alexametrics
30.5 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Demo Aliansi Mahasiswa Ponorogo Nyaris Ricuh

‘’Kami kecewa, karena salah satu inisiator revisi UU KPK adalah wakil rakyat dari Ponorogo.’’ MOH. AMRULLAH IQBAL, koordinator AMP

————————

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Gelombang perlawanan mahasiswa tidak selesai satu hari. Rabu (25/9), para agen perubahan itu kembali ngeluruk kantor DPRD Ponorogo. Aksi demonstran dari Aliansi Mahasiswa Ponorogo (AMP) ini nyaris berakhir ricuh. ‘’Keputusan yang dibuat DPR dan pemerintah jangan malah menyengsarakan rakyat,’’ ucap Moh. Amrullah Iqbal, koordinator AMP.

AMP yang berunjuk rasa kemarin merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ponorogo. Antara lain, IAIN Ponorogo, Unmuh Ponorogo, Unmer Ponorogo, Akafarma Sunan Giri Ponorogo, sampai Stikes Buana Husada. Mahasiswa asal Kota Madiun juga ikut aksi. ‘’Terkonfirmasi lebih dari 500 mahasiswa, termasuk dari Unipma (Universitas PGRI Madiun, Red),’’ kata dia.

Ratusan mahasiswa itu berkumpul di depan kantor DPRD Ponorogo sejak pukul 09.00. Silih berganti perwakilan dari berbagai kampus menyampaikan orasi, menuntut pemerintah dan DPR mengambil sikap atas banyaknya persoalan yang terjadi belakangan. Revisi UU KPK, salah satunya. Iqbal menilai itu akan melemahkan lembaga antirasuah. Pun dianggap mengancam nasib demokrasi di negeri ini. ‘’Juga termasuk persoalan karhutla hingga dugaan kekerasan di Papua. Ini semua harus diselesaikan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  KH Romdhoni Bangun Pesantren dari Reparasi Sepeda

Perwakilan dari mahasiswa pun diundang masuk menemui anggota DPRD setempat. Mulanya, massa membatasi waktu audiensi hanya 20 menit. Lantaran lewat dari kesepakatan, massa mencoba merangsek masuk ke gedung dewan. Aksi saling dorong dengan aparat pun sempat terjadi. Gerbang kantor DPRD nyaris ambruk akibat aksi tersebut. ‘’Kami beri waktu tujuh hari. Jika tuntutan kepada pemerintah dan DPR tidak ditindaklanjuti, kami akan datang lagi, dengan lebih banyak massa. Kami satu komando dalam AMP,’’ seru Iqbal. Massa baru melunak setelah perwakilan dari mereka keluar besama sejumlah anggota DPRD. ‘’Kami kecewa, karena salah satu inisiator revisi UU KPK adalah wakil rakyat dari Ponorogo,’’ imbuh mahasiswa IAIN Ponorogo itu.

Ketua sementara DPRD Sunarto keluar kantornya menemui mahasiswa. Usai beraudiensi dengan perwakilan massa, wakil rakyat sepakat mendukung aspirasi mahasiswa. Sunarto berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mereka dengan mengirimkan bukti kesepakatan dan berbagai tuntutan itu kepada pihak terkait. ‘’Kami akan fasilitasi tuntutan teman-teman mahasiswa. Baik menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan DPR, serta keinginan untuk beraudiensi dengan stakeholder lain di Ponorogo,’’ ujarnya. (naz/c1/fin)

‘’Kami kecewa, karena salah satu inisiator revisi UU KPK adalah wakil rakyat dari Ponorogo.’’ MOH. AMRULLAH IQBAL, koordinator AMP

————————

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Gelombang perlawanan mahasiswa tidak selesai satu hari. Rabu (25/9), para agen perubahan itu kembali ngeluruk kantor DPRD Ponorogo. Aksi demonstran dari Aliansi Mahasiswa Ponorogo (AMP) ini nyaris berakhir ricuh. ‘’Keputusan yang dibuat DPR dan pemerintah jangan malah menyengsarakan rakyat,’’ ucap Moh. Amrullah Iqbal, koordinator AMP.

AMP yang berunjuk rasa kemarin merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ponorogo. Antara lain, IAIN Ponorogo, Unmuh Ponorogo, Unmer Ponorogo, Akafarma Sunan Giri Ponorogo, sampai Stikes Buana Husada. Mahasiswa asal Kota Madiun juga ikut aksi. ‘’Terkonfirmasi lebih dari 500 mahasiswa, termasuk dari Unipma (Universitas PGRI Madiun, Red),’’ kata dia.

Ratusan mahasiswa itu berkumpul di depan kantor DPRD Ponorogo sejak pukul 09.00. Silih berganti perwakilan dari berbagai kampus menyampaikan orasi, menuntut pemerintah dan DPR mengambil sikap atas banyaknya persoalan yang terjadi belakangan. Revisi UU KPK, salah satunya. Iqbal menilai itu akan melemahkan lembaga antirasuah. Pun dianggap mengancam nasib demokrasi di negeri ini. ‘’Juga termasuk persoalan karhutla hingga dugaan kekerasan di Papua. Ini semua harus diselesaikan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tewaskan Mr X, Pemasang Jebakan Tikus Dipenjara

Perwakilan dari mahasiswa pun diundang masuk menemui anggota DPRD setempat. Mulanya, massa membatasi waktu audiensi hanya 20 menit. Lantaran lewat dari kesepakatan, massa mencoba merangsek masuk ke gedung dewan. Aksi saling dorong dengan aparat pun sempat terjadi. Gerbang kantor DPRD nyaris ambruk akibat aksi tersebut. ‘’Kami beri waktu tujuh hari. Jika tuntutan kepada pemerintah dan DPR tidak ditindaklanjuti, kami akan datang lagi, dengan lebih banyak massa. Kami satu komando dalam AMP,’’ seru Iqbal. Massa baru melunak setelah perwakilan dari mereka keluar besama sejumlah anggota DPRD. ‘’Kami kecewa, karena salah satu inisiator revisi UU KPK adalah wakil rakyat dari Ponorogo,’’ imbuh mahasiswa IAIN Ponorogo itu.

Ketua sementara DPRD Sunarto keluar kantornya menemui mahasiswa. Usai beraudiensi dengan perwakilan massa, wakil rakyat sepakat mendukung aspirasi mahasiswa. Sunarto berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mereka dengan mengirimkan bukti kesepakatan dan berbagai tuntutan itu kepada pihak terkait. ‘’Kami akan fasilitasi tuntutan teman-teman mahasiswa. Baik menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan DPR, serta keinginan untuk beraudiensi dengan stakeholder lain di Ponorogo,’’ ujarnya. (naz/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/