alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Kelamaan Daring Minat Belajar Siswa Hilang

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) kena tuding sebagai biang keladi menurunnya kualitas pendidikan. Hal itu diutarakan oelh Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ponorogo Ruskamto, Selasa (25/5).

Menurut dia, peserta didik berisiko mengalami hilangnya minat belajar. Kantaran kurangnya intensitas interaksi dengan pendidik. Belum lagi persoalan keterbatasan perangkat elektronik dan kuota internet saat sekolah dalam jaringan (daring) itu berlangsung. ‘’Problematika yang sering dijumpai adalah keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran daring. Faktor pendidikan dan kesiapan orang tua yang minim juga ikut menjadi kendala,’’ ungkap kepala SMPN 5 Ponorogo itu.

Ruskamto juga mencermati sebagian orang tua beranggapan bahwa anaknya libur sekolah berkepanjangan. Kegiatan belajar-mengajar semata dipahami pembelajaran tatap muka. Peserta didik masuk gedung sekolah, bertemu guru dan teman-temannya secara fisik. ‘’Keluarga kurang mampu memandang pembelajaran daring sebagai persoalan dari sisi ekonomi,’’ jelasnya. (mg4/her)

Baca Juga :  Tiga Pekan Simulasi, Pengunjung Objek Wisata Masih Sepi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) kena tuding sebagai biang keladi menurunnya kualitas pendidikan. Hal itu diutarakan oelh Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ponorogo Ruskamto, Selasa (25/5).

Menurut dia, peserta didik berisiko mengalami hilangnya minat belajar. Kantaran kurangnya intensitas interaksi dengan pendidik. Belum lagi persoalan keterbatasan perangkat elektronik dan kuota internet saat sekolah dalam jaringan (daring) itu berlangsung. ‘’Problematika yang sering dijumpai adalah keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran daring. Faktor pendidikan dan kesiapan orang tua yang minim juga ikut menjadi kendala,’’ ungkap kepala SMPN 5 Ponorogo itu.

Ruskamto juga mencermati sebagian orang tua beranggapan bahwa anaknya libur sekolah berkepanjangan. Kegiatan belajar-mengajar semata dipahami pembelajaran tatap muka. Peserta didik masuk gedung sekolah, bertemu guru dan teman-temannya secara fisik. ‘’Keluarga kurang mampu memandang pembelajaran daring sebagai persoalan dari sisi ekonomi,’’ jelasnya. (mg4/her)

Baca Juga :  Los 4 Pasar Sementara Mulai Bergeliat

Most Read

Artikel Terbaru

/