alexametrics
23.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Bupati Sugiri Curiga Aksi Borong hingga Penimbunan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Panic buying atau spekulan mulai bermain? Minyak goreng kemasan senyatanya menghilang dari pasaran setelah muncul kebijakan satu harga Rp 14 ribu per liter. Konsumen panik hingga sengaja memborong lalu menyimpan barang kebutuhan itu lantaran menganggap situasi sudah darurat. Selain itu, ada dugaan terjadi praktik penimbunan minyak goreng karena berharap untung.

Daun telinga Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ikut memerah setelah mendapat laporan minyak goreng kemasan langka di pasaran. Pun, pusat perbelanjaan hanya menyediakan beberapa kemasan di meja kasir. Sejumlah toko juga tetap menjual minyak goreng dengan harga variatif di rentang Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu. ‘’Sekitar dua minggu lagi akan diadakan operasi pasar,’’ kata Sugiri, Rabu (26/1).

Menurut dia, negara harus hadir untuk menekan harga minyak goreng seragam Rp 14 ribu per liter di pasaran. Pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengefektifkan operasi pasar. Dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdagkum) yang bakal berada di garis depan. ‘’Kami persiapan dulu untuk operasi pasar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Nenek 89 Tahun Hangus Terbakar di Ladang

Segendang sepenarian, Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo bakal menggelar operasi ke sejumlah pasar dan pergudangan. Pihaknya mengantisipasi ulah spekulan yang menimbun minyak goreng demi mengeruk keuntungan. Catur mengaku sudah menyebar anggotanya untuk melakukan penyelidikan. ‘’Kami mengawasi segala kemungkinan yang terjadi di pasar,’’ tuturnya.

Polisi sudah menyiapkan pasal berlapis di sederet undang-undang (UU) jika menemukan praktik penimbunan. Mulai UU tentang Perdagangan, UU Perlindungan Konsumen, hingga UU tentang Pemberantasan Penimbunan Barang Penting. Catur sempat berprasangka baik bahwa kelangkaan minyak goreng akibat minimnya bahan baku. ‘’Produksi mengalami penurunan,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Panic buying atau spekulan mulai bermain? Minyak goreng kemasan senyatanya menghilang dari pasaran setelah muncul kebijakan satu harga Rp 14 ribu per liter. Konsumen panik hingga sengaja memborong lalu menyimpan barang kebutuhan itu lantaran menganggap situasi sudah darurat. Selain itu, ada dugaan terjadi praktik penimbunan minyak goreng karena berharap untung.

Daun telinga Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ikut memerah setelah mendapat laporan minyak goreng kemasan langka di pasaran. Pun, pusat perbelanjaan hanya menyediakan beberapa kemasan di meja kasir. Sejumlah toko juga tetap menjual minyak goreng dengan harga variatif di rentang Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu. ‘’Sekitar dua minggu lagi akan diadakan operasi pasar,’’ kata Sugiri, Rabu (26/1).

Menurut dia, negara harus hadir untuk menekan harga minyak goreng seragam Rp 14 ribu per liter di pasaran. Pihaknya sedang menyiapkan langkah untuk mengefektifkan operasi pasar. Dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdagkum) yang bakal berada di garis depan. ‘’Kami persiapan dulu untuk operasi pasar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tinggal Sendiri, Jasad Terkuak Tiga Hari

Segendang sepenarian, Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo bakal menggelar operasi ke sejumlah pasar dan pergudangan. Pihaknya mengantisipasi ulah spekulan yang menimbun minyak goreng demi mengeruk keuntungan. Catur mengaku sudah menyebar anggotanya untuk melakukan penyelidikan. ‘’Kami mengawasi segala kemungkinan yang terjadi di pasar,’’ tuturnya.

Polisi sudah menyiapkan pasal berlapis di sederet undang-undang (UU) jika menemukan praktik penimbunan. Mulai UU tentang Perdagangan, UU Perlindungan Konsumen, hingga UU tentang Pemberantasan Penimbunan Barang Penting. Catur sempat berprasangka baik bahwa kelangkaan minyak goreng akibat minimnya bahan baku. ‘’Produksi mengalami penurunan,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/