27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Tembus Rp 6 Juta Per Ton, Gabah Kering Bikin Tengkulak Pusing

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Harga gabah kering siap giling merangkak naik. Seiring musim tanam padi sekarang ini, tembus Rp 6 juta per ton. Naik Rp 400 ribu dari sebelumnya Rp 5,6 juta per tonnya. ‘’Setelah panen tidak langsung dijual semua. Biasanya disimpan sambil menunggu harga tinggi,’’ kata Erna Aminin, tengkulak asal Kecamatan Sukorejo.

Erna menyebutkan, kenaikan harga tidak berdampak terhadap pedagang gabah skala kecil. Namun, efeknya dirasakan bagi tengkulak yang biasanya mengambil dalam partai besar. ‘’Kalau pedagang kecil ya tidak terlalu ngaruh, karena beli ke petani tergantung harga pasar dan tetap bisa untung,’’ ujarnya, Rabu (28/9).

Kenaikan harga gabah turut mengerek harga beras di pasaran. Sri Sundari, pedagang di Pasar legi, mengungkapkan bahwa harga beras mengalami kenaikan sepekan terakhir. Semula Rp 9.000, kini Rp 9.200 per kilogramnya. ‘’Meski naik, keuntungan yang kami dapatkan tetap. Karena dari sananya sudah naik,’’ kata Sundari. (mg2/kid/c1/fin)

Baca Juga :  Petani Terdampak Harga BBM Naik

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Harga gabah kering siap giling merangkak naik. Seiring musim tanam padi sekarang ini, tembus Rp 6 juta per ton. Naik Rp 400 ribu dari sebelumnya Rp 5,6 juta per tonnya. ‘’Setelah panen tidak langsung dijual semua. Biasanya disimpan sambil menunggu harga tinggi,’’ kata Erna Aminin, tengkulak asal Kecamatan Sukorejo.

Erna menyebutkan, kenaikan harga tidak berdampak terhadap pedagang gabah skala kecil. Namun, efeknya dirasakan bagi tengkulak yang biasanya mengambil dalam partai besar. ‘’Kalau pedagang kecil ya tidak terlalu ngaruh, karena beli ke petani tergantung harga pasar dan tetap bisa untung,’’ ujarnya, Rabu (28/9).

Kenaikan harga gabah turut mengerek harga beras di pasaran. Sri Sundari, pedagang di Pasar legi, mengungkapkan bahwa harga beras mengalami kenaikan sepekan terakhir. Semula Rp 9.000, kini Rp 9.200 per kilogramnya. ‘’Meski naik, keuntungan yang kami dapatkan tetap. Karena dari sananya sudah naik,’’ kata Sundari. (mg2/kid/c1/fin)

Baca Juga :  Puluhan Ribu Ton Pupuk Subsidi di Magetan Belum Terserap

Most Read

Artikel Terbaru

/