alexametrics
29 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Melanggar Ditilang, Tertib Dihadiahi Helm

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tak sampai satu jam, Operasi Zebra Semeru 2019 banjir pelanggaran. Tak kurang dari 135 surat tilang diterbitkan hanya dari satu lokasi penertiban di kawasan Jalan Trunojoyo Kamis (24/10). Kepatuhan masyarakat terhadap peraturan berkendara perlu dibina lebih baik. Sebaliknya, polisi memberi hadiah helm gratis bagi yang tertib berkendara. ‘’Operasi ini tegas, ada pelanggaran langsung ditindak,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto.

Operasi tersebut digelar kemarin pagi di lahan bekas terminal lama di Jalan Trunojoyo. Operasi dimulai pukul 09.00 dan diakhiri sekitar satu jam kemudian. Hanya hitungan jam, polisi menerbitkan 135 surat tilang. Sembilan pengendara lainnya mendapat teguran. Terperinci, sebanyak 114 pelanggaran di antaranya dilakukan pengendara roda dua. Pelanggaran terbanyak adalah pengendara di bawah umur. ‘’Mencapai 94 pengendara, sisanya pelanggaran helm yang tidak standar dan kelengkapan surat,’’ bebernya.

Dari operasi tersebut, polisi juga mengamankan enam sepeda motor. Lantaran tidak sesuai spesifikasi dan tidak dilengkapi surat-surat. Arief menyebut, polisi berupaya menindak tegas setiap pelanggaran yang ada. Pihaknya memberi atensi khusus terhadap kendaraan-kendaraan modifikasi. Terutama yang tidak ramah lingkungan. ‘’Modifikasi kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya justru bisa membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya,’’ terang Arief.

Baca Juga :  Icha Lebih Tertantang Nyanyikan Lagu Keroncong

Operasi Zebra Semeru dilaksanakan hingga 5 November mendatang. Sesuai instruksi dari polda, operasi tersebut bertujuan menekan pelanggaran berkendara. Polisi kemarin sengaja menggandeng kejaksaan dan pengadilan negeri untuk menggelar sidang di tempat. Itu juga untuk menepis stigma negatif bahwa operasi yang dilakukan polisi ilegal.

‘’Supaya masyarakat mengetahui bagaimana prosedur penilangan sebenarnya, agar tidak ada ungkapan negatif bahwa tilang itu untuk polisi. Denda yang dibayarkan itu masuk kas negara,’’ paparnya.

Sejak operasi digelar Rabu lalu (23/10), polisi mendapati ratusan pelanggaran dilakukan pengguna jalan. Arief melihat imbas operasi yang digelar akan terasa di kemudian hari. Dia meyakini kesadaran masyarakat untuk tertib berkendara bisa semakin meningkat. ‘’Dengan demikian, harapannya angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan. Karena itu, dalam operasi ini kami tidak hanya menindak, tapi juga mengapresiasi yang sudah tertib dengan diberikan helm,’’ pungkasnya. (naz/c1)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tak sampai satu jam, Operasi Zebra Semeru 2019 banjir pelanggaran. Tak kurang dari 135 surat tilang diterbitkan hanya dari satu lokasi penertiban di kawasan Jalan Trunojoyo Kamis (24/10). Kepatuhan masyarakat terhadap peraturan berkendara perlu dibina lebih baik. Sebaliknya, polisi memberi hadiah helm gratis bagi yang tertib berkendara. ‘’Operasi ini tegas, ada pelanggaran langsung ditindak,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto.

Operasi tersebut digelar kemarin pagi di lahan bekas terminal lama di Jalan Trunojoyo. Operasi dimulai pukul 09.00 dan diakhiri sekitar satu jam kemudian. Hanya hitungan jam, polisi menerbitkan 135 surat tilang. Sembilan pengendara lainnya mendapat teguran. Terperinci, sebanyak 114 pelanggaran di antaranya dilakukan pengendara roda dua. Pelanggaran terbanyak adalah pengendara di bawah umur. ‘’Mencapai 94 pengendara, sisanya pelanggaran helm yang tidak standar dan kelengkapan surat,’’ bebernya.

Dari operasi tersebut, polisi juga mengamankan enam sepeda motor. Lantaran tidak sesuai spesifikasi dan tidak dilengkapi surat-surat. Arief menyebut, polisi berupaya menindak tegas setiap pelanggaran yang ada. Pihaknya memberi atensi khusus terhadap kendaraan-kendaraan modifikasi. Terutama yang tidak ramah lingkungan. ‘’Modifikasi kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya justru bisa membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya,’’ terang Arief.

Baca Juga :  Komoditas Pangan Ponorogo Jelang Lebaran Terpantau Aman

Operasi Zebra Semeru dilaksanakan hingga 5 November mendatang. Sesuai instruksi dari polda, operasi tersebut bertujuan menekan pelanggaran berkendara. Polisi kemarin sengaja menggandeng kejaksaan dan pengadilan negeri untuk menggelar sidang di tempat. Itu juga untuk menepis stigma negatif bahwa operasi yang dilakukan polisi ilegal.

‘’Supaya masyarakat mengetahui bagaimana prosedur penilangan sebenarnya, agar tidak ada ungkapan negatif bahwa tilang itu untuk polisi. Denda yang dibayarkan itu masuk kas negara,’’ paparnya.

Sejak operasi digelar Rabu lalu (23/10), polisi mendapati ratusan pelanggaran dilakukan pengguna jalan. Arief melihat imbas operasi yang digelar akan terasa di kemudian hari. Dia meyakini kesadaran masyarakat untuk tertib berkendara bisa semakin meningkat. ‘’Dengan demikian, harapannya angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan. Karena itu, dalam operasi ini kami tidak hanya menindak, tapi juga mengapresiasi yang sudah tertib dengan diberikan helm,’’ pungkasnya. (naz/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/