alexametrics
31.3 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Cerita Suami di Ponorogo Nekat Bongkar Makam Istri karena Bisikan Gaib

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Desa Jonggol, Kecamatan Jambon, Ponorogo dibuat heboh dengan ulah Robyek. Pria 50 tahun itu membongkar paksa makam istrinya, Simpen yang telah meninggal dunia pada 27 Oktober lalu.

Pembongkaran makam dilakukan Robyek, Rabu (24/11) siang dengan menggunakan pacul dan parang. Hal itu sengaja dilakukannya dengan alasan karena mendengar bisikan gaib.

Kades Jonggol Supriyadi mengaku sempat kaget dengan ulah Robyek. Dia menduga kejiwaannya terganggu. ‘’Robyek mengalami sakit jiwa sejak lama. Karena yang bersangkutan katanya sengaja membongkar makam setelah mendapat bisikan kalau perbuatannya itu bisa mengobati istrinya (Simpen) yang sakit jantung,’’ katanya.

Padahal, kata dia, Simpen sudah meninggal sekitar sebulan lalu. Sejak itu Robyek merasa depresi. Dia kerap berteriak tak keruan. ‘’Selama masih hidup, Simpen-lah yang merawat Robyek. Tapi, sebaliknya, Robyek mengaku kalau istrinya masih hidup. Ke makam, Robyek membawa gerobak dan terpal katanya untuk membawa (jasad) istrinya,’’ beber Supriyadi.

Baca Juga :  Dua Warga Ponorogo Selundupkan Pupuk dari Madura

Warga yang mengetahui perbuatan Robyek membongkar makam Simpen tersebut sempat panik. Mereka tidak berani menghentikan ulah pria tersebut. Warga khawatir kalau Robyek ngamuk. Apalagi, saat itu dia membawa pacul dan parang. ‘’Saya ajak komunikasi. Saya bujuk. Akhirnya mau yang bersangkutan menghentikan proses pembongkaran makam,’’ kata Kapolsek Jambon Iptu Nanang Budianto.

Selanjutnya, Nanang menghubungi pihak dinas sosial dan mantri kesehatan jiwa untuk membawa Robyek ke RSUD dr Harjono guna mendapatkan perawatan psikis. ‘’Sempat menolak tadi saat akan dibawa ke rumah sakit. Tapi, setelah disuntik, akhirnya Robyek bisa dibawa,’’ jelasnya. (her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Desa Jonggol, Kecamatan Jambon, Ponorogo dibuat heboh dengan ulah Robyek. Pria 50 tahun itu membongkar paksa makam istrinya, Simpen yang telah meninggal dunia pada 27 Oktober lalu.

Pembongkaran makam dilakukan Robyek, Rabu (24/11) siang dengan menggunakan pacul dan parang. Hal itu sengaja dilakukannya dengan alasan karena mendengar bisikan gaib.

Kades Jonggol Supriyadi mengaku sempat kaget dengan ulah Robyek. Dia menduga kejiwaannya terganggu. ‘’Robyek mengalami sakit jiwa sejak lama. Karena yang bersangkutan katanya sengaja membongkar makam setelah mendapat bisikan kalau perbuatannya itu bisa mengobati istrinya (Simpen) yang sakit jantung,’’ katanya.

Padahal, kata dia, Simpen sudah meninggal sekitar sebulan lalu. Sejak itu Robyek merasa depresi. Dia kerap berteriak tak keruan. ‘’Selama masih hidup, Simpen-lah yang merawat Robyek. Tapi, sebaliknya, Robyek mengaku kalau istrinya masih hidup. Ke makam, Robyek membawa gerobak dan terpal katanya untuk membawa (jasad) istrinya,’’ beber Supriyadi.

Baca Juga :  Dua Warga Ponorogo Selundupkan Pupuk dari Madura

Warga yang mengetahui perbuatan Robyek membongkar makam Simpen tersebut sempat panik. Mereka tidak berani menghentikan ulah pria tersebut. Warga khawatir kalau Robyek ngamuk. Apalagi, saat itu dia membawa pacul dan parang. ‘’Saya ajak komunikasi. Saya bujuk. Akhirnya mau yang bersangkutan menghentikan proses pembongkaran makam,’’ kata Kapolsek Jambon Iptu Nanang Budianto.

Selanjutnya, Nanang menghubungi pihak dinas sosial dan mantri kesehatan jiwa untuk membawa Robyek ke RSUD dr Harjono guna mendapatkan perawatan psikis. ‘’Sempat menolak tadi saat akan dibawa ke rumah sakit. Tapi, setelah disuntik, akhirnya Robyek bisa dibawa,’’ jelasnya. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/