alexametrics
29.9 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Unjuk Swasta Tergiur Ratusan Juta

PONOROGO – Santer mengemuka, pengelolaan parkir di Bumi Reyog dikerjasamakan dengan pihak swasta. Kabar yang berhembus, pihak swasta yang mengajukan kerjasama itu adalah PT Bumi Jati Mongal Permai (PT BJMP), yang notabene mengelola parkir di Kota Madiun. Perihal swastanisasi itu dibantah PT BJMP. ‘’Bukan kami. Bisnis pengelolaan parkir kami hanya di Kota Madiun,’’ bantah Project Manager PT BJMP Wahyu Hendrawan, kemarin (24/2).

Wahyu menegaskan, perseroannya sama sekali tak pernah mengajukan kerjasama pengelolaan parkir di Bumi Reyog. ‘’Core bisnis kami banyak. Parkir hanya salah satunya. Tapi itu pun hanya kami lakukan di Kota Madiun, tidak di daerah lain,’’ tegasnya.

Di lain pihak, Kepala Dishub Djunaedi membenarkan adanya pengajuan kerjasama pengelolaan parkir oleh pihak swasta. Dia pun mengiyakan jika pihak swasta itu juga menjalankan bisnis di Madiun. Namun, Djunaedi enggan buka-bukaan terkait perusahaan yang dimaksud. Dia hanya menyebut, pengajuan kerjasama itu sudah diterima dishub sejak tahun lalu. ‘’Penawarannya sudah masuk sekitar Oktober tahun lalu,’’ ujarnya, kepada Radar Ponorogo.

Djunaedi mengaku terkejut dengan penawaran itu. Dia lantas melempar balik dan meminta pihak swasta terkait mengajukan proposal kerjasama secara resmi kepada Pemkab Ponorogo. Hingga sekarang, belum ada kepastian jawaban. ‘’Butuh kajian yang mendalam untuk memutuskan hal itu,’’ kata dia.

Baca Juga :  Hilang Kumandang Pasar Lanang

Djunaedi terang-terangan turut mempertimbangkan karut-marut kerjasama parkir di Kota Madiun. Di samping mempertimbangkan ekstensifikasi dan intensifikasi potensi di sektor pajak dan retribusi parkir. ‘’Per tahun lalu, penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir sekitar Rp 800 juta. Sejauh ini, kami bagi hasil dengan juru parkir. Sejauh ini, kerjasama berjalan baik,’’ tukasnya. (naz/fin)

PONOROGO – Santer mengemuka, pengelolaan parkir di Bumi Reyog dikerjasamakan dengan pihak swasta. Kabar yang berhembus, pihak swasta yang mengajukan kerjasama itu adalah PT Bumi Jati Mongal Permai (PT BJMP), yang notabene mengelola parkir di Kota Madiun. Perihal swastanisasi itu dibantah PT BJMP. ‘’Bukan kami. Bisnis pengelolaan parkir kami hanya di Kota Madiun,’’ bantah Project Manager PT BJMP Wahyu Hendrawan, kemarin (24/2).

Wahyu menegaskan, perseroannya sama sekali tak pernah mengajukan kerjasama pengelolaan parkir di Bumi Reyog. ‘’Core bisnis kami banyak. Parkir hanya salah satunya. Tapi itu pun hanya kami lakukan di Kota Madiun, tidak di daerah lain,’’ tegasnya.

Di lain pihak, Kepala Dishub Djunaedi membenarkan adanya pengajuan kerjasama pengelolaan parkir oleh pihak swasta. Dia pun mengiyakan jika pihak swasta itu juga menjalankan bisnis di Madiun. Namun, Djunaedi enggan buka-bukaan terkait perusahaan yang dimaksud. Dia hanya menyebut, pengajuan kerjasama itu sudah diterima dishub sejak tahun lalu. ‘’Penawarannya sudah masuk sekitar Oktober tahun lalu,’’ ujarnya, kepada Radar Ponorogo.

Djunaedi mengaku terkejut dengan penawaran itu. Dia lantas melempar balik dan meminta pihak swasta terkait mengajukan proposal kerjasama secara resmi kepada Pemkab Ponorogo. Hingga sekarang, belum ada kepastian jawaban. ‘’Butuh kajian yang mendalam untuk memutuskan hal itu,’’ kata dia.

Baca Juga :  Aris Prasetyo Wibowo Menggambar Wayang di Kulit Kambing

Djunaedi terang-terangan turut mempertimbangkan karut-marut kerjasama parkir di Kota Madiun. Di samping mempertimbangkan ekstensifikasi dan intensifikasi potensi di sektor pajak dan retribusi parkir. ‘’Per tahun lalu, penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir sekitar Rp 800 juta. Sejauh ini, kami bagi hasil dengan juru parkir. Sejauh ini, kerjasama berjalan baik,’’ tukasnya. (naz/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/