alexametrics
22.4 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Tiap Belanja di Pasar Krempyeng, Bupati Ponorogo Rogoh Lima Juta

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun Pasar krempyeng dinilai mampu mendongkrak ekonomi lokal. Perputaran uangnya ditaksir mencapai puluhan juta. Secara bertahap, dilakukan penjajakan untuk pemasaran online.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku tiap berkunjung ke pasar krempyeng merogoh kocek jutaan. Guna menstimulus putaran perekonomian di akar rumput. ‘’Angka riilnya belum kami hitung. Tapi, saya selalu belanja di atas Rp 5 juta,’’ katanya, Rabu (25/5).

Kang Giri, sapaan bupati, meyakini tiap pasar krempyeng punya produk khas masing-masing. Seperti keripik tempe khas Ngrayun maupun getuk khas Golan, Sukorejo. Bupati ingin produk lokal seperti itu dapat dinikmati di desa lain. Caranya, melalui digital marketing. ‘’Agar tempe Ngrayun bisa dikonsumsi orang Sukorejo, Gelang, Ngebel, dan desa lainnya,’’ harap bupati.

Baca Juga :  Inovasi Pelajar Ciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Jika pasar krempyeng rutin digelar setiap bulan, bakal menumbuhkan pangsa pasar yang loyal. Tiap desa punya market share yang baik untuk menjual setiap produk unggulannya. ‘’Apa pun produknya, ketika dipromosikan ke segala penjuru pasti akan ada pasar yang luar biasa,’’ ungkapnya.

Kang Giri tak ingin muluk-muluk. Produk lokal tak melulu harus dipasarkan ke luar daerah. Dia percaya Ponorogo punya pasar kuat dengan kearifan lokal dari tiap desa. Keterlibatan pemuda dan masyarakat setempat tak kalah penting. Mereka bakal dididik untuk ikut memasarkan produk melalui online. ‘’Kami tidak ingin bermimpi keluar sebelum Ponorogo kuat,’’ tandasnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun Pasar krempyeng dinilai mampu mendongkrak ekonomi lokal. Perputaran uangnya ditaksir mencapai puluhan juta. Secara bertahap, dilakukan penjajakan untuk pemasaran online.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku tiap berkunjung ke pasar krempyeng merogoh kocek jutaan. Guna menstimulus putaran perekonomian di akar rumput. ‘’Angka riilnya belum kami hitung. Tapi, saya selalu belanja di atas Rp 5 juta,’’ katanya, Rabu (25/5).

Kang Giri, sapaan bupati, meyakini tiap pasar krempyeng punya produk khas masing-masing. Seperti keripik tempe khas Ngrayun maupun getuk khas Golan, Sukorejo. Bupati ingin produk lokal seperti itu dapat dinikmati di desa lain. Caranya, melalui digital marketing. ‘’Agar tempe Ngrayun bisa dikonsumsi orang Sukorejo, Gelang, Ngebel, dan desa lainnya,’’ harap bupati.

Baca Juga :  Donor Darah Seratus Kali, Suyanto Dapat Penghargaan dari Presiden Jokowi

Jika pasar krempyeng rutin digelar setiap bulan, bakal menumbuhkan pangsa pasar yang loyal. Tiap desa punya market share yang baik untuk menjual setiap produk unggulannya. ‘’Apa pun produknya, ketika dipromosikan ke segala penjuru pasti akan ada pasar yang luar biasa,’’ ungkapnya.

Kang Giri tak ingin muluk-muluk. Produk lokal tak melulu harus dipasarkan ke luar daerah. Dia percaya Ponorogo punya pasar kuat dengan kearifan lokal dari tiap desa. Keterlibatan pemuda dan masyarakat setempat tak kalah penting. Mereka bakal dididik untuk ikut memasarkan produk melalui online. ‘’Kami tidak ingin bermimpi keluar sebelum Ponorogo kuat,’’ tandasnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/