alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Nyala Api baru Padam Dua Hari, BPBD Kembali Semproti Pekarangan Natun

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo –  23.000 liter air belum memadamkan bara api dari kebun milik Natun di Riginsurup, Kupuk, Bungkal. Jumat sore (27/9) petugas BPBD kembali ke lokasi dengan dua tangki berkapasitas 6.000 liter. Proses pembasahan kembali dilakukan setelah warga menemukan dua lubang percikan api. ‘’Proses pembasahannya sama seperti kemarin. Kami semprot sampai ke dalam tanah,’’ kata Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo Hadi Susanto Jumat (27/9).

Proses pembasahan berlangsung dua jam. Lebih cepat dari sehari sebelumnya sampai lima jam. Pemerintah desa setempat menempel plang pengumuman baru di area tersebut. Melarang masyarakat menonton dari jarak dekat. ‘’Yang datang tak hanya menonton. Ada yang bereksperimen dengan meletakkan benda mudah terbakar di atas bongkahan,’’ ujar Gumanto, perangkat desa setempat.

Baca Juga :  Kasus Arisan Online Dilimpahkan ke Polrestabes Bandung

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Sapto Djatmiko memastikan sumber api dari pekarangan warga itu bukanlah gas alam. Hanya dampak dari sampah yang tertimbun. ‘’Asapnya tidak berbau belerang. Hanya tercium aroma rempah seperti kasus kebakaran gambut. Masyarakat tak perlu khawatir,’’ tegasnya. (dil/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo –  23.000 liter air belum memadamkan bara api dari kebun milik Natun di Riginsurup, Kupuk, Bungkal. Jumat sore (27/9) petugas BPBD kembali ke lokasi dengan dua tangki berkapasitas 6.000 liter. Proses pembasahan kembali dilakukan setelah warga menemukan dua lubang percikan api. ‘’Proses pembasahannya sama seperti kemarin. Kami semprot sampai ke dalam tanah,’’ kata Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo Hadi Susanto Jumat (27/9).

Proses pembasahan berlangsung dua jam. Lebih cepat dari sehari sebelumnya sampai lima jam. Pemerintah desa setempat menempel plang pengumuman baru di area tersebut. Melarang masyarakat menonton dari jarak dekat. ‘’Yang datang tak hanya menonton. Ada yang bereksperimen dengan meletakkan benda mudah terbakar di atas bongkahan,’’ ujar Gumanto, perangkat desa setempat.

Baca Juga :  Ibu Satu Anak Tewas tanpa Busana

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Sapto Djatmiko memastikan sumber api dari pekarangan warga itu bukanlah gas alam. Hanya dampak dari sampah yang tertimbun. ‘’Asapnya tidak berbau belerang. Hanya tercium aroma rempah seperti kasus kebakaran gambut. Masyarakat tak perlu khawatir,’’ tegasnya. (dil/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/