV MBA berada di peringkat tiga dengan harga penawaran Rp 1,175 miliar dari hasil evaluasi lelang. Dua penyedia lain berada di atasnya, dengan tawaran harga lebih rendah. CV Citra Sarana (CS) di peringkat kedua dengan tawaran Rp 1,173 miliar, serta PT Taros Mitra Technology (TMT) di peringkat pertama dengan penawaran Rp 1,111 miliar.

Baca Juga :  Piranti Lift Gedung Lantai 8 Masih Perjalanan dari Jerman

Namun, kedua penyedia jasa itu mangkir serta tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi dan verifikasi. ‘’Yang hadir penawar terendah ketiga,’’ ujar Budi. Tender ulang cukup diminati, diikuti 14 peserta. Namun, tidak seluruhnya mengajukan penawaran harga.

Dari total peserta tender, hanya tujuh penyedia yang mengajukan penawaran. Selanjutnya, dilakukan evaluasi serta pemeringkatan berdasarkan harga penawaran terendah. ‘’Seluruh penyedia berasal dari luar kota, tidak ada yang dari Ponorogo,’’ sebutnya.

Budi berharap pemenang yang telah ditunjuk ini berkomitmen menandatangani kontrak dan menjalankan pekerjaan. Sehingga perbaikan lift di Gedung Lantai 8 dapat direalisasikan tahun ini. Mengingat mobilitas pegawai selama ini terhambat setelah satu lift rusak. ‘’Selama ini terganggu karena hanya satu lift yang aktif. Padahal lift ini urgen untuk mobilisasi pegawai di sana,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin) 

Most Read

Artikel Terbaru

/