27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Pilih Mutasi Dulu, Baru Buka Lelang JPTP

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sebelum lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) digeber, diperkirakan bakal kembali ada lukir jabatan di Pemkab Ponorogo. Mutasi setingkat eselon II itu sekaligus pemetaan untuk mengisi kekosongan empat jabatan yang kosong hingga akhir tahun mendatang.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, kebijakan mutasi tetap mengacu rumus the right man on the right place. Istilah yang sering digunakan dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) itu mengandung maksud bahwa bupati hendak menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuan atau keahliannya. ‘’Saya mengacu rumus, yang baik ditempatkan di posisi yang pas,’’ katanya, Minggu (25/9).

Kang Giri, sapaan bupati, berharap mutasi dapat menemukan orang yang pas untuk menduduki empat kekosongan jabatan kepala dinas hingga akhir tahun depan. Yakni, kepala dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakum) diisi pelaksana tugas (Plt) sejak Bedianto pensiun 1 Mei lalu. Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) diisi Plt sejak Hadi Prayitno pensiun per 1 September lalu.

Baca Juga :  Kedodoran Vaksinasi Lansia, Pemkab Ponorogo Gagal Gelar PTM Penuh

Lalu, Najib Susilo, staf ahli bupati bidang pemerintahan dan politik, pensiun per 1 November mendatang. Kemudian, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Winarko Arief Tjahjono yang menyusul pensiun diperkirakan akhir tahun ini. ‘’Yang kosong diisi yang sudah ada dulu. Kalau sudah tidak ada, maka lelang terbuka untuk mengisi itu,’’ terangnya.

Nah, lelang JPTP bakal ditempuh untuk mengisi seluruh kekosongan jabatan setelah mutasi jabatan. Kang Giri belum menyebut pasti kapan mutasi itu bakal digelar. Dia hanya memastikan seluruh urusan berkaitan kepegawaian bersih tanpa pungutan. ‘’Adanya oknum dalam jaringan calo itu sebagai peringatan dan efek jera. Bahwa jangan bermain-main dengan urusan SDM. Lalu, kapan mutasi? Kami akan ngabari wartawan H+1,’’ kelakarnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sebelum lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) digeber, diperkirakan bakal kembali ada lukir jabatan di Pemkab Ponorogo. Mutasi setingkat eselon II itu sekaligus pemetaan untuk mengisi kekosongan empat jabatan yang kosong hingga akhir tahun mendatang.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, kebijakan mutasi tetap mengacu rumus the right man on the right place. Istilah yang sering digunakan dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) itu mengandung maksud bahwa bupati hendak menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuan atau keahliannya. ‘’Saya mengacu rumus, yang baik ditempatkan di posisi yang pas,’’ katanya, Minggu (25/9).

Kang Giri, sapaan bupati, berharap mutasi dapat menemukan orang yang pas untuk menduduki empat kekosongan jabatan kepala dinas hingga akhir tahun depan. Yakni, kepala dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakum) diisi pelaksana tugas (Plt) sejak Bedianto pensiun 1 Mei lalu. Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) diisi Plt sejak Hadi Prayitno pensiun per 1 September lalu.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Pegawai Puskesmas Gemaharjo Negatif Korona

Lalu, Najib Susilo, staf ahli bupati bidang pemerintahan dan politik, pensiun per 1 November mendatang. Kemudian, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Winarko Arief Tjahjono yang menyusul pensiun diperkirakan akhir tahun ini. ‘’Yang kosong diisi yang sudah ada dulu. Kalau sudah tidak ada, maka lelang terbuka untuk mengisi itu,’’ terangnya.

Nah, lelang JPTP bakal ditempuh untuk mengisi seluruh kekosongan jabatan setelah mutasi jabatan. Kang Giri belum menyebut pasti kapan mutasi itu bakal digelar. Dia hanya memastikan seluruh urusan berkaitan kepegawaian bersih tanpa pungutan. ‘’Adanya oknum dalam jaringan calo itu sebagai peringatan dan efek jera. Bahwa jangan bermain-main dengan urusan SDM. Lalu, kapan mutasi? Kami akan ngabari wartawan H+1,’’ kelakarnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/