alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Semangat Gotong Royong Tumbuh Kuat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Politikus Agung Priyanto pasang badan memproteksi bupati jagoannya. Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Ponorogo yang notabene partai pengusung menegaskan bahwa setahun baru start awal kerja Bupati Sugiri Sancoko dan Wabup Lisdyarita. ‘’Karena tahun lalu merupakan masa transisi dari pemerintahan lama. Kepuasan masyarakat akan terjawab di akhir tahun 2022 ini,’’ yakin Agung, Sabtu (26/2).

Visi dan misi Kang Giri (KG) –sapaan Sugiri Sancoko– dan Bunda Rita (BR) –sebutan akrab Lisdyarita– yang terangkum dalam Nawadharma menuju Ponorogo Hebat yang bermartabat bakal segera terealisasi. Senyatanya, bupati dan Wabup terpilih sejak dilantik 26 Februari 2021 sebatas menjalankan APBD yang digedok pada era kepala daerah lama. ‘’Benar-benar dapat in action setelah PAK (perubahan anggaran keuangan) sekitar September 2021,’’ kata wakil ketua Komisi A DPRD Ponorogo itu.

Pun, KG-BR getol turun ke desa-desa untuk membangun kesadaran masyarakat membangun Ponorogo Hebat. Kata Agung, persoalan kerusakan infrastruktur jalan juga mulai teratasi setelah urusan  administrasi pencairan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) kelar. ‘’Jangan salah, gotong royong tumbuh kuat di masyarakat. Bupati sering turun  sehingga tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya,’’ jelas Agung.

Baca Juga :  Akademisi Dukung Rebranding Angkutan Cerdas Sekolah Milik Pemkab Ponorogo

Berbicara eskalasi politik di Pemilu Serentak 2024 mendatang, Agung berani bertaruh mitos petahana selalu kalah bakal terpatahkan. Sugiri Sancoko bakal tercatat sebagai bupati dua periode kendati masa jabatannya hanya terhitung 8,5 tahun. ‘’Mitos akan menjadi anekdot (cerita lucu, Red) belaka yang terjawab dengan kinerja. Mitos itu juga terpatahkan oleh kerja politik dan bukan money politics, kerja emosional bukan transaksional, dan kerja jangka panjang bukan jangka pendek,’’ urainya.

Agung menggarisbawahi pula bahwa KG adalah bupati yang menyatu dengan rakyat. Bahkan, Pringgitan (rumah dinas bupati) sekarang ini bukanlah tempat sakral. Pintunya terbuka lebar bagi siapa pun. ‘’Semangat gotong royong akhirnya terbangun, pembangunan sekarang ini selalu melibatkan partisipasi masyarakat,’’ ungkapnya. (kid/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Politikus Agung Priyanto pasang badan memproteksi bupati jagoannya. Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Ponorogo yang notabene partai pengusung menegaskan bahwa setahun baru start awal kerja Bupati Sugiri Sancoko dan Wabup Lisdyarita. ‘’Karena tahun lalu merupakan masa transisi dari pemerintahan lama. Kepuasan masyarakat akan terjawab di akhir tahun 2022 ini,’’ yakin Agung, Sabtu (26/2).

Visi dan misi Kang Giri (KG) –sapaan Sugiri Sancoko– dan Bunda Rita (BR) –sebutan akrab Lisdyarita– yang terangkum dalam Nawadharma menuju Ponorogo Hebat yang bermartabat bakal segera terealisasi. Senyatanya, bupati dan Wabup terpilih sejak dilantik 26 Februari 2021 sebatas menjalankan APBD yang digedok pada era kepala daerah lama. ‘’Benar-benar dapat in action setelah PAK (perubahan anggaran keuangan) sekitar September 2021,’’ kata wakil ketua Komisi A DPRD Ponorogo itu.

Pun, KG-BR getol turun ke desa-desa untuk membangun kesadaran masyarakat membangun Ponorogo Hebat. Kata Agung, persoalan kerusakan infrastruktur jalan juga mulai teratasi setelah urusan  administrasi pencairan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) kelar. ‘’Jangan salah, gotong royong tumbuh kuat di masyarakat. Bupati sering turun  sehingga tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya,’’ jelas Agung.

Baca Juga :  Pelayanan Adminduk Dimajukan, Akomodasi Pemudik Lebaran

Berbicara eskalasi politik di Pemilu Serentak 2024 mendatang, Agung berani bertaruh mitos petahana selalu kalah bakal terpatahkan. Sugiri Sancoko bakal tercatat sebagai bupati dua periode kendati masa jabatannya hanya terhitung 8,5 tahun. ‘’Mitos akan menjadi anekdot (cerita lucu, Red) belaka yang terjawab dengan kinerja. Mitos itu juga terpatahkan oleh kerja politik dan bukan money politics, kerja emosional bukan transaksional, dan kerja jangka panjang bukan jangka pendek,’’ urainya.

Agung menggarisbawahi pula bahwa KG adalah bupati yang menyatu dengan rakyat. Bahkan, Pringgitan (rumah dinas bupati) sekarang ini bukanlah tempat sakral. Pintunya terbuka lebar bagi siapa pun. ‘’Semangat gotong royong akhirnya terbangun, pembangunan sekarang ini selalu melibatkan partisipasi masyarakat,’’ ungkapnya. (kid/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/