alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Pecah Rekor Harga Telur, Tembus Rp 28 Ribu Per Kilo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pertama dalam sejarah, harga telur ayam tembus Rp 28 ribu per kilogram. Usut punya usut, permintaan telur meningkat menjelang akhir tahun bersamaan maraknya penyaluran bantuan. Di antaranya, program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT) yang dimampatkan pada akhir tahun. ‘’Permintaan di pasaran juga meningkat. Harga telur naik tinggi,’’ kata Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Ponorogo Eny Kustianingsih, Senin (27/12).

Menurut dia, kenaikan harga telur juga dipicu populasi ayam di kandang yang berkurang. Pertengahan tahun lalu, harga telur ayam merosot hingga mengakibatkan sejumlah peternak gulung tikar. Tatkala populasi ayam susut bersamaan naiknya permintaan, maka harga telur terkerek. Namun, Eny berani menjamin keamanan stok telur. ‘’Persediaan terus ada karena sebagian penyaluran bantuan sudah selesai,’’ ujarnya.

Eny mengaku tidak menyangka harga telur tembus Rp 28 ribu per kilogram. Sebab, harga tertinggi selama ini hanya sampai Rp 25 ribu per kilo. Kenaikan harga yang di luar perkiraan itu menjadi pelipur lara para peternak yang pernah terpuruk kala harga telur merosot dulu. Mereka dapat menambal kerugian saat harga telur pernah terpuruk di nominal Rp 15 ribu per kilogram. ‘’Tapi, peternak tetap mengantisipasi kemungkinan di Januari nanti. Kami tidak banyak menambah populasi ayam,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Tak Bisa Asal Bongkar Lift Rusak di Gedung Lantai 8

Dia menyebut bahwa telur sedang menjadi primadona di pasaran. Bahkan, ada pengepul yang rela tidur di kandang demi mendapat telur. Eny mencatat kenaikan harga telur terjadi mulai pertengahan November lalu. Setiap ganti hari, naik di kisaran Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilo. ‘’Kenaikannya tidak tanggung-tanggung,’’ ungkapnya.

Sementara itu, penjualan telur di kios Rusman, pedagang di Pasar Legi, mulai berkurang. Kendati laki-laki 68 tahun itu mampu menjual 25 hingga 30 kilogram telur setiap hari. Sepengetahuannya, setiap menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) selalu diikuti kenaikan harga telur. ‘’Biasanya dipakai untuk bahan membuat kue,’’ ujarnya. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pertama dalam sejarah, harga telur ayam tembus Rp 28 ribu per kilogram. Usut punya usut, permintaan telur meningkat menjelang akhir tahun bersamaan maraknya penyaluran bantuan. Di antaranya, program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT) yang dimampatkan pada akhir tahun. ‘’Permintaan di pasaran juga meningkat. Harga telur naik tinggi,’’ kata Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Ponorogo Eny Kustianingsih, Senin (27/12).

Menurut dia, kenaikan harga telur juga dipicu populasi ayam di kandang yang berkurang. Pertengahan tahun lalu, harga telur ayam merosot hingga mengakibatkan sejumlah peternak gulung tikar. Tatkala populasi ayam susut bersamaan naiknya permintaan, maka harga telur terkerek. Namun, Eny berani menjamin keamanan stok telur. ‘’Persediaan terus ada karena sebagian penyaluran bantuan sudah selesai,’’ ujarnya.

Eny mengaku tidak menyangka harga telur tembus Rp 28 ribu per kilogram. Sebab, harga tertinggi selama ini hanya sampai Rp 25 ribu per kilo. Kenaikan harga yang di luar perkiraan itu menjadi pelipur lara para peternak yang pernah terpuruk kala harga telur merosot dulu. Mereka dapat menambal kerugian saat harga telur pernah terpuruk di nominal Rp 15 ribu per kilogram. ‘’Tapi, peternak tetap mengantisipasi kemungkinan di Januari nanti. Kami tidak banyak menambah populasi ayam,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Harapan Baru Pedagang Pasar Tradisional

Dia menyebut bahwa telur sedang menjadi primadona di pasaran. Bahkan, ada pengepul yang rela tidur di kandang demi mendapat telur. Eny mencatat kenaikan harga telur terjadi mulai pertengahan November lalu. Setiap ganti hari, naik di kisaran Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilo. ‘’Kenaikannya tidak tanggung-tanggung,’’ ungkapnya.

Sementara itu, penjualan telur di kios Rusman, pedagang di Pasar Legi, mulai berkurang. Kendati laki-laki 68 tahun itu mampu menjual 25 hingga 30 kilogram telur setiap hari. Sepengetahuannya, setiap menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) selalu diikuti kenaikan harga telur. ‘’Biasanya dipakai untuk bahan membuat kue,’’ ujarnya. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/