alexametrics
30.2 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Kang Giri Pastikan Tak Ada “Matahari Kembar” di Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kerap terjadi pasangan kepala daerah pecah kongsi di tengah jalan. Namun, putus hubungan kerja sama itu tak berlaku bagi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati (Wabup) Lisdyarita yang dilantik sejak 26 Februari 2021 lalu. Bahkan, Kang Giri –sapaan Sugiri Sancoko– dan Bunda Rita –sebutan akrab Lisdyarita– kerap tampil bersama di depan publik selama hampir genap setahun memimpin Ponorogo.

‘’Bunda Rita adalah wakil bupati yang populer,’’ ungkap Kang Giri tanpa sungkan menyanjung wakilnya dalam sesi wawancara dengan awak media kemarin (24/2). Kinerja kepala daerah –gubernur, bupati, dan wali kota– memang tidak lepas dari gerak wakilnya. Kang Giri mengakui bahwa kunci harmonisasi itu tidak lepas dari peran dan tanggung jawab masing-masing. ‘’Intinya mengerti posisi,’’ imbuh Kang Giri.

Dia lebih banyak ngemong lantaran Bunda Rita terpaut tujuh tahun lebih muda. Keduanya juga saling bertukar pikiran sebelum menentukan kebijakan. Tak urung, Kang Giri langsung menepis saat muncul pendapat ada matahari kembar di Pemkab Ponorogo. ‘’Bupati tidak bisa meninggalkan wakilnya,’’ tegas KG.

Dia merujuk UU 9/2015 tentang perubahan kedua atas UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah yang telah membagi tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ada enam poin tugas pokok seorang bupati. Sedangkan tugas wakil bupati adalah membantu bupati dalam empat urusan. Selain itu, Wabup bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada bupati dalam pelaksanaan pemerintahan daerah. ‘’Kami duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Face-Off Jalan Urip Sumoharjo-Sudirman Tuntas Tahun Ini

Tanpa kecuali dalam urusan mutasi untuk percepatan transformasi birokrasi. Kang Giri mengaku selalu meminta pertimbangan Bunda Rita saat menempatkan pejabat dalam posisi tertentu. Bahkan, dia berani menjamin tak ada satu pun mutasi pejabat tanpa lewat pertimbangan wakil bupati. ‘’Pejabat ini cocok atau tidak di posisi itu, bagaimana menurut Bunda. Kalau tidak cocok, apa pertimbangannya, bagaimana bagusnya,’’ urai Kang Giri.

Kang Giri mengklaim dirinya dan Bunda Rita menjalankan tugas jelas dan terukur. Termasuk peran sekretaris daerah (Sekda) yang tak kalah penting. Kerja sama sinergis itu semata demi mewujudkan kemaslahatan warga Ponorogo. ‘’Tidak hanya Bunda, tapi Pak Sekda juga. Semua tugasnya jelas dan terukur,’’ ungkapnya.

Bunda Rita idem ditto dengan apa yang disampaikan Kang Giri. Bukan enggan melayani wawancara, namun wakil bupati kelahiran Jakarta 1978 itu harus buru-buru mendampingi Kang Giri dalam agenda kerja di Pringgitan. Seusai acara, mobil dinas bupati dan Wabup beriringan melewati alun-alun. (kid/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kerap terjadi pasangan kepala daerah pecah kongsi di tengah jalan. Namun, putus hubungan kerja sama itu tak berlaku bagi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati (Wabup) Lisdyarita yang dilantik sejak 26 Februari 2021 lalu. Bahkan, Kang Giri –sapaan Sugiri Sancoko– dan Bunda Rita –sebutan akrab Lisdyarita– kerap tampil bersama di depan publik selama hampir genap setahun memimpin Ponorogo.

‘’Bunda Rita adalah wakil bupati yang populer,’’ ungkap Kang Giri tanpa sungkan menyanjung wakilnya dalam sesi wawancara dengan awak media kemarin (24/2). Kinerja kepala daerah –gubernur, bupati, dan wali kota– memang tidak lepas dari gerak wakilnya. Kang Giri mengakui bahwa kunci harmonisasi itu tidak lepas dari peran dan tanggung jawab masing-masing. ‘’Intinya mengerti posisi,’’ imbuh Kang Giri.

Dia lebih banyak ngemong lantaran Bunda Rita terpaut tujuh tahun lebih muda. Keduanya juga saling bertukar pikiran sebelum menentukan kebijakan. Tak urung, Kang Giri langsung menepis saat muncul pendapat ada matahari kembar di Pemkab Ponorogo. ‘’Bupati tidak bisa meninggalkan wakilnya,’’ tegas KG.

Dia merujuk UU 9/2015 tentang perubahan kedua atas UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah yang telah membagi tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ada enam poin tugas pokok seorang bupati. Sedangkan tugas wakil bupati adalah membantu bupati dalam empat urusan. Selain itu, Wabup bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada bupati dalam pelaksanaan pemerintahan daerah. ‘’Kami duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dugaan Penimbunan BBM di SPBU Ahmad Yani Menguat

Tanpa kecuali dalam urusan mutasi untuk percepatan transformasi birokrasi. Kang Giri mengaku selalu meminta pertimbangan Bunda Rita saat menempatkan pejabat dalam posisi tertentu. Bahkan, dia berani menjamin tak ada satu pun mutasi pejabat tanpa lewat pertimbangan wakil bupati. ‘’Pejabat ini cocok atau tidak di posisi itu, bagaimana menurut Bunda. Kalau tidak cocok, apa pertimbangannya, bagaimana bagusnya,’’ urai Kang Giri.

Kang Giri mengklaim dirinya dan Bunda Rita menjalankan tugas jelas dan terukur. Termasuk peran sekretaris daerah (Sekda) yang tak kalah penting. Kerja sama sinergis itu semata demi mewujudkan kemaslahatan warga Ponorogo. ‘’Tidak hanya Bunda, tapi Pak Sekda juga. Semua tugasnya jelas dan terukur,’’ ungkapnya.

Bunda Rita idem ditto dengan apa yang disampaikan Kang Giri. Bukan enggan melayani wawancara, namun wakil bupati kelahiran Jakarta 1978 itu harus buru-buru mendampingi Kang Giri dalam agenda kerja di Pringgitan. Seusai acara, mobil dinas bupati dan Wabup beriringan melewati alun-alun. (kid/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/