alexametrics
25.2 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Pemungutan Suara Ulang TPS 06 Bancangan Berjalan Lancar

PONOROGO – Rumah tua di RT 2 RW 2, Tengger, Bancangan, Sambit itu menjadi saksi pemilihan presiden dan DPR RI disuarakan lagi. Meski, animo pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 06 itu tak sebesar pemilihan serentak 17 April lalu. Apa boleh dikata, lolosnya empat warga luar kota menodai pemilihan pertama.

Berat hati mendatangi mengulangi pemungutan ditepis jauh-jauh agar demokrasi tetap berjalan di TPS 06 Bancangan. Yang telah terjadi harus dikoreksi. Warga tetap meluangkan waktunya menggunakan hak suaranya kali kedua ini. ‘’Gara-gara empat pemilih siluman itu akhirnya diulang. Tapi, saya tetap hadir,’’ kata Parnu, 45 warga setempat.

Tetapi, tak semua warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) memiliki waktu luang. TPS 06 Bancangan tetap kehilangan banyak pemilih pada PSU kali ini. Terutama dari kalangan pemilih yang bekerja di instansi pemerintahan maupun swasta.

Panwascam Sambit Yoyok Heri Saputro mengaku telah mengupayakan berbagai cara demi menarik minat warga. Mulai jemput bola bagi pemilih lansia hingga menyediakan fasilitas cek kesehatan gratis serta pemberian doorprize. ‘’Partisipasi pemilih turun,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Soal Pemekaran Wilayah, Pekan Depan Konsultasi ke Kemendagri

Namun, Yoyok tetap bersyukur PSU di TPS 06 Bancangan tetap berjalan lancar. Tanpa ada kendala sampai selesai proses penghitungan akhir. Tunai sudah pemungutan ulang sebagai konsekuensi diloloskannya empat pemilih luar daerah sebelumnya. ‘’PSU ini menindaklanjuti temuan yang ada,’’ tegasnya.

Sugiyati, Ketua PPS setempat mengaku sudah semaksimal mungkin mengabarkan pemungutan ulang ini. Banyak cara telah ditempuh, selain menyebar surat dispensasi bagi pemilih yang bekerja di instansi pemerintahan dan swasta. ‘’Kami sudah mengabarkannya saat pengajian, arisan dan berbagai kegiatan lainnya,’’ terangnya.

Sugiyati pun berucap terima kasih kepada seluruh panitia yang berjuang melayani pemungutan suara ulang kali ini. Hingga pelaksanaannya lancar sampai tahap akhir pengitungan suara. Mengawal demokrasi memang tidak mudah. Sastrawan Sindhunata mengibaratkan sakitnya melahirkan demokrasi seumpama perjuangan perempuan semasa persalinan yang yang melewati kesakitan, ketegangan dan kecemasan. ‘’Terima kasih kepada seluruh petugas yang terlibat PSU kali ini,’’ tukas Sugiyati. (mg7/fin)

PONOROGO – Rumah tua di RT 2 RW 2, Tengger, Bancangan, Sambit itu menjadi saksi pemilihan presiden dan DPR RI disuarakan lagi. Meski, animo pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 06 itu tak sebesar pemilihan serentak 17 April lalu. Apa boleh dikata, lolosnya empat warga luar kota menodai pemilihan pertama.

Berat hati mendatangi mengulangi pemungutan ditepis jauh-jauh agar demokrasi tetap berjalan di TPS 06 Bancangan. Yang telah terjadi harus dikoreksi. Warga tetap meluangkan waktunya menggunakan hak suaranya kali kedua ini. ‘’Gara-gara empat pemilih siluman itu akhirnya diulang. Tapi, saya tetap hadir,’’ kata Parnu, 45 warga setempat.

Tetapi, tak semua warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) memiliki waktu luang. TPS 06 Bancangan tetap kehilangan banyak pemilih pada PSU kali ini. Terutama dari kalangan pemilih yang bekerja di instansi pemerintahan maupun swasta.

Panwascam Sambit Yoyok Heri Saputro mengaku telah mengupayakan berbagai cara demi menarik minat warga. Mulai jemput bola bagi pemilih lansia hingga menyediakan fasilitas cek kesehatan gratis serta pemberian doorprize. ‘’Partisipasi pemilih turun,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Hablana Nur Amanah, Relawan Program Startup Digital

Namun, Yoyok tetap bersyukur PSU di TPS 06 Bancangan tetap berjalan lancar. Tanpa ada kendala sampai selesai proses penghitungan akhir. Tunai sudah pemungutan ulang sebagai konsekuensi diloloskannya empat pemilih luar daerah sebelumnya. ‘’PSU ini menindaklanjuti temuan yang ada,’’ tegasnya.

Sugiyati, Ketua PPS setempat mengaku sudah semaksimal mungkin mengabarkan pemungutan ulang ini. Banyak cara telah ditempuh, selain menyebar surat dispensasi bagi pemilih yang bekerja di instansi pemerintahan dan swasta. ‘’Kami sudah mengabarkannya saat pengajian, arisan dan berbagai kegiatan lainnya,’’ terangnya.

Sugiyati pun berucap terima kasih kepada seluruh panitia yang berjuang melayani pemungutan suara ulang kali ini. Hingga pelaksanaannya lancar sampai tahap akhir pengitungan suara. Mengawal demokrasi memang tidak mudah. Sastrawan Sindhunata mengibaratkan sakitnya melahirkan demokrasi seumpama perjuangan perempuan semasa persalinan yang yang melewati kesakitan, ketegangan dan kecemasan. ‘’Terima kasih kepada seluruh petugas yang terlibat PSU kali ini,’’ tukas Sugiyati. (mg7/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/