27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Dompet Tak Perlu Tebal, Ada KTP Digital

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kelak, tiada lagi cerita kartu tanda penduduk (KTP) lusuh atau patah karena lapuk termakan usia. Saat ini pemerintah sedang memprakarsai pembuatan KTP digital. Implementasinya bertahap.

Sejak Juli, mulai diimplementasikan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) sebelum diterapkan massal. Tahap awal, Pemkab Ponorogo menyasar 70 ASN maupun honorer. ‘’Saat ini penerapannya masih di internal dispendukcapil,’’ kata Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo Heru Purwanto, Selasa (27/9).

Heru belum dapat memastikan apakah KTP digital diberlakukan serentak atau bertahap. Opsi lainnya mendatangkan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Belum dipastikan pula kapan KTP digital diberlakukan bagi masyarakat umum. ‘’Kami perkirakan ini bertahap. ASN dulu, kemudian mahasiswa,’’ ungkapnya.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk pengurusan KTP digital. Dimulai dari men-download aplikasi, kemudian verifikasi dan validasi, serta aktivasi ke dispendukcapil setempat. Tampilan KTP digital tak jauh beda dengan kartu sebelumnya yang sudah elektronik. ‘’Wujudnya seperti KTP pada umumnya, hanya bisa dilihat di handphone,’’ terang Heru.

Baca Juga :  133 Orang Mengadu NIK ke Dukcapil

Kendati telah berwujud KTP digital, kartu lama tetap aktif. Sebab, tidak seluruh masyarakat melek teknologi. Hal itu menjadi kendala tersendiri dalam menjalankan kebijakan ini secara massal. ‘’Belum semua penduduk memiliki gadget. Jadi, walaupun sudah digital, kartu lama masih aktif dan dipegang oleh yang bersangkutan,’’ jelasnya.

KTP digital bertujuan untuk efektivitas dan efisiensi serta mengurangi beban pembuatan blangko. Dalam sehari, dispendukcapil setempat menghabiskan sedikitnya 200 lembar blangko. Asumsinya setahun membutuhkan 75 ribu blangko. Jika stok habis, harus mengambil ke Jakarta.

Kini, stok sekitar 4 ribu lembar diperkirakan mencukupi hingga bulan depan. ‘’Soal keamanan KTP digital itu kewenangan kementerian. Di tempat kami, KTP digital di-screenshot saja tidak bisa. Untuk melihatnya juga ada PIN (personal identification number), jadi harus masuk sistem dulu,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kelak, tiada lagi cerita kartu tanda penduduk (KTP) lusuh atau patah karena lapuk termakan usia. Saat ini pemerintah sedang memprakarsai pembuatan KTP digital. Implementasinya bertahap.

Sejak Juli, mulai diimplementasikan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) sebelum diterapkan massal. Tahap awal, Pemkab Ponorogo menyasar 70 ASN maupun honorer. ‘’Saat ini penerapannya masih di internal dispendukcapil,’’ kata Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo Heru Purwanto, Selasa (27/9).

Heru belum dapat memastikan apakah KTP digital diberlakukan serentak atau bertahap. Opsi lainnya mendatangkan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Belum dipastikan pula kapan KTP digital diberlakukan bagi masyarakat umum. ‘’Kami perkirakan ini bertahap. ASN dulu, kemudian mahasiswa,’’ ungkapnya.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk pengurusan KTP digital. Dimulai dari men-download aplikasi, kemudian verifikasi dan validasi, serta aktivasi ke dispendukcapil setempat. Tampilan KTP digital tak jauh beda dengan kartu sebelumnya yang sudah elektronik. ‘’Wujudnya seperti KTP pada umumnya, hanya bisa dilihat di handphone,’’ terang Heru.

Baca Juga :  BPBD Ponorogo Pinjamkan Satu Unit Tenda Belajar Siswa SDN 2 Karangpatihan

Kendati telah berwujud KTP digital, kartu lama tetap aktif. Sebab, tidak seluruh masyarakat melek teknologi. Hal itu menjadi kendala tersendiri dalam menjalankan kebijakan ini secara massal. ‘’Belum semua penduduk memiliki gadget. Jadi, walaupun sudah digital, kartu lama masih aktif dan dipegang oleh yang bersangkutan,’’ jelasnya.

KTP digital bertujuan untuk efektivitas dan efisiensi serta mengurangi beban pembuatan blangko. Dalam sehari, dispendukcapil setempat menghabiskan sedikitnya 200 lembar blangko. Asumsinya setahun membutuhkan 75 ribu blangko. Jika stok habis, harus mengambil ke Jakarta.

Kini, stok sekitar 4 ribu lembar diperkirakan mencukupi hingga bulan depan. ‘’Soal keamanan KTP digital itu kewenangan kementerian. Di tempat kami, KTP digital di-screenshot saja tidak bisa. Untuk melihatnya juga ada PIN (personal identification number), jadi harus masuk sistem dulu,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/